Izza dan Ibunya Saat Menghadiri Talkshow Di Salah Satu Stasiun TV Swasta (Foto: INT)
Kabartenar.blogspot.co.id - Musa Izzanardi Wijanarko, demikianlah nama lengkap dari seorang bocah yang beberapa hari ini jadi perbincangan. Betapa tidak, remaja ini masih berusia 14 tahun tahun namun sudah lulus dalam Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) Tahun 2017. Remaja yang akrab disapa Izzan ini lulus sebagai calon mahasiswa baru Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) Institut Teknologi Bogor (ITB) melalui jalur SBMPTN. Seperti yang kita ketahui, jalur ini adalah seleksi yang terbilang ketat dan tidak sedikit alumni setingkat sekolah menengah atas yang ingin seperti Izzan, lulus dan diterima oleh perguruan tinggi favorit.
Luar biasanya lagi, anak kedua dari pasangan Yanti Herawati (46) dan juga Mursid Wijanarko (46) ini ternyata tidak pernah bersekolah formal seperti anak-anak kebanyakan. Ia hanya memiliki ijazah paket C yang didapatkannya pada tahun 2015 lalu, sekaligus menjadi modalnya untuk mengikuti SBMPTN 2017 di ITB tahun ini. Sementara di waktu SD, ia mengambil paket A saat usia masih 8 tahun.
“Ijazah paket A (SD) diambil waktu dia umur 8 tahun,” ungkap Yanti (14/6/2017).
Menurutnya Yanti, Izzan adalah anak yang jenius dan mulai terlihat sejak usia 3 tahun. Buku-buku tentang tokoh-tokoh fisika dan matematika merupakan buku-buku yang sudah jadi bahan bacaan sehari-harinya.
“Izzan pernah enggak naik dari TK A ke TK B karena waktu di sekolah alam cuma main terus enggak mau belajar dan tidak mampu mengikuti kegiatan di kelas. Akhirnya saya ajari sendiri di rumah,” tambahYanti.
Keseharian Izzan di rumah pun, ternyata sangat unik dan berbeda dengan anak-anak kebanyakan. Izzan sangat menyukai aktivitas rutin berupa permainan asah otak semisal catur. Yanti sendiri, mengajari Izzan membaca dan menjadikan catur sebagai hobi mereka di waktu senggang. Setelah menginjak usia 6 tahun, kecerdasan Izzan makin terlihat dengan kemampuannya mengkonstruk materi dan teori ke dalam aktivitas sehari-harinya, seperti hukum gravitasi yang kerap ia praktikkannya.
“Izzan anaknya enggak bisa diam, tetapi kalau belajar matematika dia bisa tenang. Ternyata mengamati bagian dari belajar yang dilakukannya. Dia senangnya nabrak anak lain sampai jatuh. Dia juga sering nanya teori Newton tentang hukum benda-benda angkasa,” jelas Yanti.
Karena ketekunan Izzan dalam belajar disertai perhatian Yanti dalam mengajari anaknya di rumah, akhirnya Izzan mampu menyelesaikan berbagai macam soal dan rumus matematika yang dipelajari siswa di bangku SMA. Bahkan menurut pengamatan Yanti, Izzan hanya menempuh waktu 1 Tahun untuk memahami pelajaran Matematika kelas 1 SD sampai kelas 1 SMA. Di usianya menginjak usia 7 tahun, Izzan sudah menyelesaikan soal Fisika kelas 3 SMP.
Hal itu berlanjut seterusnya hingga usia 8 tahun, Izzan sudah menyelesaikan matematika kelas 3 SMA. Di beberapa kesempatan, Izzan mempertanyakan tentang penyelesaian masalahan matematika yang rumit dari sudut bola, yang sewajarnya pelajaran itu dipelajari saat tingkat 3 kuliah astronomi.
