Showing posts with label Kontroversi. Show all posts
Showing posts with label Kontroversi. Show all posts

Monday, July 31, 2017

Heboh, Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang Mengamuk Di Pasar Tradisional

Kehati-hatian mengontrol emosi seolah menjadi pekerjaan khusus bagi seorang pemimpin. Emosi yang tidak terkontrol bisa berakibat fatal bagi citra baik seorang publik figur. Seperti halnya yang dialami oleh seorang pria yang disebut-sebut merupakan Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang mengamuk di pasar Tradisional.

Sebuah video yang menunjukkan seorang pria berbaju merah yang mengamuk di pasar tradisional mendadak viral di dunia maya (30/7/2017). Di tengah suasana pasar yang memang terlihat semrawut, pria tersebut membanting buah pisang dan melempar keranjang hingga dua kali. Tak hanya sampai di situ, ia juga menuding-nuding seseorang dengan ekspresi wajah kesal.
Heboh, Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang Mengamuk Di Pasar Tradisional
Pria berbaju merah yang mengamuk dalam sebuah video viral diduga kepala Dinas Perdagangan Kota Padang (Photo: FB)

Akibat aksi pria itu, pengunjung pasar yang sedang melintas terlihat ketakutan. Seorang wanita paruh baya berbaju merah juga terlihat sibuk merapikan barang dagangannya yang terbongkar. Setelah mengamuk, pria itu kemudian pergi dengan mobil hitam berplat merah.

Baca juga: Dikenal Sebagai Pemimpin Yang Baik, Rumah Kepala Desa Ini Malah Dirobohkan Oleh Warganya Sendiri


Video tersebut diunggah oleh akun Facebook Hanna W Mona, yang hingga Senin (31/7/2017) telah dibanjiri komentar dan telah dibagikan lebih dari 34.800 kali.

"Kejam banget nih Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang, krn mobilnya mau lewat pasar, krn dianggap menghalangi dan bikin susah lewat dagangan para pedagang dari rakyat kecil ini diobrak abrik...dilempar dibuang....ckckckckck. Orang kaya mau lewat orang kecil harus minggir...ckckckkck," tulis akun Hanna W Mona atas video yang diunggahnya.

Ragam Respon dan komentar dari pengguna media sosial Faceebook pun bermunculan atas kejadian dalam video ini.

Probo Yosvidar, "g ada belas kasihan nya itu org apa bukanya.ko tega sekali sih.g segitu jg x," komentar Dhe Lia.
"Viralkan.. biar terkenal.. pencitraan baik tuh. Calon kpla daerah yg tegas persis preman pasar," 

Randy Adi Tama, "..... 100 % tidak mendidik. Bikin Malu Caranya Menertibkan.... emng ngk ada cara halus yah.... Kota Yang Identik Dengan kesejukan dan Keadilan Jadi Tercoreng Colek Pak Walikota Walikota Mahyeldi."

Feti Ressusanti, "Keras dan tegas itu beda, walaupun tipis skali prbedaannya. Banyak cara yg harus dlakukan untk mnrtipkan para PKL tp tdak dg mncampakan dagangan orang macam itu. Apakah pemerntah tau bagaimna dagangan itu bsa ada, darimana mrka mmperoleh dagangannya? Tdkkah para pimpinan tdak brfkr ksana?... itu bkn cara pimpinan untuk mnrtipkan kora khususnya bagi Pdgang kaki lima."

Ochi Callysta, "Jd yg ngehujat ga tau masalah sebenarnya kl orang dablek ya wajar di diperlakukan gt apa lg itu jalanan umum jd berkomentar jgn cm liat satu sisi aja,".

Baca juga: Patut Dicontoh, Perjuangan Petani Yang Menghabiskan 36 Tahun Membuat Irigasi Untuk Menyelamatkan Kampungnya

Pakar Komunikasi Politik dari Universitas Andalas, DR. Asrinaldi mengatakan bahwa secara otoritas, Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang, Endrizal punya kewenangan untuk melarang PKL berjualan di badan jalan.

"Saya rasa caranya yang tidak tepat. Kan bisa memakai cara persuasif, tidak harus seperti itu," ungkap Asrinaldi (30/72017).

Sementara itu, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Pusat Perjuangan Rakyat (Pospera) Sumatera Barat, meminta Kapolda Sumbar segera menangkap Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang. Desakan ini disampaikan Ketua DPD Pospera Sumbar, Taufik Ronaldo sebagai bentuk pernyataan sikap dengan tindakan kasar yang dilakukan Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang, terhadap para pedagang kaki lima (30/7/2017). Menurutnya, tindakan tersebut merupakan sebuah tindakan yang tidak bisa dibenarkan dan dianggap sebagai perbuatan melawan hukum.

"Meskipun para PKL itu melakukan salah, tidak serta-merta tindakan pengrusakan itu bisa dibenarkan, harusnya dia, (Kadis Pergangan,red) tidak perlu ngamuk, tapi harus melalui jalur pendekatan dialog atau pemberitahuan," ungkapnya.

Menanggapi beredarnya video yang membawa namanya, Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang, Endrizal mengatakan bahwa dirinya tidak bersalah.

“Saya tidak mempermasalahkan video yang beredar tersebut. Karena saya yakin apa yang telah dilakukan tidak salah,”ujarnya (30/7/2017).

Endrizal menjelaskan bahwa kejadian tersebut berada di Pasar Raya tepatnya di depan Blok III, sekitar pukul 10.30 WIB. Pada saat itu, mobil yang sedang melewati pasar tidak sengaja hampir menabrak barang dagangan pedagang. Pedagang tersebut langsung marah dan memukul-mukul mobil. Melihat aksi pedagang yang marah tersebut, supir kendaraan turun. 

“Dengan penuh emosi pedagang tersebut langsung memarahi supir dan terus memukul mobil,” tambah Endrizal. 

Berikut potongan video viral yang menggemparkan netizen itu:
Melihat kejadian di atas, menjadi pelajaran bagi kita bahwa saling memahami posisi dalam bernegara amat penting. Pemerintah sabar mengayomi rakyatnya, rakyat juga harus taat pada peraturan yang telah ditetapkan.

Sumber: harianhaluan.com 
Read more

Saturday, July 8, 2017

UNESCO Deklarasikan Kota Hebron Warisan Dunia Palestina, Israel Marah Besar

United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) sebagai Organisasi Kebudayaan PBB baru-baru ini deklarasikan Kota Hebron sebagai situs Warisan Dunia Palestina. Tempat ini dianggap bernilai sejarah dan saat ini dalam bahaya. Alhasil, Israel pun marah besar.
"Situs Warisan Dunia Palestina dalam Bahaya", demikian salah satu potongan isi deklarasi tersebut (7/7/2017).
Keputusan UNESCO tersebut dikeluarkan melalui proses pengambilan keputusan tersebut dalam pertemuan di Krakow, Polandia. Keputusan ini juga menegaskan bahwa Hebron dan dua tempat suci yang berdekatan,  yakni  makam kuno Yahudi dan masjid Al-Haram Al-Ibrahimi adalah milik Palestina.
UNESCO Deklarasikan Kota Hebron Warisan Dunia Palestina, Israel Marah Besar
Kota Hebron Dijadikan Situs Warisan Dunia oleh UNESCO. Foto: INT
Pemungutan suara dilakukan melalui voting tertutup dan menunjukkan hasil 12-3, enam abstain dalam forum UNESCO World Heritage Committee tahunan di Krakow, Polandia. Diketahui, proposal tersebut berasal dari pihak Palestina. Adapun pihak Israel yang diwakili oleh duta besar Israel meninggalkan tempat dalam pertemuan tersebut. Pihaknya berpendapat bahwa hubungan historisnya dengan Hebron diabaikan.
Sementara itu, juru bicara UNESCO Lucia Iglesias mengatakan bahwa kota tua Hebron dimasukkan ke dalam daftar Warisan Dunia dan saat ini berada dalam daftar situs yang dalam bahaya. Dia pun menambahkan bahwa pernyataan yang tepat akan diputuskan kemudian.

