Thursday, June 8, 2017

Terjawab, Tips Rahasia Temudah dan Terbukti Paling Ampuh Untuk Jaminan Kesehatan Anda Hari Ini

Hidup sehat adalah dambaan setiap orang. Menjalani kehidupan dengan tubuh yang bugar menjadikan aktivitas kita menyenangkan dan terasa lebih mudah. Namun begitulah manusia, memiliki pola hidup yang berbeda-beda di samping aktivitas yang padat. Tidak seperti spesies lain dari family yang sama seperti hewan, manusia memiliki kebutuhan yang lebih kompleks, sehingga pemenuhannya terkadang harus mempertaruhkan banyak waktu. Dengan padatnya aktivitas dan sempitnya waktu yang tersisa untuk mengurus kesehatan inilah, sehingga kita membutuhkan perhatian khusus untuk membuat pola akurat dalam menjaga kesehatan ini. Namun kesibukan itu bukanlah hal yang harus kita hentikan untuk tetap hidup sehat. Terjawab, ada beberapa tips rahasia temudah dan terbukti paling ampuh untuk jaminan kesehatan anda hari ini.
Terjawab, Tips Rahasia Temudah dan Terbukti Paling Ampuh Untuk Jaminan Kesehatan Anda Hari Ini

Mulai hari ini, hidup sehat harus dijadikan komitmen jangka panjang bukan sesaat. Ada beberapa langkah yang bisa kita tempuh untuk membuat hari ini lebih sehat dari kemarin. Dengan memulai dan membiasakannya, tips ini juga akan membantu anda memperbaiki hidup sehat di hari-hari mendatang.

Berikut daftar tips praktis hidup sehat yang bisa kita tuliskan dalam jadwal harian anda:

  • Membuat catatan kesehatan
Langkah pertama menuju hidup sehat adalah dengan mengenali kondisi kesehatan kita saat ini. Caranya adalah dengan membuat catatan kesehatan. Kunjungilah klinik atau dokter kesehatan yang terdekat dan periksakan kesehatan anda. Mintalah catatan aktivitas, pola makan dan hiburan apa yang harus anda lakukan untuk menjaga atau memperbaiki kesehatan anda saat ini, baik dari kesehatan fisik maupun mental anda.

  • Hindari Makanan Yang Berisiko dengan Kesehatan Anda
Jika Anda tahu bahwa anda memiliki masalah kesehatan kronis, seperti penyakit jantung, diabetes, depresi, arthritis, atau kondisi lainnya, perawatan merupakan prioritas yang jelas untuk hidup sehat. Hal yang paling utama yang perlu dilakukan adalah menghindari kebiasan yang berisiko untuk kesehatan anda seperti merokok, dan kecanduan jenis makanan atau minuman apapun. Berlanggananlah dengan dokter atau perawat disekitar anda, untuk mengawasi kesehatan anda di tiap minggunya. Begitu ada gejala yang anda rasakan, maka segera laporkan ke dokter anda.

  • Perbanyak Menggerakkan Badan
Idealnya, kita dituntut untuk melakukan olahraga tiap harinya. Namun, untuk anda yang tidak memiliki banyak waktu maka olah raga ini bisa dilakukan sekali dalam sepekan. Adapun dalam laman webmd.com, ahli gizi Williams menerangkan cara alternatif untuk mengganti jadwal olahraga anda tiap harinya adalah dengan semaksimal mungkin memperbanyak menggerakkan badan.

"Sepuluh persen dari sesuatu lebih baik dari 100% dari apa-apa. Jadi, bahkan jika Anda memiliki waktu 10 menit, ini lebih baik daripada nol menit," kata Williams. Dia menyarankan agar berjalan 10 menit sebelum makan atau berjalan naik turun tangga sampai anda merasa cukup lelah. Anda bisa menggunakan pedometer untuk melacak berapa banyak langkah yang anda lakukan per hari (ahli kesehatan merekomendasikan pengambilan gambar untuk 10.000 langkah per hari). Atau jika anda penasaran dengan berapa banyak kalori yang anda bakar, coba gunakan Fit-o-Meter WebMD (kalkulator kalori kebugaran dan latihan).

  • Perbaharui Pola Diet Anda
Williams mengatakan bahwa kualitas diet bukan dilihat dari cara dan banyaknya mengonsumsi makanan tertentu tetapi juga bagaimana menghindari aktivitas lain saat makan. Maka dari sekarang, perbaharuilah pola diet anda.

Baca juga: Aksi Pelarangan Konsumsi Lemak Trans dapat Mengurangi Jumlah Kematian Akibat Serangan Jantung

Dalam keseharian anda, ganti kata "aku harus" dengan "aku pilih." Alih-alih, "Saya harus makan lebih banyak buah dan sayuran," ganti dengan kalimat "Saya memilih untuk makan lebih banyak buah dan sayuran" atau "Saya memilih untuk tidak melakukannya," Menurut Williams ini adalah kata yang bisa menguatkan anda. 

Hilangkan rasa bersalah dikehidupan anda. Makanlah makanan yang anda sukai namun porsikan untuk makanan buah dan sayuran setelahnya. Pelankan dan nikmati makanan anda. Jangan menonton TV, bekerja, atau mengemudi saat Anda sedang makan. 

"Jika Anda benar-benar menikmati makanan, duduk dan menikmati makanan Anda, Anda mungkin merasa terpuaskan secara psikologis jika Anda tidak multitask saat Anda sedang makan" kata Williams.

  • Mengelola Stres
Williams merekomendasikan dua rencana berbeda untuk mengelola stres, diantaranya:

Pemeliharaan rutin yaitu dengan meningkatkan keterampilan penanganan yang positif, seperti meditasi dan visualisasi. Carilah aktivitas seperti yoga atau latihan, untuk menjaga tingkat stres dasar anda tetap terjaga. Untuk kondisi harian anda, temukanlah cara untuk mengatasi stres yang anda alami. Misalnya, setelah mengadakan pertemuan yang menegangkan di tempat kerja, Anda mungkin berlari naik turun tangga beberapa kali untuk membakar amarah, atau mundur ke kamar mandi untuk menarik napas dalam-dalam. Atau bagi anda yang muslim, dengan mengambil air wudhlu menjadi kunci praktis menghilangkan amarah atau gejala stres saat emosi memuncak.

Tips manajemen stres lain yang dapat dilakukan yaitu dengan dengan memperbaiki perpektif atau berusaha untuk senantiasa positif thinking atas segala kondisi yang menimpa anda.Pandanglah masalah anda sendiri tampak lebih kecil. Buatlah Jurnal rasa syukur. Tulislah kebaikan-kebaikan orang lain terhadap anda, kejadian, dan hal-hal lain yang anda syukuri. Hal ini penting karena kebanyakan stres disebabkan karena kita berharap hal yang berbeda dari yang ada sekarang. Dalam beberapa kesempatan, lakukan latihan pernapasan yaitu dengan melatih diri mengolah nafa. Saat anda emosi, cobalah bernafas panjang, itu membuat kita merasa lebih tenang.