Melihat potensi yang dimiliki anaknya ini, Yanti pun harus berkonsultasi dengan dosen-dosen ITB. Namun dosen-dosen yang ditemuinya tidak mampu memberikan banyak solusi. Salah satu dosen yang ditemui Yanti yaitu Oki Neswan hanya menyarankan Izzan mengikuti SBMPTN agar bakatnya bisa diasah di ITB. Pada akhirnya, Yanti dengan penuh kesabaran berusaha membimbing Izzan agar bisa lulus ijazah paket A sampai C di tingkat sekolah menengah. Tahun 2016 lalu, Izzan juga sempat ikut seleksi namun gagal, dan baru di tahun ini berhasil lulus SBMPTN dan diterima oleh ITB.
Kisah inspiratis dan luar biasa di atas, menjadi pelajaran bagi kita semua, bahwa pendidikan itu tidak bertumpu pada kegiatan belajar serius di bangku sekolah. Namun, lebih banyak dipengaruhi oleh kondisi lingkungan dan didikan keluarga. Bakat pada anak adalah potensi yang hanya bisa dikembangkan dengan perhatian serius dari orang tua, sekolah dan lingkungan.
Jangan sepelehkan gejala penyakit yang terjadi pada usus anda. Bila terjadi kejanggalan yang anda rasakan diluar dari biasanya pada perut anda, maka ada baiknya untuk secepatnya dideteksi dini ke dokter atau klinik terdekat. Hal ini bisa saja menjadi ancaman besar bagi kesehatan anda, dan apabila tidak ditangani lebih awal bisa berakibat fatal. Seperti yang terjadi pada salah seorang pria di Cina. Setelah bertahun-tahun sembelit pria ini harus kehilangan 30 inci dari ususnya.
Ahli Bedah Memperlihatkan Hasil Operasi (Foto: INT)
Normalnya, sembelit atau diare yang berlangsung satu atau dua hari sering hilang tanpa komplikasi. Namun, diare atau sembelit yang mengalami konstipasi selama lebih dari seminggu bisa menjadi pertanda berbahaya. Lalu bagaimana dengan Pria di Tiongkok ini? Ternyata, ia telah mengalami konstipasi selama bertahun-tahun, dan sudah hampir terlambat ketika dia memeriksakan tubuhnya ke dokter.
Ahli bedah di China yang memutuskan memotong usus dari pria ini menyatakan telah melakukan prosedur yang sangat tidak biasa untuk menghilangkan 30 inci usus besar pria tersebut. Hal itu dilakukan setelah kondisi langka menyebabkan konstipasi parah terus berkembang selama beberapa tahun. Rupanya, pria itu menderita penyakit Hirschsprung, yaitu penyakit yang menyebabkan usus seseorang tidak bisa bekerja dengan baik kurangnya saraf pada beberapa otot di dalam usus besar. Baca juga: Terjawab, Tips Rahasia Temudah dan Terbukti Paling Ampuh Untuk Jaminan Kesehatan Anda Hari Ini
Akibatnya, perut pria ini mulai menegang dan membesar, tampak seperti seperti seorang pria yang sedang hamil. Dokter Yin Lu dan tim ahli di Rumah Sakit Rakyat Shanghai yang ke-10, di China Timur, bertemu dengan pria itu dan mengklaim bahwa mereka tertegun dengan ukuran perut pria itu. Ia mencatat bahwa sepertinya perut pria tersebut bisa meledak kapan saja.
Usus yang dibuang berdasarkan hasil operasi atas pria Tiongkok yang mengalami konstipasi
Terbukti, jika dokter tidak melakukan operasi secepatnya dalam beberapa hari saja, usus pria ini benar-benar akan meledak. Hal itu bisa dilihat dari hasil operasi. Pria tersebut menjalani operasi selama tiga jam dan dokterpun akhirnya mengeluarkan usus besarnya sebesar 76 sentimeter (30 inci) dengan berat 13kgs. Setelah operasi, pasien pria ini sudah stabil dan diharapkan bisa sembuh total.
Kejadian unik dimana spanduk tolak wenger dikibarkan saat demonstrasi anti Trump ini terjadi (20/01/2017) silam. Saat itu, beberapa kelompok warga di London turun ke jalan melampiaskan kemarahan mereka pada pemimpin yang dianggap egomaniak yang haus kekuasaan dan tidak sadar yang tidak terlihat sesuai dengan skala pekerjaan yang dia temukan. Ribuan orang berbaris melintasi London dan bagian lain Inggris melawan undangan Theresa May kepada pemimpin Republik, yang sempat diperdebatkan di parlemen Inggris (19/01/2017). Demonstrasi tersebut sekaligus aksi protes dan perlawanan massa terhadap Donald Trump, presiden Amerika Serikat.