Respon Pihak Palestina dan Israel

Keputusan UNESCO tersebut disambut baik oleh rakyat Palestina. Respon pihak Palestina diwakili Menteri Luar Negeri Palestina Reyad Al-Maliki. Ia mengatakan bahwa pemungutan suara itu adalah bentuk keberhasilan diplomatik Palestina dalam menghadapi tekanan dari Israel.
“Ini adalah bukti dari keberhasilan perjuangan diplomatik Palestina yang dilancarkan di semua bidang dalam menghadapi tekanan Israel dan AS atas negara-negara anggota (UNESCO)" katanya.
Sementara itu, Menteri Pariwisata Palestina Rula Maayah mengatakan bahwa Hebron dan Masjid Ibrahimi secara historis memang milik rakyat Palestina.
"Ini adalah perkembangan historis karena menekankan bahwa Hebron dan Masjid Ibrahimi secara historis termasuk dalam masyarakat Palestina," kata Menteri Pariwisata Palestina Rula Maayah.
Di pihak lain, keputusan ini mengundang kemarahan dari Israel sekaligus menjadi babak baru dalam hubungan kontroversial Israel dengan UNESCO. Israel menuding UNESCO sebagai alat anti Israel karena mengutuk Israel atas kejahatannya terhadap orang-orang Palestina. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa keputusan UNESCO merupakan keputusan yang bertentangan dengan kenyataan.
"Bukan situs Yahudi ?! Siapa yang dikuburkan disana? Abraham, Ishak, Yakub, Sarah, Rebecca dan Leah - bapak leluhur dan matriakh kita!" kata Netanyahu.
Netanyahu menambahkan bahwa pihaknya akan mempertahankan tempat yang dimaksud.
"Kami akan terus menjaga gua Makhpela, untuk menjamin kebebasan beragama bagi siapapun dan menjaga kebenaran" tandasnya.
Adapun Wakil Menteri Luar Negeri Israel Tzipi Hotovely mengatakan bahwa anggota UNESCO yang mayoritas Arab otomatis berhasil mengeluarkan resolusi yang diusulkan dan mencoba untuk menyisihkan simbol nasional orang-orang Yahudi.
"Ini adalah lencana rasa malu bagi UNESCO, yang dari waktu ke waktu memilih untuk berdiri di sisi kebohongan," imbuhnya.
Kota Hebron

Seperti yang diketahui, Kota Hebron adalah kota Palestina terbesar di Tepi Barat yang diduduki dengan populasi sekitar 200.000 orang. Adapun sekitar 1.000 pemukim Israel tinggal di jantung kota ini dan selama bertahun-tahun telah menjadi tempat perselisihan agama antara Muslim dan Yahudi.

Bagi orang-orang Yahudi, tempat ini dikenal dengan nama Gua Para Leluhur (Cave of the Patriarchs) atau Gua Makhpela yaitu tempat Abraham (Ibrahim), Ishak, dan Yakub dan istri mereka dikuburkan. Tempat ini berada di kompleks yang disebut oleh orang Muslim sebagai Al-Haram Al-Ibrahimi dan juga dikenal sebagai Tempat Suci Abraham pada abad ke-14.

Baca juga: Fakta Dibalik Ketegangan Arab Saudi Dengan Qatar. Tanda Hari Kiamat?

Dari sisi keagamaan, tempat ini merupakan tempat yang sangat penting dan dianggap suci bagi orang Yahudi, Kristen, dan Islam. Bagi pemukim Israel, tempat ini begitu penting dari sudut keagamaan sehingga mereka bertekad ingin memperluas kehadiran Yahudi di sana. Dari jantung kota ini pula, para pemukim Israel  memerlukan keamanan ketat dengan sebanyak 800 tentara Israel melindungi mereka.

Dari kondisi tersebut, Hebron dikenal sebagai lingkungan yang extortionately karena tingginya konsentrasi populasi pemukim. Adapun penduduk Palestina tinggal dalam ketakutan karena agresi dan apartheid Israel.

Sumber: detik.com
Read more

Monday, June 12, 2017

Fakta Dibalik Ketegangan Arab Saudi Dengan Qatar. Tanda Hari Kiamat?

Dalam beberapa hari terakhir, pemberitaan tentang memanasnya hubungan Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA) dan Mesir. Renggangnya hubungan beberapa negara teluk itu diterangarai berawal dari sebuah keterangan yang diduga palsu yang menyeret nama Emir Qatar (22/5/2017). Pernyataan kontroversial itupun dengan cepat dipublikasikan oleh saluran TV Al-Arabiya (milik Arab Saudi), Sky News Arabia (milik UEA) serta saluran satelit dan media elektronik Mesir.

Fakta Dibalik Ketegangan Arab Saudi Dengan Qatar. Tanda Hari Kiamat?
Peta Negara Qatar (Foto: INT)
Pernyataan yang diduga palsu tersebut berisi tuduhan sebagai berikut: 
  • Hubungan yang memburuk antara Qatar dengan Trump di Washington.
  • Seruan dari Qatar ke Mesir, UEA dan Bahrain untuk meninjau kembali sikap anti-Qatar mereka.
  • Pernyataan Qatar yang menyebutkan bahwa Iran mewakili kekuatan regional serta kekuatan Islam, dimana kekuatan itu tidak boleh diabaikan.
Alhasil, meski pernyataan tersebut berasal dari media resmi Qatar News Agency (QNA), namun para pejabat pemerintah enggan mengakui keaslian pernyataan tersebut dengan menyatakan bahwa situs QNA telah diretas. Walau telah dibantah, media Saudi, UEA dan Mesir menganalisis bahwa pernyataan tersebut asli. Akibatnya, pemberitaan terhadap pernyataan itu terus menerus dimuat dan mendominasi berita serta komentar di media-media tersebut selama berhari-hari. Serangan terhadap Qatar pun terus berlanjut, sehingga mengindikasikan adanya kesepakatan di level pemerintahan Arab Saudi dan UEA. Hal ini dikarenakan Pangeran Mahkota Abu Dhabi dan Arab Saudi, Mohammed Bin Zayed dan Mohammed Bin Salman sejak lama diketahui memiliki hubungan erat dengan media-media tersebut.

Ketegangan ini terjadi hanya dua hari setelah para pemimpin Arab Saudi, UEA, Mesir dan Qatar berkumpul di KTT Arab-Islam-Amerika di Riyadh, dengan Donald Trump dan puluhan pemimpin negara Arab dan Islam lainnya berkumpul. Apakah pertemuan ini terkait dengan ketegangan tersebut? Jika bukan karena sebab ini, mengapa gencarnya pemberitaan di media-media massa baru terjadi pasca pertemuan itu? Sedangkan pernyataan yang diduga palsu itu sudah bergulir sebelumnya?