  • Memperbaiki Pola Tidur
Cara rahasia termudah dan terbukti untuk memperbaiki pola tidur khususnya bagi anda yang memiliki kesulitan tidur dapat dilihat dalam tips ini. Tips memperbaiki pola tidur ini diungkapkan oleh seorang spesialis kesehatan Lisa Shives, MD, direktur medis dari Northshore Sleep Medicine di Evanston, Ill.
  1. Matikanlah TV atau komputer anda dua jam sebelum tidur. Ini bukan hanya karena TV dan komputer merangsang, itu juga karena cahaya mereka. Kontak cahaya ke mata anda saat tidur secara psikologi memberi tanda bahwa sudah waktunya untuk bangun. 
  2. Hindari olahraga berat yang berdekatan dengan waktu tidur anda. Aktivitas berat akan membuat suhu tubuh anda meningkat dan membuat anda sulit untuk tidur.
  3. Mandi air hangat. Mandi air hangat adalah cara untuk mengeluarkan suhu panas yang ada dalam tubuh anda sehingga membantu anda tidur lebih cepat dan lebih lelap. Mandi air hangat ini juga membuat anda lebih relaks secara mental. Selain mandi air hangat, meminum minuman noncaffeinated seperti teh hangat sebelum tidur juga membantu.
  4. Mengatur jadwal tidur yang teratur. Dalam hal ini, kualitas tidur teratur di malam hari tidak bisa digantikan dengan tidur di pagi hari. 
  5. Jangan masalah tidur kronis (insomnia) anda berlarut-larut. Upayakan dan biasakanlah tidur lebih awal.
  6. Prioritaskan tidur yang baik. Tidur yang baik sama pentingnya dengan diet dan olahraga maka upayakan untuk menciptakan kondisi yang membuat tidur anda lebih lelap dan nyaman.

  • Memperbanyak Interaksi Sosial (Silaturahmi)
Hidup sehat bukan hanya tentang kebiasaan pribadi  seperti diet dan aktivitas. Hidup sehat juga tentang hubungan anda dengan orang lain (silaturahmi). Maka perbanyaklah innteraksi sosial dari sekarang. Carilah orang yang sama dengan anda atau orang yang bisa berbagi dengan anda (teman curhat). Selain itu, habiskanlah waktu dengan orang-orang, perbanyak membangunhubungan baik virtual dan tatap muka, kurangi koneksi online dengan orang lain (interaksi media sosial).

  • Meluangkan Waktu untuk Aktivitas Yang Mengasah Mental
Meluangkan waktu untuk aktivitas yang mengasah mental juga menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan. Terutama kegiatan yang melibatkan orang lain, ini sangat baik untuk otak dan pikiran anda. Aktivitas merangsang mental yang dimaksudkan adalah aktivitas seperti permainan di alam, atau permainan yang bisa mengasah mental, tetapi bukan permainan (game) yang dalam virtual (komputer).

Demikian rahasia temudah dan terbukti paling ampuh untuk jaminan kesehatan anda hari ini. Semoga bisa bermanfaat bagi kita semua. Jika ada saran dan kritik, silahkan menuliskannya pada kolom komentar di artikel ini.

sumber: webmd.com
Read more

Tuesday, June 6, 2017

Kasus Dugaan Pornografi Habib Rizieq Shihab Direkayasa?

Kasus dugaan pornografi Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Syihab seolah masih menjadi misteri. Sejak dinaikkan statusnya dari saksi menjadi tersangka Senin, 29 Mei 2017 lalu oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisan Daerah Metropolitan Jakarta, Rizieq Syihab . Polisi telah menetapkan tersangka terhadap Rizieq dan seorang wanita Firza Husein terkait dugaan penyebaran percakapan dan foto vulgar pada Senin (29/5/2017). SPDP diserahkan dan berkas kasusnya diserahkan ke Kejati DKI Jakarta. Dalam hal ini, Habib Rizieq Shihab Habib Rizieq dijerat Pasal 4 ayat (1) juncto Pasal 29 dan/atau Pasal 32 Undang-Undang 44 Tahun 2008 tentang Pornografi, serta Pasal 27 ayat (1) juncto Pasal 45 ayat (1) UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Dibalik tuduhan tersebut, banyak pihak yang menilai kasus dugaan pornografi Habib Rizieq Shihab Direkayasa. Benarkah?
Fakta Kasus Dugaan Pornografi Habib Rizieq Shihab Direkayasa?
Habib Rizieq Shihab (Foto: INT)
Dengan tegas Riziq menyangkal tuduhan adanya percakapan berbau pornografi di aplikasi WhatsApp dengan wanita yang diduga Firza Husein. Rizieq menyatakan itu adalah fitnah dan penuh rekayasa. Namun menurut Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono, penyidik yang menangani kasus ini telah memeriksa sejumlah saksi ahli untuk membuktikan kebenaran dan keorisinilan alat bukti berupa percakapan WhatsApp dan foto-foto syur yang diduga Firza Husein.

Saksi ahli pengenal wajah dari Indonesia Automatic Fingerprint Identification (Inafis) Kepolisian RI, Heri Cahyono, menyatakan dokumentasi Firza Husein yang tersebar dalam laman Baladacintarizieq.com yang menyeret pemimpin Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Syihab, asli. Ahli informasi dan teknologi, Abimanyu, yang diminta menguji bukti percakapan Rizieq dan Firza di media sosial WhatsApp, juga menyatakan bukti itu asli dan bukan rekayasa.

Baca juga: Heboh, Dugaan Tindakan Persekusi Atas Bocah 15 Tahun

Kuasa hukum Rizieq Shihab, Kapitra Ampera juga pernah menyampaikan bahwa kliennya telah lama tak memegang telepon genggamnya dan tidak pernah bepergian sendiri.

"Dia nggak punya handphone sejak aksi bela Islam. Habib tidak punya ruang untuk melakukan seperti itu," kata dia saat dikonfirmasi soal kabar beredarnya video rekaman dan transkrip percakapan yang diduga dilakukan dengan Firza Husein, Senin (30/1/2017).

Namun, pada Senin (5/5/2017), juru bicara Kepolisian Daerah Metro Jaya, Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono menyebutkan bahwa polisi telah menyita ponsel Rizieq Syihab dari orang bernama Edo. Dia mengatakan Edo mengatakan mendapat ponsel itu dari Muchsin, ajudan Rizieq.

Habib Rizieq Shihab Dimasukkan Daftar Pendarian Orang (DPO)

Habib Rizieq Shihab saat ini dimasukkan sebagai daftar pencarian orang (DPO) oleh pihak kepolisian. Setelah Polda Metro Jaya menerbitkan surat perintah penjemputan paksa pada (15/5/2017), keberadaan Habieb Rizieq Syihab belum diketahui pasti. Menurut Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono, ada informasi awal kalau Rizieq berada di Malaysia. Adapun penyidik yang menangani kasus ini menduga Rizieq berada di Arab Saudi sejak 26 April 2017 guna mangkir dari panggilan kepolisian. Namun, menurut Kuasa hukum Rizieq Syihab, Kiagus Choiri, kliennya berada di Arab Saudi melakukan ibadah umrah. Riziq juga sempat diberitakan sedang dalam proses menyelesaikan disertasinya di Universitas Sains Islam Malaysia. 