Seorang fans Arsenal berpartisipasi dalam aksi demonstrasi saat kunjungan kenegaraan presiden AS di Inggris saat itu. Uniknya, ia justru mengibarkan sebuah spanduk anti-Arsene Wenger di tengah kerumunan pengunjuk rasa anti Trump.
Aksi Demonstrasi Anti Trump dan Spanduk Tolak Wenger (Foto: thesun.co.uk)
Dalam kejadian tersebut, jelas fans Arsenal sekaligus ingin menyampaikan pendapat mereka mengenai posisi Wenger di klub Arsenal yang musim ini berakhir tanpa gelar. Memang, Arsene Wenger, pelatih berkewarganegaraan Prancis ini telah berada di Arsenal selama lebih dari 20 tahun. Sehingga banyak fans yang menganggap Wenger sudah cukup lama melatih dan tidak mampu mengubah nasib tim. Hal ini, menjadi bahan olok-olokan bagi fans Arsenal kontra Wenger. Menurut mereka, Wenger lebih kejam dari pada Trump, sebab ia bisa bertahan lebih lama dari pada Trump yang baru menjadi presiden lebih dari sebulan.
Memang saat itu, Fans Arsenal sempat terbelah saat masa depan Arsene Wenger masih jadi tanda tanya. Sebagian menginginkan perubahan dan merasa era Wenger sudah seharusnya diakhiri. Namun, ada juga yang masih percaya bahwa Wenger masih merupakan pilihan terbaik.
Wenger Perpanjang Kontrak
Semua teka-teki soal masa depan Wenger itupun akhirnya terjawab pada (31/5/2017). Fans yang menginginkan manajer baru harus melupakan obsesinya untuk tidak melihat Wenger lagi di kursi pelatih musim ini. Hal ini lantaran Wenger kembali perpanjang kontrak dengan Arsenal, tim asal London ini memberi Wenger kontrak baru berdurasi dua tahun.
Pasca kesepakatan perpanjangan kontrak ini, Wenger pun berharap mulai dari sekarang fans Arsenal harus kompak mendukung tim dan tak lagi membahas dirinya.
"Pesan untuk fans adalah bantulah klub. Mari bersama-sama dukung para pemain kita, dukung klub, dan berikan yang terbaik agar berada di level yang kita inginkan," pungkas Wenger.
Pria berusia 67 tahun itu yakin Arsenal bisa naik level meskipun dipastikan absen di Liga Champions musim depan.
"Kami bisa naik ke level berikutnya, saya yakin akan hal itu, dengan yakin kepada cara main yang kami inginkan dan mendukung pemain-pemain yang sudah kami miliki," ungkapnya.
Menurut Wenger, semua pihak termasuk fans 'The Gunners' harus mendukung caranya untuk mengembangkan tim.
"Tentu saja kami akan berusaha untuk memperkuat skuat kami agar lebih tangguh pada musim depan, tapi kami ingin yakin kepada cara main yang kami inginkan. Kami ingin mendukung cara main ini bersama-sama," kata Wenger.
Dengan keputusan manejemen tim ini, fans mau tidak mau harus menerima kembali Wenger melatih Arsenal. Seperti halnya masyarakat Inggris yang terpaksa harus menerima kenyataan bahwa Trump terpilih secara demokratis di negara adidaya Amerika Serikat.
Dalam beberapa hari terakhir, pemberitaan tentang memanasnya hubungan Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA) dan Mesir. Renggangnya hubungan beberapa negara teluk itu diterangarai berawal dari sebuah keterangan yang diduga palsu yang menyeret nama Emir Qatar (22/5/2017). Pernyataan kontroversial itupun dengan cepat dipublikasikan oleh saluran TV Al-Arabiya (milik Arab Saudi), Sky News Arabia (milik UEA) serta saluran satelit dan media elektronik Mesir.