Jawaban atas pertanyaan itu, bisa kita sandingkan dengan sebuah pemberitaan dari surat kabar Inggris, The Guardian yang memberitakan kejadian renggangnnya hubungan Trump dengan Qatar. Guardian The Guardian (1/6/2017) menyebutkan bahwa Trump saat itu tengah menghadapi tekanan di dalam negeri AS (mungkin dipimpin oleh agen pro-Israel) untuk meninjau aliansi Washington dengan Qatar. Qatar disebut telah memberi dukungan kepada Gerakan Perlawanan Islam (Hamas) dalam melawan pendudukan Israel, serta mendukung Ikhwanul Muslimin (IM). 

Guardian dalam hal ini mengutip pernyataan mantan Menteri Pertahanan AS Robert Gates, yang mengkritik dukungan Qatar kepada Hamas dan IM. Begitupun dengan ketua Komite Urusan Luar Negeri Dewan Perwakilan AS, Ed Royce, yang juga mengatakan akan mengajukan undang-undang untuk menghukum negara-negara yang mendukung kedua kelompok tersebut termasuk Qatar.

Memang, Trump pernah menyinggung hal ini dalam pidatonya pada pertemuan para pemimpin di Riyadh. Saat itu, Trump menyandingkan Hamas dengan ISIS dan Al-Qaidah sebagai kelompok teroris. Pidato itu pun membuka peluang bagi Arab Saudi dan UEA untuk melancarkan serangan kepada Qatar. Dalam hal ini, Trump mungkin hafal betul kondisi persaingan dari ketiga negara ini di wilayah Timur Tengah?

Saat ini, Amerika Serikat (AS) sendiri masih mempertimbangkan hubungan dengan Qatar, kerena kepentingannya yang begitu besar atas negara ini. Qatar memang menjadi tuan rumah pangkalan Angkatan Udara terbesar Amerika di Timur Tengah sehingga dengan adanya ketegangan dari negara-negara ini menjadi peluang besar bagi Trump untuk meredam tekanan pada pemerintahannya (tanpa campur tangan secara langsung).

Sementara itu, ketegangan Arab Saudi dan UEA terhadap Qatar juga memiliki latar belakang lain. Arab Saudi dan UEA mulai khawatir tentang aset-asetnya di Yaman dan Tanduk Afrika, dana besar pun dialokasikan Arab Saudi untuk mendukung kebijakan Trump. Di sisi lain, Saudi juga saat ini tengah berharap mendapatkan dukungan dari presiden AS untuk menaikkan Putra Mahkota Mohammed Bin Salman ke takhta kerajaan. Seperti yang diketahui, orang-orang AS memang lebih menyukai Muhammad bin Nayef untuk memimpin Saudi dari pada Mohammed Bin Salman.

Sebelumnya, ketegangan memang pernah terjadi antara Arab Saudi-UEA-Mesir dan Qatar yaitu ketika Qatar memberi dukungan terhadap Ikhwanul Muslimin pasca kemengan Muhammad Mursi. Saat itu, Arab Saudi menarik duta besarnya dari Doha, begitu pun UEA. Hal ini pula yang membuat gencarnya kampanye berita di internet oleh situs UEA dan Mesir terhadap Qatar serta memutuskan untuk memblokir puluhan situs Qatar, termasuk Al-Jazeera.

Selain permasalahan di atas, munculnya ketegangan saat ini pun ditengarai berasal dari tingkat tertinggi di UEA, termasuk dari Menteri Luar Negeri Anwar Gargash dan Wakil Kepala Polisi dan Keamanan Publik di Dubai, Dhahi Khalfan. Para pengamat menyebutkan kekhawatiran UEA dalam beberapa pekan terakhir mengenai tanggapan Qatar terhadap plot “kudeta Aden” (upaya membagi Aden), yang akhirnya direspon oleh media UAE dengan serangan ganas terhadap jaringan Al-Jazeera yang berbasis di Doha.

Adapun hal lain yang mulai dipertanyaan yaitu tentang rekening keuangan swasta Putra Mahkota Saudi, untuk mendukung kemitraan pribadinya dengan UEA. Dalam hal ini, Mohammed Bin Salman diketahui telah lama menjalin dukungan dengan UEA untuk memperkuat posisinya di kerajaan.

Kompleks dan adanya pertalian permasalahan di atas menjadi beberapa faktor yang mungkin dapat menjelaskan skenario memanasnya hubungan Saudi-UEA terhadap Qatar. Adapun beberapa efek yang mempertegas memanasnya hubungan Arab Saudi-UEA atas Qatar ini diantaranya:
  1. Arab Saudi dan negara-negara pendukungnya memutuskan hubungan diplomatik Qatar serta memblokir puluhan situs Qatar, termasuk Al-Jazeera.
  2. Di dunia pendidikan, semua buku karya Yusuf al-Qaradhawi dikeluarkan dari universitas dan perpustakaan di Arab Saudi dan beberapa negara pendukung.
  3. Adanya prokontra dari berbagai negara (ancaman munculnya faksi-faksi)
Respon Publik

Ketegangan antara Arab Saudi-UEA dengan Qatar berdampak buruk pada beberapa negera serta menimbulkan kontroversi yang meluas dan ragam respon publik. Ketegangan tersebut telah membuat terputusnya hubungan diplomatik antara Arab saudi-UEA dan negara-negara pendukungnya terhadap Qatar. Tak terkecuali bagi negara-negara di Afrika seperti Mauritania. Negara di Afrika Barat yang juga anggota Liga Arab, ikut memutuskan hubungan dengan Qatar pada hari Selasa (06/06). 

“Negara bagian Qatar telah menghubungkan kebijakannya untuk mendukung organisasi teroris dan penyebaran gagasan ekstremis,” kata pernyataan dari kementerian luar negeri Mauritania yang diterbitkan dalam bahasa Arab oleh Badan Informasi Mauritania.

Adapun dukungan Israel mencuat atas sikap Arab Saudi- UEA dan beberapa negara lain atas Qatar. Pihak Israel merilis pernyataan dan sikap dukungannya atas langkah yang memusuhi Qatar. Menteri Pertahanan Avigdor Lieberman bahkan menyebut perkembangan geo-politik Timur Tengah itu sebagai “peluang” bagi Israel.

Di pihak, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan yang sejak lama dikenal anti Israel merilis pernyataan yang menegaskan ketidaksetujuan negaranya atas langkah pemutusan hubungan diplomatik berikut sanksi yang dijatuhkan terhadap Qatar. Menurutnya, kawasan Timur Tengah saat ini sangat membutuhkan persatuan dan kerjasama yang lebih erat dari sebelumnya. Selain Turki, Iran juga telah merilis pernyataan yang senada dengan mengkritik langkah penjatuhan sanksi terhadap Qatar.

Berkenaan dengan tuduhan Teroris atas Hamas yang menjadi salah satu sebab ketegangan ini. Sosial media Twitter di negara-negara Timur Tengah dibanjiri Tagar "Hamas Bukan Teroris". Viralnya tagar ini paling banyak ditemukan di Palestina, Qatar, Yordania, Mesir, Aljazair, Oman dan Libya.
Fakta Dibalik Ketegangan Arab Saudi Dengan Qatar. Tanda Hari Kiamat?
Para pengguna media sosial menekankan bahwa perlawanan adalah milik rakyat Palestina untuk mendapatkan kemerdekaan dari penjajahan Israel, Hamas bukan Teroris (Foto: INT)
Aksi protes ini pun diikuti oleh sejumlah tokoh di dunia Arab. Salim al-Menhali  seorang profesor hubungan internasional yang berbasis di UAE misalnya. Ia mengatakan:

“Wajar apabila Hamas adalah perlawanan, bukan terorisme, karena tidak satupun orang yang diserang; Mereka membela bangsa Palestina dari penjajah. Justru sangat tidak wajar bila Hamas diserang untuk menyenangkan musuh.”