Keterangan Kiagus Choiri ini pun dipertanyakan. Riziq Shihab yang bahkan dalam laman tempo.go.id dijelaskan sebuah asumsi, jika benar informasi dari Kiagus Choiri bahwa Rizieq Syihab dan keluarga kini tengah menjalani ibadah umrah di Arab Saudi, maka visa apa yang ia pakai? Visa turis atau visa umrah? 

Sementara itu, Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Polisi M Iriawan sebelumnya pernah menyampaikan keyakinannya bahwa pimpinan Rizieq Shihab akan pulang ke Indonesia guna menghadapi proses hukum.

"Saya yakin beliau warga negara yang baik untuk pulang ke Indonesia," kata Irjen Polisi M Iriawan di Jakarta, Selasa (6/6/2017).

Walaupun tersiar kabar Habib Rizieq Shihab akan pulang pada 17 Ramadhan yang bertepatan dengan 12 Juni. Namun polisi menyatakan belum bisa mengkonfirmasi kabar tersebut. Pada akhirnya, terhitung sejak Rabu (31/5/2017) lalu Polda Metro Jaya memasukkan Rizieq ke dalam DPO atau buron. Selebaran berisi foto dan keterangan singkat terkait Rizieq sebagai buronan, sudah disebar di Polres dan Polsek. Pihak kepolisian pun menyatakan akan menyebarkan pula di berbagai tempat umum.

"Sudah kita sebarkan ke polres-polres ya. Nanti dari polres ke polsek," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono di Markas Polda Metro Jaya Senayan Kebayoran Baru Jakarta Selatan, Senin (5/6/2017).

Argo menjelaskan, penyebaran identitas dan foto Habib Rizieq Shihab ini bertujuan agar masyarakat nantinya melaporkan apabila menemukan Habib Rizieq Shihab. Hal ini menurut Argo dilakukan sebagai Standar Operasional Prosedur.

"Ya namanya SOP (Standar Operasional Prosedur) sudah kita lakukan, yang namanya DPO," ujar Argo.

Pada proses berikutnya, pihak kepolisian melimpahkan berkas kasus Habib Rizieq Shihab ini kepada Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta. Kejaksaan Tinggi pun telah menerima berkas yang dikirimkan Polda Metro Jaya ini.

"Berkas perkara yang InsyaAllah hari Selasa akan ekspos (gelar perkara) dan ditentukan sikapnya apakah dikembalikan dengan petunjuk atau P21 (berkas lengkap)," kata Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Umum (Jampidum) Noor Rachmad di Gedung DPR, Jakarta, Senin (5/6/2017).

Tanggapan Publik

Kasus yang menjerat Habib Rizieq Shihab ini mengundang perhatian dan tanggapan publik yang beragam. Tidak sedikit yang menuding kasus ini adalah bentuk rekayasa. Berkenaan dengan tuduhan itu, Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Polisi M Iriawan menyatakan hal itu sulit dilakukan karena penyidik harus memeriksa 13 saksi ahli terkait dugaan penyebaran percakapan dan foto berkonten pornografi itu. Dalam kaitannya dengan isi konten yang disangkakan, hasil analisa ahli hukum pidana dari Universitas Trisakti, Effendy Saragih menyebutkan bahwa kasus tersebut telah memenuhi unsur pidana.

"Jadi saya bilang sesuai dengan fakta yang ada, yang dikumpulkan oleh penyidik, ya memenuhi unsur pidana, seperti ada foto-foto, pengiriman, bahkan itu diminta dan disuruh mengirimkan gambar," ujar Effendy di Mapolda Metro Jaya, Selasa (16/5/2017).

Beberapa media internasional pun menyoroti kasus Habib Riziq Shihab ini. New York Times misalnya, membuat pemberitaan dengan judul “Moralis garis Indonesia dihadapkan pada pidana pornografi”. Dalam pemberitaannya disebutkan, ada seorang tokoh masyarakat, terjerat sebuah skandal yang melibatkan pornografi atau disebut hubungan di luar nikah, biasanya dikenal dengan pemimpin Front Pembela Islam (FPI) yang merupakan sebuah kelompok garis keras yang berpengaruh. Begitupun di media Reuters disebutkan bahwa Indonesia menetapkan pemimpin Islamis menjadi seorang tersangka pada kasus pornografi. Mereka juga menuliskan mengenai Presiden Joko Widodo yang sudah mengambil sikap yang tegas mengenai fundamentalisme serta mengatakan bahwa presiden tidak akan mentolerir invidivdu atau juga organisasi yang telah mengabaikan ideologi negara Indonesia, Pancasila serta mengancam pluralisme yang ada di Indonesia.

Baca juga: Viral, Puisi Panglima TNI 'Tapi Bukan Kami Punya' di Rapimnas Golkar Tuai Kontroversi

Di pihak lain, seperti yang diberitakan dalam laman gemarakyat.id, pengacara Firza Husein, Aziz Yanuar membeberkan sejumlah bukti bahwa perkara itu rekayasa. Di antaranya, foto tanpa busana dan pesan mesum beredar setelah telepon genggam milik Firza Husein berada di tangan penyidik. Telepon genggam itu disita ketika Firza ditangkap pada (2/12/2016) soal kasus dugaan gerakan makar.

“Sehingga konten pornografi yang beredar luas baik dalam bentuk chat maupun foto diduga terkait dan mirip FH (Firza Husein), muncul setelah HP dan WA disita pihak kepolisian. Dan merupakan hasil case building dari pihak penyidik, yang semula menyidik tindak pidana makar terhadap FH,” ujar Aziz, Jumat (19/5/2017).

Selain itu, menurut Aziz, kuat dugaan foto yang menyebar itu hasil proses editing. Sebab, pada foto wanita tanpa busana yang tersebar, terdapat ikon-ikon tertentu. Aziz juga mengungkapkan, Firza tidak pernah membuat, menyimpan dan menyebarkan foto serta pesan singkat berisi konten pornografi.