Peta Negara Qatar (Foto: INT)
Pernyataan yang diduga palsu tersebut berisi tuduhan sebagai berikut:
Hubungan yang memburuk antara Qatar dengan Trump di Washington.
Seruan dari Qatar ke Mesir, UEA dan Bahrain untuk meninjau kembali sikap anti-Qatar mereka.
Pernyataan Qatar yang menyebutkan bahwa Iran mewakili kekuatan regional serta kekuatan Islam, dimana kekuatan itu tidak boleh diabaikan.
Alhasil, meski pernyataan tersebut berasal dari media resmi Qatar News Agency (QNA), namun para pejabat pemerintah enggan mengakui keaslian pernyataan tersebut dengan menyatakan bahwa situs QNA telah diretas. Walau telah dibantah, media Saudi, UEA dan Mesir menganalisis bahwa pernyataan tersebut asli. Akibatnya, pemberitaan terhadap pernyataan itu terus menerus dimuat dan mendominasi berita serta komentar di media-media tersebut selama berhari-hari. Serangan terhadap Qatar pun terus berlanjut, sehingga mengindikasikan adanya kesepakatan di level pemerintahan Arab Saudi dan UEA. Hal ini dikarenakan Pangeran Mahkota Abu Dhabi dan Arab Saudi, Mohammed Bin Zayed dan Mohammed Bin Salman sejak lama diketahui memiliki hubungan erat dengan media-media tersebut.
Ketegangan ini terjadi hanya dua hari setelah para pemimpin Arab Saudi, UEA, Mesir dan Qatar berkumpul di KTT Arab-Islam-Amerika di Riyadh, dengan Donald Trump dan puluhan pemimpin negara Arab dan Islam lainnya berkumpul. Apakah pertemuan ini terkait dengan ketegangan tersebut? Jika bukan karena sebab ini, mengapa gencarnya pemberitaan di media-media massa baru terjadi pasca pertemuan itu? Sedangkan pernyataan yang diduga palsu itu sudah bergulir sebelumnya?
Jawaban atas pertanyaan itu, bisa kita sandingkan dengan sebuah pemberitaan dari surat kabar Inggris, The Guardian yang memberitakan kejadian renggangnnya hubungan Trump dengan Qatar. Guardian The Guardian (1/6/2017) menyebutkan bahwa Trump saat itu tengah menghadapi tekanan di dalam negeri AS (mungkin dipimpin oleh agen pro-Israel) untuk meninjau aliansi Washington dengan Qatar. Qatar disebut telah memberi dukungan kepada Gerakan Perlawanan Islam (Hamas) dalam melawan pendudukan Israel, serta mendukung Ikhwanul Muslimin (IM).
Guardian dalam hal ini mengutip pernyataan mantan Menteri Pertahanan AS Robert Gates, yang mengkritik dukungan Qatar kepada Hamas dan IM. Begitupun dengan ketua Komite Urusan Luar Negeri Dewan Perwakilan AS, Ed Royce, yang juga mengatakan akan mengajukan undang-undang untuk menghukum negara-negara yang mendukung kedua kelompok tersebut termasuk Qatar.
Memang, Trump pernah menyinggung hal ini dalam pidatonya pada pertemuan para pemimpin di Riyadh. Saat itu, Trump menyandingkan Hamas dengan ISIS dan Al-Qaidah sebagai kelompok teroris. Pidato itu pun membuka peluang bagi Arab Saudi dan UEA untuk melancarkan serangan kepada Qatar. Dalam hal ini, Trump mungkin hafal betul kondisi persaingan dari ketiga negara ini di wilayah Timur Tengah?
Saat ini, Amerika Serikat (AS) sendiri masih mempertimbangkan hubungan dengan Qatar, kerena kepentingannya yang begitu besar atas negara ini. Qatar memang menjadi tuan rumah pangkalan Angkatan Udara terbesar Amerika di Timur Tengah sehingga dengan adanya ketegangan dari negara-negara ini menjadi peluang besar bagi Trump untuk meredam tekanan pada pemerintahannya (tanpa campur tangan secara langsung).