Begitupun dengan seorang aktivis perjuangan Palestina dan mantan tahanan Israel Mahmoud Merdawe. Ia angkat bicara dan menyatakan bahwa “penjajah (Israel) bersenang-ria atas posisi resmi beberapa negara Arab yang menyatakan bahwa Hamas sebagai gerakan teroris.”

Adapun Perdana Menteri Iraq Haidar Abadi menyatakan sikap netralnya dengan mengatakan bahwa Iraq tidak ingin berpihak dalam krisis hubungan diplomatik di beberapa negara atas Qatar ini. Abadi menambahkan negaranya ingin mempunyai hubungan yang baik dengan semua pihak. Bagitupun dengan Raja Maroko, Mohammed VI yang bahkan menawarkan diri sebagai penengah perselisihan diplomatik antara Qatar dan negara-negara Teluk tersebut. Kementerian Luar Negeri dan Kerjasama Internasional Maroko (11/6/2017) mengatakan bahwa pihaknya siap untuk memainkan peran mediator atas krisis ini.

“Jika para pihak menginginkan, Kerajaan Maroko siap menawarkan jasanya untuk mendorong dialog yang jujur ​​dan menyeluruh atas dasar campur tangan dalam urusan internal dan perang melawan ekstremisme agama,” katanya.

Hal ini disampaikannya karena, Maroko memiliki hubungan yang baik dengan para pemimpin pemerintahan di negara Teluk, terutama Raja Arab Saudi dan Emir Qatar. Atas hal itu, Mohammed VI memilih sikap netral dan tidak berpihak pada salah-satu pihak.

“Karena ikatan pribadi yang kuat dari persaudaraan dan pertimbangan bersama yang tulus, Kerajaan Maroko telah berhati-hati untuk tidak memberikan pernyataan publik dan tergesa-gesa yang hanya memperkuat perselisihan dan memperdalam perbedaan,” paparnya.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Jerman, Sigmar Gabriel menuduh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengendalikan konflik di Timur Tengah yang terjadi saat ini. Ia mencurigai bahwa putusnya hubungan diplomatik negara teluk dengan Qatar berkaitan erat dengan kunjungan Trump ke Saudi lalu. Menurutnya, kedatangannya tersebut bertujuan untuk meminta negara-negara Muslimin bersatu melawan “ekstremisme”.

“Kontrak militer raksasa Presiden Trump dengan kerajaan (Saudi) teluk baru-baru ini akan meningkatkan risiko penjualan senjata,” kata Gabriel dalam sebuah wawancara dengan Handelsblatt (7/6/2017).

Tanda Akhir Zaman

Di luar kondisi politik dan urusan kenegaraan yang terjadi antara Arab Saudi dan negara-negara Teluk dengan Qatar di atas. Beberapa kejadian, permasalahan dan sebab terjadinya konflik di atas bisa saja menjadi indikasi dan asumsi bahwa ini semua menjadi permulaan dari ramalan datangnya akhir zaman. Terutama adanya keterlibatan pangeran mahkota Kerajaan Arab Saudi serta keterlibatan AS. Adakah itu pasti? Tanda-tanda akhir zaman atas kejadian ini memang memungkinkan untuk dibenarkan.

Kajian dari Ust. Zulkifli Muhammad, Lc, MA melalui video berikut mungkin bisa menjadi penjelasan tentang Akhir Zaman, dimana gejalanya sudah sedemikian rupa terjadi satu persatu.
Dari kutipan ceramah di atas, Nabi Muhammad saw menyatakan, zaman umat Islam akan dibagi menjadi 5 periode atau masa:
  1. Masa Kenabian yaitu periode yang berlangsung sekitar 23 tahun dan telah berakhir sejak wafatnya Nabi Muhammad saw.
  2. Masa Kekhalifahan yaitu umat Islam dipimpin 4 Khalifah yakni Abu Bakar, Utsman bin Affan, Umar bin Khaththab dan  berakhir di Ali bin Abi Thalib.
  3. Masa Mulkan Adhon atau kekhalifahan dengan sistem kerajaan yang menurut pakar sejarah, periode ini telah berakhir sejak diruntuhkannya kekhalifahan Usmaniyah di Turki pada 13 Maret 1924 oleh Kemal At Taturk.
  4. Masa Mulkan Jabariyya (Diktator) yaitu periode dimana saat ini kita berada. Pada masa ini, umat Islam mengalami zaman yang paling gelap dalam sejarah karena tidak punya kepemimpinan dan dunia dikuasai oleh bangsa bangsa kafir.
  5. Masa kembalinya Khalifah Islamiyyah yaitu masa sebelum akhir zaman akan muncul kembali periode terakhir yaitu kekhalifahan seperti sistem kenabian dimana umat Islam akan kembali memimpin dunia. Masa kelima ini tidak akan berlangsung lama karena satu atau dua periode setelah itu akan muncul tanda tanda kiamat besar.

Dalam ceramah itu pula kata Zulkifli Muhammad, Kiamat akan terjadi dengan ditandai 10 peristiwa. Tanda-tanda kiamat  poin 1 sampai 4 akan terjadi pada masa keempat yang kita jalani kita saat ini, yaitu:
  1. Munculnya Dajjal 
  2. Turunnya Nabi Isa AS ke bumi
  3. Munculnya Yajuj dan Majuj dalam jumlah banyak. Sebagai perbandingan, saat itu 1 manusia berbanding dg 999 Ya’juj dan Ma’juj
  4. Masa-masa aman saat dunia kembali dipimpin oleh khalifah Islam.
  5. Matahari terbit dari barat
  6. Keluar binatang besar
  7. Angin lembut yang mematikan seluruh umat Islam sehingga dunia hanya dipenuhi oleh orang-orang kafir saja.
  8. Tenggelam dan hancurnya bumi sebelah timur
  9. Tenggelam dan hancurnya bumi sebelah barat
  10. Tiupan sangkakala dan munculnya api yang akan menggiring manusia berkumpul di Syam menanti detik-detik musnahnya alam semesta
Adapun tanda-tanda besar kiamat ke 8,9 dan 10 hanya dirasakan oleh orang-orang kafir karena orang-orang mukmin sudah dimatikan oleh Allah swt. Salah satu tanda Dajjall akan muncul adalah saat sungai/danau Tiberias kering. Dan faktanya,  saat ini debit airnya sudah menurun secara drastis.

Sebelum turun Dajjal, maka Al Mahdi akan muncul terlebih dahulu. Siapa Al Mahdi? Al Mahdi berasal dari keturunan kandung Nabi Muhammad  saw, keturunan Fatimah yaitu dari Hasan bin Ali RA, namanya mirip nama Nabi yaitu Muhammad dan nama ayahnya juga sama dengan nama ayah Nabi yaitu bernama Abdullah.