“Oleh karenanya perkara ini jelas dibangun dengan menggunakan foto dan fake WA chatting hasil proses editing,” ujarnya.

sumber: kompas.com
Read more

Setelah Viral, Wanita Nyaris Bugil Di Jakarta Akhirnya Ditangkap Polisi

Apotek Roxy di Jalan Mangga Besar, Tamansari, Jakarta Barat beberapa waktu lalu  dihebohkan oleh kehadiran seorang pengunjung wanita tanpa busana yang datang membeli obat (5/6/2017). Aksi wanita tanpa busana ini terekam pada Jumat malam lalu dan viral di media sosial. Setelah viral, wanita nyaris bugil ini pun akhirnya ditangkap polisi. Seorang saksi mata yang berada di lokasi kejadian, Rohman, menuturkan bahwa wanita tersebut terlihat sedih dan berjalan tergesa saat menuju taksi mewah yang hendak ditumpangi saat video tersebut direkam.
Setelah Viral, Wanita Nyaris Bugil Di Jakarta Akhirnya Ditangkap Polisi
Penampakan wanita nyaris tanpa busana di Jakarta (INT)
Dalam rekaman video yang beredar, terlihat wanita yang melakukan aksi tak senonoh tersebut bukanlah wanita yang memiliki gangguan kejiwaan. Hal ini terlihat dari perilakunya setelah keluar dari apotek, wanita yang diduga berkewarganegaraan asing ini sempat memberikan uang kepada seorang pengemis, lalu pergi meninggalkan apotek dengan menggunakan taksi mewah.
"Yang saya lihat, dia langsung jalan cepat, terus ditutupi gitu mukanya, terus masuk ke dalam taksi hitam," kata Rohman, seorang penjaga warung rokok di lokasi tersebut.
Dalam video itu juga terdengar ucapan keheranan yang diduga merupakan sosok yang mengabadikan peristiwa tersebut. Dia berujar mengapa perempuan tersebut tidak menggunakan busana saat berbelanja.

Baca juga: Makin Meresahkan, Sejumlah Gay Ditangkap Polisi Saat Pesta Seks

Setelah videonya viral, akhirnya Polisi berhasil menangkap VM (5/7/2017) yang diduga perempuan yang nyaris telanjang tersebut. Polisi mengamankan wanita berinisial VM (25) pada Senin, 5 Juni 2017, malam sekitar pukul 19.00 WIB. Ia diamankan saat berada di apartemen bilangan Kuningan, Jakarta Selatan, seorang diri. VM pun digelandang ke RS Polri Kramatjati guna menjalani tes urine dan tes kejiwaan. 
"Sudah dilakukan tadi bersama dengan Polda Metro Jaya Direktorat Narkoba, hasilnya negatif narkoba tetapi positif untuk obat penenang," kata Kapolsektro Tamansari AKBP Erick Frendriz, di Jakarta, Selasa (6/6/2017).
Wanita yang juga terekam jalan kaki tanpa busana pada siang hari itu akan menjalani serangkaian pemeriksaan lebih lanjut.
"Dia dibawa ke Rumah Sakit Kramatjati. Akan diperiksa kejiwaannya," tambah Erick.
Selain itu kata Erick, penyidik juga akan memeriksa keluarga VM untuk menjelaskan kondisi kejiwaan VM beserta bukti medis yang mengarah pada pengobatan VM. Dari hasil pemeriksaan kejiwaan tersebut nantinya pihak penyidik akan menentukan langkah penyelidikan, apakah pihak kepolisian akan mengambil langkah hukum atau tidak terhadap kasus ini.

Kejadian di atas menjadi satu dari sekian contoh perubahan yang sangat signifikan terjadi dalam perilaku bermasyarakat di Indonesia, khususnya di Ibu kota Jakarta. Budaya malu dan budaya ketimuran semakin hari semakin terkikis. Tata krama dan sopan santun dalam berhias (khususnya wanita) bukan lagi pertimbangan utama sebelum mengenakan pakaian.

Sumber: liputan6.com 
Read more

Monday, June 5, 2017

Heboh, Fakta Di Balik Pemakaman Yana Zein

Pemberitaan tentang kematian artis sinetron senior Yana Zein pekan ini mengundang kehebohan dan perhatian publik. Sebelum tutup usia, Yana melewati perjuangan panjang melawan kanker payudara yang dideritanya. Setelah pihak rumah sakit mengumumkan kematian ibu dari dua anak gadis ini (1/6/2017), jenazah Yana dimakamkan secara Islam di TPM Bulak Lebar, Cinere, Depok, Jawa Barat (2/6/2017). Setelah dimakamkan, ada beberapa fakta menarik di balik pemakaman Yana Zein ini, berikut ulasannya.
Heboh, Fakta Di Balik Pemakaman Yana Zein
Suasana Pemakaman Mendiang Yana Zein (Foto: tribunnews.com)
Rencana awal, keluarga akan memakamkan Yana secara Kristen. 

"KTP-nya (Yana Zein) aja Kristen. Kalau saya mau dikuburkan dengan Kristen. Agama semua sama, saya kira Yana berhak memilih. Yana ada tantatangan sendiri kalau dia jadi Kristen" tandas Swetlana.

Namun, rencana itu berubah setelah ayahanda dari almarhumah, Nurzaman Zein hadir dan bersikeras memakamkan anaknya secara islami. 

"Jadi, saya ke sini baru datang dari Sumatera dan niat saya adalah mengembalikan akidah anak saya kembali ke Islam. Saya mau memakamkan anak saya secara Islam supaya dia masuk surga" jelas Nurzaman.

Setelah perdebatan yang cukup alot, akhirnya keluarga bersepakat memakamkan Yana Zein secara Islam. Jenazah Yana yang sudah rapih di dalam peti jenazah pun lantas dimandikan dan dikafani sesuai dengan anjuran agama Islam. Setelah itu, Yana Zein disalatkan di masjid kawasan Cinere, Depok sebelum dikebumikan di Tempat Pemakaman Umum terdekat dari masjid tersebut. 

Baca juga: Menguak Fakta, Sensasi dan Pesan Setelah Kepergian Julia Perez

Sahabat Yana Zein yang juga hadir di rumah duka, Ayu Azhari tak ingin banyak berkomentar tentang kisruh prosesi pemakaman Yana Zein yang terjadi di keluarganya. Namun menurutnya, Yana Zein memang sejak kecil adalah seorang muslim.

"Dari kecil tuh sama kayak saya, seorang muslimah" ucap Ayu Azhari di rumah duka RS Fatmawati, Jakarta Selatan, Jumat (2/6/2017).

Ayu pun bersyukur perdebatan yang sempat terjadi antara pihak keluarga akhirnya bisa diselesaikan, kerena menurutnya Yana Zein adalah seorang sahabat yang baik dan sangat menghargai keyakinan orang lain.

"Menurut saya Yana itu orang yang sangat menghargai orang dalam agama lain. Dia nggak suka berargumen soal politik, apalagi agama. Yana itu tidak mau secara dalam berargumen soal itu, dia selalu menghindar. Yang saya tahu kepada almarhumah itu taat kepada ibunya, kepada bapaknya. Taat kepada orangtuanya" ungkapnya.

Selain itu, hadir pula sahabat mendiang yang lain, Andi Soraya. Andi Soraya mengaku bersyukur sahabatnya dimakamkan secara Islam. Ia mengungkapkan ucapan terimakasihnya kepada ayahanda Yana Zein, Nurzaman Zein yang menurutnya datang di waktu yang tepat.