Sementara itu, ketegangan Arab Saudi dan UEA terhadap Qatar juga memiliki latar belakang lain. Arab Saudi dan UEA mulai khawatir tentang aset-asetnya di Yaman dan Tanduk Afrika, dana besar pun dialokasikan Arab Saudi untuk mendukung kebijakan Trump. Di sisi lain, Saudi juga saat ini tengah berharap mendapatkan dukungan dari presiden AS untuk menaikkan Putra Mahkota Mohammed Bin Salman ke takhta kerajaan. Seperti yang diketahui, orang-orang AS memang lebih menyukai Muhammad bin Nayef untuk memimpin Saudi dari pada Mohammed Bin Salman.
Sebelumnya, ketegangan memang pernah terjadi antara Arab Saudi-UEA-Mesir dan Qatar yaitu ketika Qatar memberi dukungan terhadap Ikhwanul Muslimin pasca kemengan Muhammad Mursi. Saat itu, Arab Saudi menarik duta besarnya dari Doha, begitu pun UEA. Hal ini pula yang membuat gencarnya kampanye berita di internet oleh situs UEA dan Mesir terhadap Qatar serta memutuskan untuk memblokir puluhan situs Qatar, termasuk Al-Jazeera.
Selain permasalahan di atas, munculnya ketegangan saat ini pun ditengarai berasal dari tingkat tertinggi di UEA, termasuk dari Menteri Luar Negeri Anwar Gargash dan Wakil Kepala Polisi dan Keamanan Publik di Dubai, Dhahi Khalfan. Para pengamat menyebutkan kekhawatiran UEA dalam beberapa pekan terakhir mengenai tanggapan Qatar terhadap plot “kudeta Aden” (upaya membagi Aden), yang akhirnya direspon oleh media UAE dengan serangan ganas terhadap jaringan Al-Jazeera yang berbasis di Doha.
Adapun hal lain yang mulai dipertanyaan yaitu tentang rekening keuangan swasta Putra Mahkota Saudi, untuk mendukung kemitraan pribadinya dengan UEA. Dalam hal ini, Mohammed Bin Salman diketahui telah lama menjalin dukungan dengan UEA untuk memperkuat posisinya di kerajaan.
Kompleks dan adanya pertalian permasalahan di atas menjadi beberapa faktor yang mungkin dapat menjelaskan skenario memanasnya hubungan Saudi-UEA terhadap Qatar. Adapun beberapa efek yang mempertegas memanasnya hubungan Arab Saudi-UEA atas Qatar ini diantaranya:
Arab Saudi dan negara-negara pendukungnya memutuskan hubungan diplomatik Qatar serta memblokir puluhan situs Qatar, termasuk Al-Jazeera.
Di dunia pendidikan, semua buku karya Yusuf al-Qaradhawi dikeluarkan dari universitas dan perpustakaan di Arab Saudi dan beberapa negara pendukung.
Adanya prokontra dari berbagai negara (ancaman munculnya faksi-faksi)
Respon Publik
Ketegangan antara Arab Saudi-UEA dengan Qatar berdampak buruk pada beberapa negera serta menimbulkan kontroversi yang meluas dan ragam respon publik. Ketegangan tersebut telah membuat terputusnya hubungan diplomatik antara Arab saudi-UEA dan negara-negara pendukungnya terhadap Qatar. Tak terkecuali bagi negara-negara di Afrika seperti Mauritania. Negara di Afrika Barat yang juga anggota Liga Arab, ikut memutuskan hubungan dengan Qatar pada hari Selasa (06/06).
“Negara bagian Qatar telah menghubungkan kebijakannya untuk mendukung organisasi teroris dan penyebaran gagasan ekstremis,” kata pernyataan dari kementerian luar negeri Mauritania yang diterbitkan dalam bahasa Arab oleh Badan Informasi Mauritania.
Adapun dukungan Israel mencuat atas sikap Arab Saudi- UEA dan beberapa negara lain atas Qatar. Pihak Israel merilis pernyataan dan sikap dukungannya atas langkah yang memusuhi Qatar. Menteri Pertahanan Avigdor Lieberman bahkan menyebut perkembangan geo-politik Timur Tengah itu sebagai “peluang” bagi Israel.