Saat ini, tanda-tanda akan segera muncul Al Mahdi itu telah terjadi, dan kejadian di atas memungkinkan adalah kelanjutan dari tanda yang keempat:
  1. Salju turun di Arab, ini sudah terjadi sejak 2009 dan sampai tahun 2016 lalu salju juga turun di Arab Saudi.
  2. Bumi akan dipenuhi huru hara dan peperangan dan kezaliman yang semakin lama semakin meningkat sehingga hari hari ke depan akan terasa semakin berat. Banyak terjadi pembunuhan seperti di yang saat ini terjadi di Yaman, Suriah, Palestina, Mesir dan lainnya.
  3. Banyak fitnah/kezaliman yang terjadi di negeri Syam seperti yang terjadi saat ini di Suriah oleh rezim Basar As’ad atau kekejaman di Palestina oleh Israel
  4. Wafatnya seorang Raja Arab lalu 3 putera mahkotanya saling ribut atau konflik. Saat ini Raja Abdullah di Arab Saudi telah wafat dan 3 putra mahkota berikutnya saling gaduh karena memiliki perbedaan prinsip dan karakter. Tiga putra mahkota tersebut yaitu Raja Salman, Thalal dan Mukrim. Raja Salman dilantik menggantikan mendiang Raja Abdullah pada Januari 2015. Beliau termasuk orang sholeh dan anti maksiat dan hafidz Quran. Sedangkan Thalal memiliki kekuatan ekonomi bahkan salah satu orang terkaya dunia. Namun ia ahli maksiat. Sementara itu Mukrim loyalitasnya lebih ke Yahudi dan Amerika. Raja Salman telah mengusir Thalal dari kerajaan sedangkan Raja Salman membiarkan Mukrim tetap di kerajaan namun telah mencabut hak beliau sebagai raja berikutnya. Namun ke depannya, kegaduhan antara 3 putra mahkota tersebut akan terus terjadi.
Fakta-fakta di atas menjadi referensi bagi kita untuk senantiasa mengingat hari kiamat dan semoga menambah keyakinan serta keimanan kita, dalam rangka mempersiapkan diri menhadapi dunia selanjutnya dengan ketaqwaan kepada Allah SWT.

Sumber: kiblat.net
Read more

Tuesday, June 6, 2017

Kasus Dugaan Pornografi Habib Rizieq Shihab Direkayasa?

Kasus dugaan pornografi Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Syihab seolah masih menjadi misteri. Sejak dinaikkan statusnya dari saksi menjadi tersangka Senin, 29 Mei 2017 lalu oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisan Daerah Metropolitan Jakarta, Rizieq Syihab . Polisi telah menetapkan tersangka terhadap Rizieq dan seorang wanita Firza Husein terkait dugaan penyebaran percakapan dan foto vulgar pada Senin (29/5/2017). SPDP diserahkan dan berkas kasusnya diserahkan ke Kejati DKI Jakarta. Dalam hal ini, Habib Rizieq Shihab Habib Rizieq dijerat Pasal 4 ayat (1) juncto Pasal 29 dan/atau Pasal 32 Undang-Undang 44 Tahun 2008 tentang Pornografi, serta Pasal 27 ayat (1) juncto Pasal 45 ayat (1) UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Dibalik tuduhan tersebut, banyak pihak yang menilai kasus dugaan pornografi Habib Rizieq Shihab Direkayasa. Benarkah?
Fakta Kasus Dugaan Pornografi Habib Rizieq Shihab Direkayasa?
Habib Rizieq Shihab (Foto: INT)
Dengan tegas Riziq menyangkal tuduhan adanya percakapan berbau pornografi di aplikasi WhatsApp dengan wanita yang diduga Firza Husein. Rizieq menyatakan itu adalah fitnah dan penuh rekayasa. Namun menurut Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono, penyidik yang menangani kasus ini telah memeriksa sejumlah saksi ahli untuk membuktikan kebenaran dan keorisinilan alat bukti berupa percakapan WhatsApp dan foto-foto syur yang diduga Firza Husein.

Saksi ahli pengenal wajah dari Indonesia Automatic Fingerprint Identification (Inafis) Kepolisian RI, Heri Cahyono, menyatakan dokumentasi Firza Husein yang tersebar dalam laman Baladacintarizieq.com yang menyeret pemimpin Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Syihab, asli. Ahli informasi dan teknologi, Abimanyu, yang diminta menguji bukti percakapan Rizieq dan Firza di media sosial WhatsApp, juga menyatakan bukti itu asli dan bukan rekayasa.

Baca juga: Heboh, Dugaan Tindakan Persekusi Atas Bocah 15 Tahun

Kuasa hukum Rizieq Shihab, Kapitra Ampera juga pernah menyampaikan bahwa kliennya telah lama tak memegang telepon genggamnya dan tidak pernah bepergian sendiri.

"Dia nggak punya handphone sejak aksi bela Islam. Habib tidak punya ruang untuk melakukan seperti itu," kata dia saat dikonfirmasi soal kabar beredarnya video rekaman dan transkrip percakapan yang diduga dilakukan dengan Firza Husein, Senin (30/1/2017).

Namun, pada Senin (5/5/2017), juru bicara Kepolisian Daerah Metro Jaya, Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono menyebutkan bahwa polisi telah menyita ponsel Rizieq Syihab dari orang bernama Edo. Dia mengatakan Edo mengatakan mendapat ponsel itu dari Muchsin, ajudan Rizieq.

Habib Rizieq Shihab Dimasukkan Daftar Pendarian Orang (DPO)

Habib Rizieq Shihab saat ini dimasukkan sebagai daftar pencarian orang (DPO) oleh pihak kepolisian. Setelah Polda Metro Jaya menerbitkan surat perintah penjemputan paksa pada (15/5/2017), keberadaan Habieb Rizieq Syihab belum diketahui pasti. Menurut Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono, ada informasi awal kalau Rizieq berada di Malaysia. Adapun penyidik yang menangani kasus ini menduga Rizieq berada di Arab Saudi sejak 26 April 2017 guna mangkir dari panggilan kepolisian. Namun, menurut Kuasa hukum Rizieq Syihab, Kiagus Choiri, kliennya berada di Arab Saudi melakukan ibadah umrah. Riziq juga sempat diberitakan sedang dalam proses menyelesaikan disertasinya di Universitas Sains Islam Malaysia. 

Keterangan Kiagus Choiri ini pun dipertanyakan. Riziq Shihab yang bahkan dalam laman tempo.go.id dijelaskan sebuah asumsi, jika benar informasi dari Kiagus Choiri bahwa Rizieq Syihab dan keluarga kini tengah menjalani ibadah umrah di Arab Saudi, maka visa apa yang ia pakai? Visa turis atau visa umrah? 

Sementara itu, Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Polisi M Iriawan sebelumnya pernah menyampaikan keyakinannya bahwa pimpinan Rizieq Shihab akan pulang ke Indonesia guna menghadapi proses hukum.

"Saya yakin beliau warga negara yang baik untuk pulang ke Indonesia," kata Irjen Polisi M Iriawan di Jakarta, Selasa (6/6/2017).

Walaupun tersiar kabar Habib Rizieq Shihab akan pulang pada 17 Ramadhan yang bertepatan dengan 12 Juni. Namun polisi menyatakan belum bisa mengkonfirmasi kabar tersebut. Pada akhirnya, terhitung sejak Rabu (31/5/2017) lalu Polda Metro Jaya memasukkan Rizieq ke dalam DPO atau buron. Selebaran berisi foto dan keterangan singkat terkait Rizieq sebagai buronan, sudah disebar di Polres dan Polsek. Pihak kepolisian pun menyatakan akan menyebarkan pula di berbagai tempat umum.

"Sudah kita sebarkan ke polres-polres ya. Nanti dari polres ke polsek," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono di Markas Polda Metro Jaya Senayan Kebayoran Baru Jakarta Selatan, Senin (5/6/2017).

Argo menjelaskan, penyebaran identitas dan foto Habib Rizieq Shihab ini bertujuan agar masyarakat nantinya melaporkan apabila menemukan Habib Rizieq Shihab. Hal ini menurut Argo dilakukan sebagai Standar Operasional Prosedur.