“Terimakasih om Nurzaman Zein Ayahanda Yana Zein yang sudah menyelamat kan Yana. Karena memang terakhir yang kami tau tidak lama sebelum Yana berpulang, Yana masih mengucapkan 2 kalimat syahadat, Sehingga kami juga bingung kalau Yana berada di rumah duka.”tulis Andi Soraya di akun instagram miliknya (2/6/2017).

Andi Soraya mengungkap kenyataan tersebut lantaran berharap dengan apa yang diutarakannya, masyarakat tidak lagi bingung dan mempersoalkan kehadiran ayah Yana Zein yang tiba-tiba hanya untuk meminta Yana Zein dimakamkan secara islam.

“Sekali lagi kami bersyukur om masih memegang teguh pertanggung jawaban Dunia akhirat kpd Allah SWT atas anak om sahabat ku Yana Zein. Maaf semoga ini tdk menyinggung pihak-pihak lain maupun agama apapun. Semoga ini dapat menjawab pertanyaan dan kebingungan teman-teman natizenku" Tambahnya.

Meninggalnya Yana Zein menyimpan duka mendalam dari banyak pihak, apalagi mendiang Yana Zein meninggalkan dua orang putri remaja yang masih belia, Aurelia Callista Carilla dan Alika Pandora Salvine.

Sisi Lain

Ada sisi lain yang menarik di balik pemakaman Yana Zein. Laman gemarakyat.id mengulas kaitan prosesi pemakaman Yana Zein Rumah yang gaduh akibat perselisihan Sang ibu dan ayah Yana sebelum pemakaman di atas. Menurut laman tersebut, pemakaman Yana Zein ini menjawab tulisan 'warisan' Afi Nihayah Faradisa.

Baca juga: Facebook Lumpuhkan Akun Afi Nihaya Faradisa Karena 'Warisan'?

Dijelaskan bahwa kisah pilu ini membuktikan bahwa agama bukanlah warisan. Keimanan seorang manusia tidak diturunkan otomatis dari ayah dan ibunya. Jika memang warisan, Yana  Zein pasti beragama Islam dan tak perlu ada kericuhan saat akan dimakamkan. 

"Bagi orang beriman, tulisan Afi dan kematian Yana Zein yang terjadi saat bersamaan harus dilihat dalam kacamata keimanan. Bahwa inilah campur tangan Allah swt untuk memberi bukti tidak ada "agama warisan". Dan jika masih ada di antara kita yang membenarkan tulisan Afi meski Allah swt sudah "membantahnya" melalui kematian Yana Zein, saya tak tahu dengan cara apalagi Dia harus memberi petunjukNya" Erwyn Kurniawan dalam laman wajada.net (3/6/2017).

Di luar dari fakta-fakta lain yang diberitakan oleh media, kita sebagai manusia menjadi penting untuk menjadikan setiap peristiwa kematian sebagai pelajaran serta jalan mengingat Sang Pencipta serta hari pembalasan. Berkenaan dengan tanggapan anda tentang kejadian di atas, silahkan menuliskannnya di kolom komentar.

Sumber: bintang.com
Read more

Sunday, June 4, 2017

Terungkap, 'Warisan' Afi Nihaya Faradisa Adalah Milik Mita Handayani

Setelah sempat viral di media sosial dalam beberapa pekan, kini terungkap tulisan 'warisan' Asa Firda Inayah (18) alias Afi Nihaya Faradisa adalah hasil plagiat dari tulisan milik Mita Handayani. Hal ini terungkap setelah beredarnya hasil screenshot perbandingan tulisan dengan judul 'Warisan' yang diupload akun Afi Nihaya Faradisa dan tulisan berjudul 'Agama Kasih' milik akun Mita Handayani. Awalnya, Afi berusaha mengelak dari tuduhan plagiarisme, namun pada akhirnya aia harus mengakui kesalahannya setelah Mita Handayani memberikan penjelasan melalui akun facebook miliknya atas tulisan tersebut. Dalam keterangannya, Mita mengungkapkan bahwa tulisan tersebut memang adalah buah pikirannya yang ditulis tahun 2016 silam.
Terungkap, 'Warisan' Afi Nihaya Faradisa Adalah Milik Mita Handayani
Asa Firda Inayah Saat Bertemu Presiden Joko Widodo (Foto: tribunnews.com)
Berikut isi lengkap pernyataan Mita Handayani yang diposting Kamis (1/6/2017);

Jadi gini..

Betul. Aku pernah menulis sebuah catatan ringan pada Ramadan tahun lalu yang berjudul "Agama Kasih", yang screenshot-nya beredar saat ini. Tulisan itu masih serangkai dengan "Lampu Sang Khalifah" yang juga tayang di tanggal yang sama. Keduanya aku tulis untuk meramaikan momen Ramadan saat itu, dan sebenarnya justru lebih ditujukan kepada segmen pembaca anti Islam agar bisa mengapresiasi sisi lain Islam yang mungkin jarang mereka dengar. Bahwa Islam tidak monolitik, bahwa Islam juga terdiri dari kutub-kutub tafsir yang saling berkompetisi. Dan bahwa sebagian kutub itu juga menyajikan wajah Islam yang sejuk.

Sejak dulu, tulisanku sudah biasa disalin, diproduksi ulang, dan disebar orang lain di grup dan tempat-tempat yang kadang aku sendiri tidak tahu. Aku tidak pernah ambil pusing soal itu. Menulis bagiku adalah soal lain. Meminjam istilah Pram: bekerja untuk keabadian. Dan dalam konteks ini, bukan nama yang ingin kuabadikan.

Aku tidak pernah mengenal dan berkomunikasi dengan Afi Nihaya Faradisa sebelum ramai-ramai ini. Kalau Afi merasa terinspirasi oleh salah satu tulisanku, aku ikut merasa senang. Afi anak yang cerdas, dan aku sudah sering melihat tulisannya bertebaran juga sebelum ini. Kalau ada kesalahan fatal yang Afi lakukan, itu adalah karena belakangan ini dia mulai berani menyentuh isu agama, sehingga mengundang gelombang pembenci baru yang siap mencari-cari dan menguliti semua kesalahannya yang lain.

Baca juga: Facebook Lumpuhkan Akun Afi Nihaya Faradisa Karena 'Warisan'?

Terkait tulisan yang ramai diperbincangkan, yang bisa kukatakan adalah, tulisan itu mungkin berangkat dari keprihatinan Afi terkait aksi Bom Kampung Melayu sebelumnya. Tulisan itu ditayangkan Afi dalam niat untuk membela nama agamanya dari tuduhan terorisme dan kebencian. Dia merasa perlu segera menanggapi, dan mungkin berpikir bahwa tulisan itu adalah respons yang tepat.
Aku pernah salah. Kamu pernah salah. Kita semua pernah salah. Jika usaha Afi kali ini dianggap kesalahan, aku mohon dimaafkan. Mungkin kita yang terlalu membebaninya, sehingga Afi merasa memiliki tugas moral untuk terus menginspirasi pembacanya, terutama di waktu-waktu genting ketika justru yang lebih tua tak bisa diandalkan untuk menyejukkan keadaan. Afi merasa harus berbuat sesuatu, dan jika itu salah, mohon dimaafkan.