Di pihak, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan yang sejak lama dikenal anti Israel merilis pernyataan yang menegaskan ketidaksetujuan negaranya atas langkah pemutusan hubungan diplomatik berikut sanksi yang dijatuhkan terhadap Qatar. Menurutnya, kawasan Timur Tengah saat ini sangat membutuhkan persatuan dan kerjasama yang lebih erat dari sebelumnya. Selain Turki, Iran juga telah merilis pernyataan yang senada dengan mengkritik langkah penjatuhan sanksi terhadap Qatar.
Berkenaan dengan tuduhan Teroris atas Hamas yang menjadi salah satu sebab ketegangan ini. Sosial media Twitter di negara-negara Timur Tengah dibanjiri Tagar "Hamas Bukan Teroris". Viralnya tagar ini paling banyak ditemukan di Palestina, Qatar, Yordania, Mesir, Aljazair, Oman dan Libya.
Para pengguna media sosial menekankan bahwa perlawanan adalah milik rakyat Palestina untuk mendapatkan kemerdekaan dari penjajahan Israel, Hamas bukan Teroris (Foto: INT)
Aksi protes ini pun diikuti oleh sejumlah tokoh di dunia Arab. Salim al-Menhali seorang profesor hubungan internasional yang berbasis di UAE misalnya. Ia mengatakan:
“Wajar apabila Hamas adalah perlawanan, bukan terorisme, karena tidak satupun orang yang diserang; Mereka membela bangsa Palestina dari penjajah. Justru sangat tidak wajar bila Hamas diserang untuk menyenangkan musuh.”
Begitupun dengan seorang aktivis perjuangan Palestina dan mantan tahanan Israel Mahmoud Merdawe. Ia angkat bicara dan menyatakan bahwa “penjajah (Israel) bersenang-ria atas posisi resmi beberapa negara Arab yang menyatakan bahwa Hamas sebagai gerakan teroris.”
Adapun Perdana Menteri Iraq Haidar Abadi menyatakan sikap netralnya dengan mengatakan bahwa Iraq tidak ingin berpihak dalam krisis hubungan diplomatik di beberapa negara atas Qatar ini. Abadi menambahkan negaranya ingin mempunyai hubungan yang baik dengan semua pihak. Bagitupun dengan Raja Maroko, Mohammed VI yang bahkan menawarkan diri sebagai penengah perselisihan diplomatik antara Qatar dan negara-negara Teluk tersebut. Kementerian Luar Negeri dan Kerjasama Internasional Maroko (11/6/2017) mengatakan bahwa pihaknya siap untuk memainkan peran mediator atas krisis ini.
“Jika para pihak menginginkan, Kerajaan Maroko siap menawarkan jasanya untuk mendorong dialog yang jujur dan menyeluruh atas dasar campur tangan dalam urusan internal dan perang melawan ekstremisme agama,” katanya.
Hal ini disampaikannya karena, Maroko memiliki hubungan yang baik dengan para pemimpin pemerintahan di negara Teluk, terutama Raja Arab Saudi dan Emir Qatar. Atas hal itu, Mohammed VI memilih sikap netral dan tidak berpihak pada salah-satu pihak.
“Karena ikatan pribadi yang kuat dari persaudaraan dan pertimbangan bersama yang tulus, Kerajaan Maroko telah berhati-hati untuk tidak memberikan pernyataan publik dan tergesa-gesa yang hanya memperkuat perselisihan dan memperdalam perbedaan,” paparnya.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Jerman, Sigmar Gabriel menuduh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengendalikan konflik di Timur Tengah yang terjadi saat ini. Ia mencurigai bahwa putusnya hubungan diplomatik negara teluk dengan Qatar berkaitan erat dengan kunjungan Trump ke Saudi lalu. Menurutnya, kedatangannya tersebut bertujuan untuk meminta negara-negara Muslimin bersatu melawan “ekstremisme”.
“Kontrak militer raksasa Presiden Trump dengan kerajaan (Saudi) teluk baru-baru ini akan meningkatkan risiko penjualan senjata,” kata Gabriel dalam sebuah wawancara dengan Handelsblatt (7/6/2017).