"Ya namanya SOP (Standar Operasional Prosedur) sudah kita lakukan, yang namanya DPO," ujar Argo.

Pada proses berikutnya, pihak kepolisian melimpahkan berkas kasus Habib Rizieq Shihab ini kepada Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta. Kejaksaan Tinggi pun telah menerima berkas yang dikirimkan Polda Metro Jaya ini.

"Berkas perkara yang InsyaAllah hari Selasa akan ekspos (gelar perkara) dan ditentukan sikapnya apakah dikembalikan dengan petunjuk atau P21 (berkas lengkap)," kata Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Umum (Jampidum) Noor Rachmad di Gedung DPR, Jakarta, Senin (5/6/2017).

Tanggapan Publik

Kasus yang menjerat Habib Rizieq Shihab ini mengundang perhatian dan tanggapan publik yang beragam. Tidak sedikit yang menuding kasus ini adalah bentuk rekayasa. Berkenaan dengan tuduhan itu, Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Polisi M Iriawan menyatakan hal itu sulit dilakukan karena penyidik harus memeriksa 13 saksi ahli terkait dugaan penyebaran percakapan dan foto berkonten pornografi itu. Dalam kaitannya dengan isi konten yang disangkakan, hasil analisa ahli hukum pidana dari Universitas Trisakti, Effendy Saragih menyebutkan bahwa kasus tersebut telah memenuhi unsur pidana.

"Jadi saya bilang sesuai dengan fakta yang ada, yang dikumpulkan oleh penyidik, ya memenuhi unsur pidana, seperti ada foto-foto, pengiriman, bahkan itu diminta dan disuruh mengirimkan gambar," ujar Effendy di Mapolda Metro Jaya, Selasa (16/5/2017).

Beberapa media internasional pun menyoroti kasus Habib Riziq Shihab ini. New York Times misalnya, membuat pemberitaan dengan judul “Moralis garis Indonesia dihadapkan pada pidana pornografi”. Dalam pemberitaannya disebutkan, ada seorang tokoh masyarakat, terjerat sebuah skandal yang melibatkan pornografi atau disebut hubungan di luar nikah, biasanya dikenal dengan pemimpin Front Pembela Islam (FPI) yang merupakan sebuah kelompok garis keras yang berpengaruh. Begitupun di media Reuters disebutkan bahwa Indonesia menetapkan pemimpin Islamis menjadi seorang tersangka pada kasus pornografi. Mereka juga menuliskan mengenai Presiden Joko Widodo yang sudah mengambil sikap yang tegas mengenai fundamentalisme serta mengatakan bahwa presiden tidak akan mentolerir invidivdu atau juga organisasi yang telah mengabaikan ideologi negara Indonesia, Pancasila serta mengancam pluralisme yang ada di Indonesia.

Baca juga: Viral, Puisi Panglima TNI 'Tapi Bukan Kami Punya' di Rapimnas Golkar Tuai Kontroversi

Di pihak lain, seperti yang diberitakan dalam laman gemarakyat.id, pengacara Firza Husein, Aziz Yanuar membeberkan sejumlah bukti bahwa perkara itu rekayasa. Di antaranya, foto tanpa busana dan pesan mesum beredar setelah telepon genggam milik Firza Husein berada di tangan penyidik. Telepon genggam itu disita ketika Firza ditangkap pada (2/12/2016) soal kasus dugaan gerakan makar.

“Sehingga konten pornografi yang beredar luas baik dalam bentuk chat maupun foto diduga terkait dan mirip FH (Firza Husein), muncul setelah HP dan WA disita pihak kepolisian. Dan merupakan hasil case building dari pihak penyidik, yang semula menyidik tindak pidana makar terhadap FH,” ujar Aziz, Jumat (19/5/2017).

Selain itu, menurut Aziz, kuat dugaan foto yang menyebar itu hasil proses editing. Sebab, pada foto wanita tanpa busana yang tersebar, terdapat ikon-ikon tertentu. Aziz juga mengungkapkan, Firza tidak pernah membuat, menyimpan dan menyebarkan foto serta pesan singkat berisi konten pornografi.

“Oleh karenanya perkara ini jelas dibangun dengan menggunakan foto dan fake WA chatting hasil proses editing,” ujarnya.

sumber: kompas.com
Read more

Monday, June 5, 2017

Heboh, Fakta Di Balik Pemakaman Yana Zein

Pemberitaan tentang kematian artis sinetron senior Yana Zein pekan ini mengundang kehebohan dan perhatian publik. Sebelum tutup usia, Yana melewati perjuangan panjang melawan kanker payudara yang dideritanya. Setelah pihak rumah sakit mengumumkan kematian ibu dari dua anak gadis ini (1/6/2017), jenazah Yana dimakamkan secara Islam di TPM Bulak Lebar, Cinere, Depok, Jawa Barat (2/6/2017). Setelah dimakamkan, ada beberapa fakta menarik di balik pemakaman Yana Zein ini, berikut ulasannya.
Heboh, Fakta Di Balik Pemakaman Yana Zein
Suasana Pemakaman Mendiang Yana Zein (Foto: tribunnews.com)
Rencana awal, keluarga akan memakamkan Yana secara Kristen. 

"KTP-nya (Yana Zein) aja Kristen. Kalau saya mau dikuburkan dengan Kristen. Agama semua sama, saya kira Yana berhak memilih. Yana ada tantatangan sendiri kalau dia jadi Kristen" tandas Swetlana.

Namun, rencana itu berubah setelah ayahanda dari almarhumah, Nurzaman Zein hadir dan bersikeras memakamkan anaknya secara islami. 

"Jadi, saya ke sini baru datang dari Sumatera dan niat saya adalah mengembalikan akidah anak saya kembali ke Islam. Saya mau memakamkan anak saya secara Islam supaya dia masuk surga" jelas Nurzaman.

Setelah perdebatan yang cukup alot, akhirnya keluarga bersepakat memakamkan Yana Zein secara Islam. Jenazah Yana yang sudah rapih di dalam peti jenazah pun lantas dimandikan dan dikafani sesuai dengan anjuran agama Islam. Setelah itu, Yana Zein disalatkan di masjid kawasan Cinere, Depok sebelum dikebumikan di Tempat Pemakaman Umum terdekat dari masjid tersebut. 

Baca juga: Menguak Fakta, Sensasi dan Pesan Setelah Kepergian Julia Perez

Sahabat Yana Zein yang juga hadir di rumah duka, Ayu Azhari tak ingin banyak berkomentar tentang kisruh prosesi pemakaman Yana Zein yang terjadi di keluarganya. Namun menurutnya, Yana Zein memang sejak kecil adalah seorang muslim.

"Dari kecil tuh sama kayak saya, seorang muslimah" ucap Ayu Azhari di rumah duka RS Fatmawati, Jakarta Selatan, Jumat (2/6/2017).

Ayu pun bersyukur perdebatan yang sempat terjadi antara pihak keluarga akhirnya bisa diselesaikan, kerena menurutnya Yana Zein adalah seorang sahabat yang baik dan sangat menghargai keyakinan orang lain.

"Menurut saya Yana itu orang yang sangat menghargai orang dalam agama lain. Dia nggak suka berargumen soal politik, apalagi agama. Yana itu tidak mau secara dalam berargumen soal itu, dia selalu menghindar. Yang saya tahu kepada almarhumah itu taat kepada ibunya, kepada bapaknya. Taat kepada orangtuanya" ungkapnya.