AKu pernah salah. Kamu pernah salah. Kita semua pernah salah. Tak apa-apa, sayang.. matahari masih terbit esok hari. Kamu akan terbang lebih tinggi lagi, dengan sayap yang lebih kuat lagi, dan pengalaman hidup yang lebih kaya lagi dari kebanyakan manusia.

PS: Oh iya, soal referensi lalat yang dipermasalahkan. Betul itu salah referensi, thanks ya koreksinya. Yang betul adalah dari Kitab Fayd Al-Qadir karya Imam Al-Munawi.

Pengakuan dan Ungkapan Maaf Afi Nihaya Faradisa

Setelah penjelasan dari Mita Handayani di atas, beragam respon dan komentar pun membanjiri dunia sosial media tak terkecuali Afi Nihaya Faradisa. Afi sendiri akhirnya menyampaikan maafnya, seperti dikutip detik.com, Sabtu (3/6/2017) pukul 12.05 WIB. 

"Apakah aku pernah melakukan plagiasi? Ya. Kita semua pernah. Siapa yang tidak pernah melakukannya? Mulai dari tugas sekolah sejak SD, makalah kuliah, ujian, sampai caption foto di media sosial," sebut Afi.


Terungkap, 'Warisan' Afi Nihaya Faradisa Adalah Milik Mita Handayani
Perbandingan tulisan akun FB Afi Nihaya Faradisa dan Mita Handayani (Foto: INT)
Secara lengkap, permohonan maaf tersebut dituliskan dalam akun Afi Nihaya Faradisa berikut:

Ayah tahu kamu hanya berusaha untuk melakukan banyak hal pada orang lain, seperti nama yang ayah berikan padamu: inayah, begitulah ayahku memulai percakapan kemarin.

Tapi jika kamu malah menerima 'kehancuran' sebagai balasan atas semua hal yang selama ini sudah kamu lakukan, maka berhentilah. Biarkan saja. Apa yang bisa kamu harapkan lagi ketika ketulusan dan kepedulianmu ramai-ramai diludahi?

Seketika tangisku pecah.

Aku sendiri tahan dibully dan dicaci maki, tapi ketika orangtuaku mengetahuinya, mereka adalah orang pertama yang paling terluka.
Seperti ayahku, mungkin aku juga sama seandainya aku sudah jadi seorang ibu. Kurasa semua orang tua juga begitu. Maka, aku bersumpah takkan melakukan sesuatu pada anak orang lain jika aku sendiri tidak mau hal itu terjadi pada anakku.

Hanya orangtuaku, hanya mereka lah yang tetap menyayangiku entah aku menulis atau tidak, entah aku pintar atau bodoh, entah aku sempurna atau cacat.

Aku tahan jika pun diserang habis-habisan, tapi aku tak tahan melihat orangtuaku bersedih karena hal itu. Maka, aku sempat menutup akun ini selama sehari.

Apakah aku pernah melakukan plagiasi? Ya.

Kita semua pernah. Siapa yang tidak pernah melakukannya? Mulai dari tugas sekolah sejak SD, makalah kuliah, ujian, sampai caption foto di media sosial. Kalaupun kita mengklaim punya hak cipta atas suatu gagasan yang brilian, maka gagasan tersebut tetaplah akumulasi dari segala hal yang berhasil kita serap sehari-hari.

Tak ada gagasan yang benar-benar murni, asli.

Kebetulan saja hanya aku yang tersorot, karena WARISAN sangat viral. Media serta orang-orang yang bahkan tidak pernah mengenalku sama sekali secara tiba-tiba memuji dan memaki, mengagumi dan membenci.

Mereka mulai menelisik segala hal tentang gadis 18 tahun ini, mencari dengan sedetil-detilnya apa yang ada di sana.
Aku tahu, terhadap WARISAN, begitu banyak orang yang tidak sepaham. Akunku sempat mati karena dilaporkan massal, pemiliknya pun diancam akan dimatikan.

Akhirnya sekarang mereka menemukan amunisi yang tepat untuk melampiaskan kebencian, untuk menghujamku dalam-dalam.

Tanpa mengesampingkan apa-apa, SATU kelemahan yang tidak menyakiti siapapun kemudian menjadi masalah besar yang lebih penting untuk diurusi daripada memperbaiki hidup mereka sendiri.

Tapi, terlepas dari semuanya, Afi tetaplah Afi, anak yang sudah menulis diary sejak SD, menulis artikel dan berbicara di depan publik sejak SMP, dan tidak hanya suka membaca buku-buku pelajaran saja.

Aku bisa kehilangan apapun, tapi aku tidak akan pernah kehilangan diriku.

Orang-orang yang mengikuti akunku sejak lama pasti tahu, aku hanya mencoba melakukan segala hal yang bisa kulakukan untuk berkontribusi bagi negara ini.

Melalui pena dan sosial media, aku hanya berharap bisa memberikan manfaat bagi pembaca, bagi Anda semua.

I'm sorry, I'm not perfect.
And I will never be. 

Reaksi Netizen

Sampai berita ini diturunkan, permohonan maafnya Afi melalui akun facebook miliknya ini telah dibagikan lebih dari 3 ribu kali, 39 ribu tanggapan. Ragam komentar pun bermunculan baik yang kontra maupun yang masih memberikan dukungan terhadap Afi. Dari 9,4 ribu komentar, berikut beberapa di antaranya:

Terungkap, 'Warisan' Afi Nihaya Faradisa Adalah Milik Mita Handayani
Terungkap, 'Warisan' Afi Nihaya Faradisa Adalah Milik Mita Handayani
Selain itu, Pakar komunikasi dari UIN Syarief Hidayatullah, Edy Effendi, juga turut menyoal plagiarisme yang dilakukan Afi melalui akun twitternya. Terutama setelah dosen UI Rheinald Khasali “membela” Afi. 

“Orang kalau bela Jokowi dan Ahok, kenapa jadi keblinger ya. Sekelas profesor saja ngawur blas maknai plagiarisme. #RheinaldKeselek,” sindir @eae18.

Menurut Edy, tidak saja guru besar yang ‘tertipu’ Afi, tetapi juga menteri, bahkan Presiden. 

“Presiden, menteri, guru besar tertipu Afi. Ini memang negeri sulapan. Jadi presiden pun dengan cara-cara sulapan,” tulis @eae18.

Sebelumnya, politisi Partai Demokrat, Umar Syadat Hasibuan, bereaksi keras soal cuitan @ayiputri99, yang diyakini milik Afi. “Mas @cakiminpkb tolong ya pertimbangkan ide PKB yang mau jadikan AFI Duta Pancasila. Lihat tweet dia ini yang hina Presiden ke 6 RI,” tegas Umar Syadat di akun Twitter @Umar_Hasibuan.

