Friday, June 9, 2017

Penemuan Terbaru, Layar Smartphone Anti Retak

Smartphone saat ini seolah menjadi 'saudara kembar' atau kebutuhan primer bagi setiap orang di era digital. Bahkan tidak sedikit orang menjadikan smartphonenya sebagai barang kesayangan. Hampir setiap pemilik smartphone pun merasakan hal yang sama, jika melihat smartphone kesangannya itu terjatuh dan rusak. Salah satu kejadian yang sering terjadi adalah layar pecah atau retak. Saat ini, bagian layar adalah salah satu kelemahan desain utama smartphone. Layar ini lebih banyak dibuat dari bahan atau materi yang mudah retak, terutama dari silikon. Selain mudah pecah, material ini juga cukup mahal. Hal inilah yang membuat para ahli berpikir untuk menemukan material yang lebih baik untuk layar smartphone ini. Namun jangan khawatir, pasalnya kini ada penemuan terbaru yaitu layar smartphone anti retak.

Penemuan Terbaru, Layar Smartphone Anti Retak
Sebuah penelitian kolaborasi antara ilmuwan di Queen's University Belfast, Sanford University, University of California, Berkeley, California State University, dan National Institute for Materials Science di Jepang telah menemukan jawaban untuk masalah ini. Hasil karya yang dipublikasikan di jurnal ACS Nano ini suatu saat akan menghilangkan masalah layar retak di smartphone kesayangan anda.

Claudia Ojeda-Aristizabal dari California State University, Long Beach, salah satu peneliti yang berpartisipasi dalam penelitian tersebut mengatakan bahwa material layar smartphone terbaru yang saat ini bisa dikembangkan ini dibuat dengan layering hexagonal boron nitride (h-BN), graphene, dan C60, yang juga dikenal sebagai Buckminsterfullerene, atau "Bola-Bucky", karena kemiripannya dengan struktur kubah geodesik milik arsitek Buckminster Fuller. Material baru yang sedang dikembangkan ini selain tahan retak juga hemat energi serta konduktor listrik yang cepat. Hal ini dikarenakan C60 di dalamnya, yang biasa digunakan pada sel surya. Bahan ini suatu saat akan membuat layar handphone anda sekaligus dapat digunakan sebagai alat untuk isi ulang daya baterai smartphone.

Baca juga: Harga iPhone Merah Terbaru Stabil, Sebagian Keuntungan Untuk Amal

Pembuatan material ini dimulai dari graphene, bentuk karbon 2D, jauh lebih kuat dari baja, meski tetap dengan ultra-ringan. Bahan ini juga sangat konduktif. HBN membantu elektron bergerak di antara graphene dan C60, bahan super konduktif lainnya. Saat bahan ini disusun berlapis satu sama lain, maka sifat ketiga bahan transparan ini bisa menyatu. Sifat konduktif dari C60 dan graphene, yang dibantu oleh hBN, menghantarkan listrik di layar bergerak sangat cepat. Itu, dikombinasikan dengan daya tahan graphene dan kemampuan pengisian solar C60. Hal inilah yang membuat ketiga bahan ini menjadi kombinasi ideal untuk sebuah layar ponsel.

Materi tersebut juga memiliki beberapa sifat yang mirip dengan silikon. Elton Santos dari Jurusan Matematika dan Fisika Queen's University mengatakan dalam sebuah pernyataan pers.

"Bahan ini berbahan kimia yang stabil, ringan, dan fleksibel" ungkap Elton Santos

Ojeda-Aristizabal menambahkan bahwa materi baru tersebut bisa menghasilkan banyak aplikasi selain layar smartphone, suatu saat kita akan melihat kaca depan rumah dan jendela kantor yang bertenaga surya.

Material ini tidak berarti tidak memiliki kekurangan. Seperti yang diketahui, graphene tidak memiliki "bandgap," yang berarti konduktivitas dan sinyal listriknya tidak dapat dinyalakan dan dimatikan. Tetapi, jika masalah itu terpecahkan, di masa depan tidak akan ada lagi orang yang akan meratapi ponsel kesayangannya yang retak.

Sumber: livescience.com
Load disqus comments

0 komentar