Selain itu, hadir pula sahabat mendiang yang lain, Andi Soraya. Andi Soraya mengaku bersyukur sahabatnya dimakamkan secara Islam. Ia mengungkapkan ucapan terimakasihnya kepada ayahanda Yana Zein, Nurzaman Zein yang menurutnya datang di waktu yang tepat.

“Terimakasih om Nurzaman Zein Ayahanda Yana Zein yang sudah menyelamat kan Yana. Karena memang terakhir yang kami tau tidak lama sebelum Yana berpulang, Yana masih mengucapkan 2 kalimat syahadat, Sehingga kami juga bingung kalau Yana berada di rumah duka.”tulis Andi Soraya di akun instagram miliknya (2/6/2017).

Andi Soraya mengungkap kenyataan tersebut lantaran berharap dengan apa yang diutarakannya, masyarakat tidak lagi bingung dan mempersoalkan kehadiran ayah Yana Zein yang tiba-tiba hanya untuk meminta Yana Zein dimakamkan secara islam.

“Sekali lagi kami bersyukur om masih memegang teguh pertanggung jawaban Dunia akhirat kpd Allah SWT atas anak om sahabat ku Yana Zein. Maaf semoga ini tdk menyinggung pihak-pihak lain maupun agama apapun. Semoga ini dapat menjawab pertanyaan dan kebingungan teman-teman natizenku" Tambahnya.

Meninggalnya Yana Zein menyimpan duka mendalam dari banyak pihak, apalagi mendiang Yana Zein meninggalkan dua orang putri remaja yang masih belia, Aurelia Callista Carilla dan Alika Pandora Salvine.

Sisi Lain

Ada sisi lain yang menarik di balik pemakaman Yana Zein. Laman gemarakyat.id mengulas kaitan prosesi pemakaman Yana Zein Rumah yang gaduh akibat perselisihan Sang ibu dan ayah Yana sebelum pemakaman di atas. Menurut laman tersebut, pemakaman Yana Zein ini menjawab tulisan 'warisan' Afi Nihayah Faradisa.

Baca juga: Facebook Lumpuhkan Akun Afi Nihaya Faradisa Karena 'Warisan'?

Dijelaskan bahwa kisah pilu ini membuktikan bahwa agama bukanlah warisan. Keimanan seorang manusia tidak diturunkan otomatis dari ayah dan ibunya. Jika memang warisan, Yana  Zein pasti beragama Islam dan tak perlu ada kericuhan saat akan dimakamkan. 

"Bagi orang beriman, tulisan Afi dan kematian Yana Zein yang terjadi saat bersamaan harus dilihat dalam kacamata keimanan. Bahwa inilah campur tangan Allah swt untuk memberi bukti tidak ada "agama warisan". Dan jika masih ada di antara kita yang membenarkan tulisan Afi meski Allah swt sudah "membantahnya" melalui kematian Yana Zein, saya tak tahu dengan cara apalagi Dia harus memberi petunjukNya" Erwyn Kurniawan dalam laman wajada.net (3/6/2017).

Di luar dari fakta-fakta lain yang diberitakan oleh media, kita sebagai manusia menjadi penting untuk menjadikan setiap peristiwa kematian sebagai pelajaran serta jalan mengingat Sang Pencipta serta hari pembalasan. Berkenaan dengan tanggapan anda tentang kejadian di atas, silahkan menuliskannnya di kolom komentar.

Sumber: bintang.com
Read more

Sunday, June 4, 2017

Terungkap, 'Warisan' Afi Nihaya Faradisa Adalah Milik Mita Handayani

Setelah sempat viral di media sosial dalam beberapa pekan, kini terungkap tulisan 'warisan' Asa Firda Inayah (18) alias Afi Nihaya Faradisa adalah hasil plagiat dari tulisan milik Mita Handayani. Hal ini terungkap setelah beredarnya hasil screenshot perbandingan tulisan dengan judul 'Warisan' yang diupload akun Afi Nihaya Faradisa dan tulisan berjudul 'Agama Kasih' milik akun Mita Handayani. Awalnya, Afi berusaha mengelak dari tuduhan plagiarisme, namun pada akhirnya aia harus mengakui kesalahannya setelah Mita Handayani memberikan penjelasan melalui akun facebook miliknya atas tulisan tersebut. Dalam keterangannya, Mita mengungkapkan bahwa tulisan tersebut memang adalah buah pikirannya yang ditulis tahun 2016 silam.
Terungkap, 'Warisan' Afi Nihaya Faradisa Adalah Milik Mita Handayani
Asa Firda Inayah Saat Bertemu Presiden Joko Widodo (Foto: tribunnews.com)
Berikut isi lengkap pernyataan Mita Handayani yang diposting Kamis (1/6/2017);

Jadi gini..

Betul. Aku pernah menulis sebuah catatan ringan pada Ramadan tahun lalu yang berjudul "Agama Kasih", yang screenshot-nya beredar saat ini. Tulisan itu masih serangkai dengan "Lampu Sang Khalifah" yang juga tayang di tanggal yang sama. Keduanya aku tulis untuk meramaikan momen Ramadan saat itu, dan sebenarnya justru lebih ditujukan kepada segmen pembaca anti Islam agar bisa mengapresiasi sisi lain Islam yang mungkin jarang mereka dengar. Bahwa Islam tidak monolitik, bahwa Islam juga terdiri dari kutub-kutub tafsir yang saling berkompetisi. Dan bahwa sebagian kutub itu juga menyajikan wajah Islam yang sejuk.

Sejak dulu, tulisanku sudah biasa disalin, diproduksi ulang, dan disebar orang lain di grup dan tempat-tempat yang kadang aku sendiri tidak tahu. Aku tidak pernah ambil pusing soal itu. Menulis bagiku adalah soal lain. Meminjam istilah Pram: bekerja untuk keabadian. Dan dalam konteks ini, bukan nama yang ingin kuabadikan.

Aku tidak pernah mengenal dan berkomunikasi dengan Afi Nihaya Faradisa sebelum ramai-ramai ini. Kalau Afi merasa terinspirasi oleh salah satu tulisanku, aku ikut merasa senang. Afi anak yang cerdas, dan aku sudah sering melihat tulisannya bertebaran juga sebelum ini. Kalau ada kesalahan fatal yang Afi lakukan, itu adalah karena belakangan ini dia mulai berani menyentuh isu agama, sehingga mengundang gelombang pembenci baru yang siap mencari-cari dan menguliti semua kesalahannya yang lain.

Baca juga: Facebook Lumpuhkan Akun Afi Nihaya Faradisa Karena 'Warisan'?

Terkait tulisan yang ramai diperbincangkan, yang bisa kukatakan adalah, tulisan itu mungkin berangkat dari keprihatinan Afi terkait aksi Bom Kampung Melayu sebelumnya. Tulisan itu ditayangkan Afi dalam niat untuk membela nama agamanya dari tuduhan terorisme dan kebencian. Dia merasa perlu segera menanggapi, dan mungkin berpikir bahwa tulisan itu adalah respons yang tepat.
Aku pernah salah. Kamu pernah salah. Kita semua pernah salah. Jika usaha Afi kali ini dianggap kesalahan, aku mohon dimaafkan. Mungkin kita yang terlalu membebaninya, sehingga Afi merasa memiliki tugas moral untuk terus menginspirasi pembacanya, terutama di waktu-waktu genting ketika justru yang lebih tua tak bisa diandalkan untuk menyejukkan keadaan. Afi merasa harus berbuat sesuatu, dan jika itu salah, mohon dimaafkan.