Baca juga: Gilang Kazuya Shimura Tanggapi 'Warisan' Milik Afi Nihaya Faradisa

@Umar_Hasibuan juga menulis: “Duh AFI ternyata otak kamu ini otak bani keplak. Akhirnya kebusukan mu terbuka juga. Wah plagiator seperti kamu gila saja jadi duta Pancasila.” @Umar_Hasibuan meretweet akun @riayuanita67 yang memantau kicauan @ayiputri99
Terungkap, 'Warisan' Afi Nihaya Faradisa Adalah Milik Mita Handayani
Peristiwa di atas menjadi pelajaran bagi kita, bahwa selain niat yang harus baik, gagasan yang baik, kita juga harus bijak menggunakan media sosial dan menghargai karya orisinil dari orang lain. Oleh karena, kita telah hidup di era digital, era dimana kita terhubung tanpa batas dengan orang lain. Jujur pada diri dan orang lain adalah kunci atas semua itu.

Read more

Saturday, June 3, 2017

Heboh, Dugaan Tindakan Persekusi Atas Bocah 15 Tahun

Beberapa hari terakhir Indonesia kembali digegerkan dengan pemberitaan dugaan persekusi. Dugaan tindakan persekusi yang dilakukan atas bocah berinisial PMA (15) yang dianggap menghina Habib Rizieq Shihab melalui status di Facebooknya. Tindakan persekusi ini dilakukan oleh satu orang warga (Matsunin) dan seorang anggota Front Pembela Islam (Abdul Mujid). Saat ini (3/6/2017) dijadikan tersangka oleh pihak Polda Metro Jaya setelah memukul korban di Cipinang Muara, Jakarta Timur.
Heboh, Dugaan Tindakan Persekusi Atas Bocah 15 Tahun
Tersangka Dugaan Persekusi (Foto: detik.com)
Kronologis Terjadinya Dugaan Tindakan Persekusi

Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Hendy Febrianto Kurniawan dalam laman jawapos.com (2/6) menjelaskan kronologis terjadinya dugaan tidakan persekusi ini. Menurutnya, persekusi ini bermula ketika korban memposting status di Facebooknya. Saat itu ada rekan korban yang menegur dan meminta alamat kediaman korban. Diduga kuat, rekan korban itulah yang menyambungkan ke FPI hingga akhirnya terjadi insiden persekusi. Menurut dia, bila tertangkap nanti, keterangan rekan korban ini akan disambungkan, apakah benar dia yang memberitahukan ke FPI.

"Ada satu orang temannya Mario, yang sementara kita cari. Kita upayakan penangkapan. Awalnya, dari postingan Facebook-nya itu. Kemudian, ada seorang temannya, yang menegur, 'kamu tidak boleh menghina', dan sebagainya. Terus, minta alamatnya. Begitu dikasih alamatnya, nanti umat Islam yang akan datangin kamu," tutur Hendy.

Baca juga: Kasus Dugaan Pornografi Habib Rizieq Shihab Direkayasa?

Namun Hendy belum bisa memastikan, apakah yang memberitahu ke FPI itu adalah rekan sekolah korban atau hanya rekan di Facebook. "Via Facebook, iya teman sekolah juga. Ini masih kita dalami. Karena bermula dari situ, ada kita capture, screenshot semua, data komunikasinya. Ada temannya yang mengancam," tambahnya.

M lalu dibawa ke kantor RW 03 di Kelurahan Cipinang Muara. Saat M berada si kantor tersebut, ada juga orang yang berjaga di lokasi. Dari video yang viral, tampak sekelompok orang mengelilingi M lalu ada yang sempat memukulnya (1/6/2017). Saat itu, polisi mengatakan ada pemukulan kepada M berdasarkan video yang beredar.

Saat ini, Polisi menunggu korban membuat laporan dan segera mengusut soal dugaan penganiayaan. 

"Laporan polisi ini terkait dengan penganiayaan yang dialami oleh M di mana M masih berumur 15 tahun, kemungkinan dijerat dengan pasal penganiyaan anak di bawah umur atau pengeroyokan," ujarnya.

Sementara itu, juru bicara FPI Slamet Maarif menuturkan, anggota FPI hadir di lokasi agar tidak ada masyarakat yang main hakim sendiri.

"Itu anak menghina ulama terutama Habib Rizieq lewat postingan dan menantang umat Islam, masyarakat tidak terima cari tuh anak untuk dinasihati dan janji untuk tidak mengulangi, anak FPI hadir untuk memastikan tidak ada main hakim sendiri," kata Slamet dalam laman detik.com (1/6/2017).

Apa Itu Persekusi?

Apa itu persekusi? Persekusi berasal dari bahasa Inggris persecution yang berarti perlakuan buruk atau penganiyaan secara sistematis oleh individu atau kelompok terhadap individu atau kelompok lain, khususnya karena suku, agama, atau pandangan politik. Persekusi adalah merupakan salah satu jenis kejahatan kemanusiaan yang didefinisikan di dalam Statuta Roma Mahkamah Pidana Internasional. Adapun indikator munculnya persekusi yaitu timbulnya penderitaan, pelecehan, penahanan, ketakutan, dan berbagai faktor lain. Namun, hanya penderitaan yang cukup berat yang dapat dikelompokkan sebagai persekusi.
Wakil Ketua Umum MUI Zainut Tauhid menerangkan bahwa persekusi biasanya terjadi karena adanya posting-an seseorang di media sosial yang bermuatan ujaran kebencian, fitnah, hingga penghinaan. Inilah yang kemudian memicu kemarahan kelompok tertentu.

"Untuk hal tersebut MUI meminta kepada semua pihak khususnya kepada kelompok masyarakat yang ingin melaksanakan tugas dakwah 'amar ma'ruf nahi munkar', hendaknya dalam melaksanakan tugas dakwah sesuai dengan koridor hukum, dan tidak boleh dengan cara-cara yang melanggar hukum," imbuh Zainut.

Dia juga meminta agar aparat kepolisian cepat menindak jika ada yang melakukan persekusi. Sebaliknya, oknum yang melakukan ujaran kebencian juga harus ditindak oleh polisi.

Respon Publik

Dugaan tindakan persekusi ini mengundang ragam respon publik termasuk dari presiden Republik Indonesia. Presiden RI merespon kejadian dugaan Persekusi usai dirinya menghadiri Kajian Ramadan di Kampus Universitas Muhammadiyah Malang, Jawa Timur, Sabtu (3/6/2017). Menurutnya, persekusi adalah tindakan melawan hukum yang berlaku.

"Persekusi berlawanan dengan asas-asas hukum negara. Sangat berlawanan dengan asas-asas hukum negara. Jadi perorangan maupun kelompok-kelompok maupun organisasi apapun tidak boleh main hakim sendiri, tidak boleh," tegas Jokowi saat ditanya .

Menurut Jokowi, jika aksi persekusi dilakukan dengan alasan menegakkan hukum namun tak melibatkan aparat. Hal itu tidak dibenarkan. 