AKu pernah salah. Kamu pernah salah. Kita semua pernah salah. Tak apa-apa, sayang.. matahari masih terbit esok hari. Kamu akan terbang lebih tinggi lagi, dengan sayap yang lebih kuat lagi, dan pengalaman hidup yang lebih kaya lagi dari kebanyakan manusia.

PS: Oh iya, soal referensi lalat yang dipermasalahkan. Betul itu salah referensi, thanks ya koreksinya. Yang betul adalah dari Kitab Fayd Al-Qadir karya Imam Al-Munawi.

Pengakuan dan Ungkapan Maaf Afi Nihaya Faradisa

Setelah penjelasan dari Mita Handayani di atas, beragam respon dan komentar pun membanjiri dunia sosial media tak terkecuali Afi Nihaya Faradisa. Afi sendiri akhirnya menyampaikan maafnya, seperti dikutip detik.com, Sabtu (3/6/2017) pukul 12.05 WIB. 

"Apakah aku pernah melakukan plagiasi? Ya. Kita semua pernah. Siapa yang tidak pernah melakukannya? Mulai dari tugas sekolah sejak SD, makalah kuliah, ujian, sampai caption foto di media sosial," sebut Afi.


Terungkap, 'Warisan' Afi Nihaya Faradisa Adalah Milik Mita Handayani
Perbandingan tulisan akun FB Afi Nihaya Faradisa dan Mita Handayani (Foto: INT)
Secara lengkap, permohonan maaf tersebut dituliskan dalam akun Afi Nihaya Faradisa berikut:

Ayah tahu kamu hanya berusaha untuk melakukan banyak hal pada orang lain, seperti nama yang ayah berikan padamu: inayah, begitulah ayahku memulai percakapan kemarin.

Tapi jika kamu malah menerima 'kehancuran' sebagai balasan atas semua hal yang selama ini sudah kamu lakukan, maka berhentilah. Biarkan saja. Apa yang bisa kamu harapkan lagi ketika ketulusan dan kepedulianmu ramai-ramai diludahi?

Seketika tangisku pecah.

Aku sendiri tahan dibully dan dicaci maki, tapi ketika orangtuaku mengetahuinya, mereka adalah orang pertama yang paling terluka.
Seperti ayahku, mungkin aku juga sama seandainya aku sudah jadi seorang ibu. Kurasa semua orang tua juga begitu. Maka, aku bersumpah takkan melakukan sesuatu pada anak orang lain jika aku sendiri tidak mau hal itu terjadi pada anakku.

Hanya orangtuaku, hanya mereka lah yang tetap menyayangiku entah aku menulis atau tidak, entah aku pintar atau bodoh, entah aku sempurna atau cacat.

Aku tahan jika pun diserang habis-habisan, tapi aku tak tahan melihat orangtuaku bersedih karena hal itu. Maka, aku sempat menutup akun ini selama sehari.

Apakah aku pernah melakukan plagiasi? Ya.

Kita semua pernah. Siapa yang tidak pernah melakukannya? Mulai dari tugas sekolah sejak SD, makalah kuliah, ujian, sampai caption foto di media sosial. Kalaupun kita mengklaim punya hak cipta atas suatu gagasan yang brilian, maka gagasan tersebut tetaplah akumulasi dari segala hal yang berhasil kita serap sehari-hari.

Tak ada gagasan yang benar-benar murni, asli.

Kebetulan saja hanya aku yang tersorot, karena WARISAN sangat viral. Media serta orang-orang yang bahkan tidak pernah mengenalku sama sekali secara tiba-tiba memuji dan memaki, mengagumi dan membenci.

Mereka mulai menelisik segala hal tentang gadis 18 tahun ini, mencari dengan sedetil-detilnya apa yang ada di sana.
Aku tahu, terhadap WARISAN, begitu banyak orang yang tidak sepaham. Akunku sempat mati karena dilaporkan massal, pemiliknya pun diancam akan dimatikan.

Akhirnya sekarang mereka menemukan amunisi yang tepat untuk melampiaskan kebencian, untuk menghujamku dalam-dalam.

Tanpa mengesampingkan apa-apa, SATU kelemahan yang tidak menyakiti siapapun kemudian menjadi masalah besar yang lebih penting untuk diurusi daripada memperbaiki hidup mereka sendiri.

Tapi, terlepas dari semuanya, Afi tetaplah Afi, anak yang sudah menulis diary sejak SD, menulis artikel dan berbicara di depan publik sejak SMP, dan tidak hanya suka membaca buku-buku pelajaran saja.

Aku bisa kehilangan apapun, tapi aku tidak akan pernah kehilangan diriku.

Orang-orang yang mengikuti akunku sejak lama pasti tahu, aku hanya mencoba melakukan segala hal yang bisa kulakukan untuk berkontribusi bagi negara ini.

Melalui pena dan sosial media, aku hanya berharap bisa memberikan manfaat bagi pembaca, bagi Anda semua.

I'm sorry, I'm not perfect.
And I will never be. 

Reaksi Netizen

Sampai berita ini diturunkan, permohonan maafnya Afi melalui akun facebook miliknya ini telah dibagikan lebih dari 3 ribu kali, 39 ribu tanggapan. Ragam komentar pun bermunculan baik yang kontra maupun yang masih memberikan dukungan terhadap Afi. Dari 9,4 ribu komentar, berikut beberapa di antaranya:

Terungkap, 'Warisan' Afi Nihaya Faradisa Adalah Milik Mita Handayani
Terungkap, 'Warisan' Afi Nihaya Faradisa Adalah Milik Mita Handayani
Selain itu, Pakar komunikasi dari UIN Syarief Hidayatullah, Edy Effendi, juga turut menyoal plagiarisme yang dilakukan Afi melalui akun twitternya. Terutama setelah dosen UI Rheinald Khasali “membela” Afi. 

“Orang kalau bela Jokowi dan Ahok, kenapa jadi keblinger ya. Sekelas profesor saja ngawur blas maknai plagiarisme. #RheinaldKeselek,” sindir @eae18.

Menurut Edy, tidak saja guru besar yang ‘tertipu’ Afi, tetapi juga menteri, bahkan Presiden. 

“Presiden, menteri, guru besar tertipu Afi. Ini memang negeri sulapan. Jadi presiden pun dengan cara-cara sulapan,” tulis @eae18.

Sebelumnya, politisi Partai Demokrat, Umar Syadat Hasibuan, bereaksi keras soal cuitan @ayiputri99, yang diyakini milik Afi. “Mas @cakiminpkb tolong ya pertimbangkan ide PKB yang mau jadikan AFI Duta Pancasila. Lihat tweet dia ini yang hina Presiden ke 6 RI,” tegas Umar Syadat di akun Twitter @Umar_Hasibuan.

Baca juga: Gilang Kazuya Shimura Tanggapi 'Warisan' Milik Afi Nihaya Faradisa

@Umar_Hasibuan juga menulis: “Duh AFI ternyata otak kamu ini otak bani keplak. Akhirnya kebusukan mu terbuka juga. Wah plagiator seperti kamu gila saja jadi duta Pancasila.” @Umar_Hasibuan meretweet akun @riayuanita67 yang memantau kicauan @ayiputri99
Terungkap, 'Warisan' Afi Nihaya Faradisa Adalah Milik Mita Handayani
Peristiwa di atas menjadi pelajaran bagi kita, bahwa selain niat yang harus baik, gagasan yang baik, kita juga harus bijak menggunakan media sosial dan menghargai karya orisinil dari orang lain. Oleh karena, kita telah hidup di era digital, era dimana kita terhubung tanpa batas dengan orang lain. Jujur pada diri dan orang lain adalah kunci atas semua itu.

Read more