"Tidak boleh dan tidak ada. Kita bisa menjadi negara barbar kalau hal seperti ini dibiarkan," kata Jokowi.

Tanggapan serupa juga datang dari Anggota Komisi III DPR, Syarifudin Sudding. Ia mengatakan bahwa penegak hukum harus mengambil tindakan tegas terhadap para pelaku perkusi.

"Ya saya kira itu merupakan tindakan yang tidak bisa dibenarkan ya. Sikap toleransi harus kita kedepankan. Saya kira penegak hukum harus mengambil tindakan tegas terhadap persekusi, apalagi dilakukan orang-orang yang minoritas. Saya kira perlu ada tindakan tegas karena sangat tidak dibenarkan," ujarnya (2/6/2017). 

Tanggapan juga datang dari Komnas HAM yang mengecam tindakan persekusi atau perburuan oleh sekelompok orang yang menimpa remaja M (15), karena M mengunggah status yang dianggap menghina ulama, khususnya Rizieq Syihab. Di sisi lain, Komnas HAM juga meminta polisi memproses M.

"Karena persekusi dilakukan karena ada dugaan tulisan-tulisan yang berorientasi merendahkan martabat manusia, kedua-duanya kami tolak. Jadi, orang yang melakukan tulisan-tulisan atau melalui media sosial yang merendahkan martabat seseorang juga kami tolak, lakukan persekusi juga kami tolak, tidak boleh itu dua dua," sebut Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai di kantornya, Jakarta Pusat, Jumat (2/6/2017).

Oleh karenanya, Natalius menyebut polisi harus adil. Kedua pihak, baik pelaku persekusi dan remaja M, harus diproses. Remaja M dianggap melakukan kekerasan verbal melalui tulisannya di media sosial.

"Jadi kalau dengan demikian, pihak kepolisian harus memproses kedua-duanya. Jadi, tidak bisa hanya memproses orang yang persekusi tetapi orang yang menuliskan, melakukan, misalnya melakukan kekerasan verbal melalui tulisannya yang merendahkan martabat manusia, itu juga harus diproses," cetus dia.

Sementara itu, Juru bicara FPI Slamet Maarif dalam kesempatan sebelumnya menuturkan bahwa anggota FPI hadir di lokasi kejadian  dugaan persekusi agar tidak ada masyarakat yang main hakim sendiri.

"Itu anak menghina ulama terutama Habib Rizieq lewat posting-an dan menantang umat Islam, masyarakat tidak terima cari tuh anak untuk dinasihati dan janji untuk tidak mengulangi, anak FPI hadir untuk memastikan tidak ada main hakim sendiri," kata Slamet melalui pesan singkat. 

Lalu bagaimana pendapat anda terhadap kejadian di atas? Silahkan memberikan masukan pada kolom komentar, semoga menjadi kritik yang konstruktif terhadap permasalahan ini.

Read more

Friday, June 2, 2017

Patut Dicontoh, Perjuangan Petani Yang Menghabiskan 36 Tahun Membuat Irigasi Untuk Menyelamatkan Kampungnya

Cerita perjuangan petani yang menghabiskan 36 tahun membuat irigasi untuk menyelamatkan kampungnya ini memang patut dicontoh. Petani ini berasal dari Desa Caowangba, desa yang terletak jauh di jantung pegunungan Guizhou, sebuah provinsi pegunungan di Cina barat daya. Desa Caowangba memang dikenal sebagai desa yang hidup secara tradisional dan terisolir dari kehidupan modern di Tiongkok. Penduduk yang menghuni kampung ini berkembang dalam masyarakat mandiri atau lebih mengutamakan potensi swadaya masyarakat setempat. Tapi seperti kebanyakan pedesaan yang lain, Desa Caowangba di masa lalu juga memang memiliki banyak masalah seperti masalah kekeringan. Betapa tidak, desa ini terletak ribuan kaki dari atas gunung, mendapatkan air yang terbatas. Bahkan masyarakat setempat menggunkan ransum demi mendapatkan air.
Patut Dicontoh, Perjuangan Petani Yang Menghabiskan 36 Tahun Membuat Irigasi Untuk Menyelamatkan Kampungnya
Huang Dafa, Penduduk Desa Caowangba (Foto: viral4real.com)
Kondisi mendesak ini mendorong seorang petani Desa Caowangba, Huang Dafa bekerja keras untuk menyelamatkan desa dan warganya. Pada akhirnya ia berupaya mengukir gunung sejak 1959 untuk menciptakan sebuah kanal yang mengarah ke sumber air.

Ketika Huang Dafa baru berusia 23 tahun,tepatnya pada tahun 1959, dia memulai karyanya dengan mengukir dan menggali gunung yang mebatasi desanya dari sumber air. Huang Dafa saat itu mulai mengukir gunung, menggali batu untuk menciptakan terowongan dengan harapan bisa menghubungkan desa ke sumber air. Sayangnya, kanal pertama gagal setelah 10 tahun menggali dan mengukir itu.

Baca juga: Dikenal Sebagai Pemimpin Yang Baik, Rumah Kepala Desa Ini Malah Dirobohkan Oleh Warganya Sendiri

Kegagalan tersebut tak membuat Huang Dafa patah arang. Ia merasa bahwa kegagalan ini dikarenakan minimnya pengetahuan yang dimilikinya tentang irigasi. Sadar dengan kekurangan yang dimilikinya, Huang Dafa pun akhirnya meninggalkan desanya dan menuju Fengxiang, di mana dia bisa belajar bagaimana menjadi seorang insinyur di bidang ini. Setelah khatam dengan ilmu tentang cara membuat irigasi yang baik ini ia pun kembali ke desa, dengan tetap memegang teguh rencana revolusionernya. Rencana menaklukkan gunung yang membatasi desanya dengan mengalirkan air yang yang berasal dari sumber air yang berjarak sejauh 7.200 meter dari desanya.

Untuk membangun kanal di sisi tepi gunung, Huang Dafa harus mengukir tebing tiga gunung karst yang tebal, pekerjaan berbahaya yang melibatkan pendakian di tebing pegunungan, mengikat pohon, dan rappelling ratusan meter untuk digali.

Pekerjaan mengukir gunung ini pun berlanjut secara terus menerus dan dilakukan dengan penuh kesabaran dari Hang Dafa. Sampai pada tahun 1995, kanal irigasi megah itu pun akhirnya selesai. Alhasil, Huang Dafa tidak hanya menyelamatkan desanya dengan irigasi ini, tapi juga empat desa tetangga lainnya.

Dari cerita di atas, kita dapat melihat banyak makna dan pelajaran tengang hidup bermasyarakat dan bernegara. Bahwa dibutuhkan pemimpin revolusioner seperti Hang Dafa untuk mengubah kemustahilan, meretas keterbatasan demi kesejahteraan masyarakat. Dedikasi dan cinta untuk bangsa juga menjadi faktor utama dari sukses dari cerita ini.

Sumber: viral4real.com
Read more