Tanda Akhir Zaman
Di luar kondisi politik dan urusan kenegaraan yang terjadi antara Arab Saudi dan negara-negara Teluk dengan Qatar di atas. Beberapa kejadian, permasalahan dan sebab terjadinya konflik di atas bisa saja menjadi indikasi dan asumsi bahwa ini semua menjadi permulaan dari ramalan datangnya akhir zaman. Terutama adanya keterlibatan pangeran mahkota Kerajaan Arab Saudi serta keterlibatan AS. Adakah itu pasti? Tanda-tanda akhir zaman atas kejadian ini memang memungkinkan untuk dibenarkan.
Kajian dari Ust. Zulkifli Muhammad, Lc, MA melalui video berikut mungkin bisa menjadi penjelasan tentang Akhir Zaman, dimana gejalanya sudah sedemikian rupa terjadi satu persatu.
Dari kutipan ceramah di atas, Nabi Muhammad saw menyatakan, zaman umat Islam akan dibagi menjadi 5 periode atau masa:
Masa Kenabian yaitu periode yang berlangsung sekitar 23 tahun dan telah berakhir sejak wafatnya Nabi Muhammad saw.
Masa Kekhalifahan yaitu umat Islam dipimpin 4 Khalifah yakni Abu Bakar, Utsman bin Affan, Umar bin Khaththab dan berakhir di Ali bin Abi Thalib.
Masa Mulkan Adhon atau kekhalifahan dengan sistem kerajaan yang menurut pakar sejarah, periode ini telah berakhir sejak diruntuhkannya kekhalifahan Usmaniyah di Turki pada 13 Maret 1924 oleh Kemal At Taturk.
Masa Mulkan Jabariyya (Diktator) yaitu periode dimana saat ini kita berada. Pada masa ini, umat Islam mengalami zaman yang paling gelap dalam sejarah karena tidak punya kepemimpinan dan dunia dikuasai oleh bangsa bangsa kafir.
Masa kembalinya Khalifah Islamiyyah yaitu masa sebelum akhir zaman akan muncul kembali periode terakhir yaitu kekhalifahan seperti sistem kenabian dimana umat Islam akan kembali memimpin dunia. Masa kelima ini tidak akan berlangsung lama karena satu atau dua periode setelah itu akan muncul tanda tanda kiamat besar.
Dalam ceramah itu pula kata Zulkifli Muhammad, Kiamat akan terjadi dengan ditandai 10 peristiwa. Tanda-tanda kiamat poin 1 sampai 4 akan terjadi pada masa keempat yang kita jalani kita saat ini, yaitu:
Munculnya Dajjal
Turunnya Nabi Isa AS ke bumi
Munculnya Yajuj dan Majuj dalam jumlah banyak. Sebagai perbandingan, saat itu 1 manusia berbanding dg 999 Ya’juj dan Ma’juj
Masa-masa aman saat dunia kembali dipimpin oleh khalifah Islam.
Matahari terbit dari barat
Keluar binatang besar
Angin lembut yang mematikan seluruh umat Islam sehingga dunia hanya dipenuhi oleh orang-orang kafir saja.
Tenggelam dan hancurnya bumi sebelah timur
Tenggelam dan hancurnya bumi sebelah barat
Tiupan sangkakala dan munculnya api yang akan menggiring manusia berkumpul di Syam menanti detik-detik musnahnya alam semesta
Adapun tanda-tanda besar kiamat ke 8,9 dan 10 hanya dirasakan oleh orang-orang kafir karena orang-orang mukmin sudah dimatikan oleh Allah swt. Salah satu tanda Dajjall akan muncul adalah saat sungai/danau Tiberias kering. Dan faktanya, saat ini debit airnya sudah menurun secara drastis.
Sebelum turun Dajjal, maka Al Mahdi akan muncul terlebih dahulu. Siapa Al Mahdi? Al Mahdi berasal dari keturunan kandung Nabi Muhammad saw, keturunan Fatimah yaitu dari Hasan bin Ali RA, namanya mirip nama Nabi yaitu Muhammad dan nama ayahnya juga sama dengan nama ayah Nabi yaitu bernama Abdullah.
Saat ini, tanda-tanda akan segera muncul Al Mahdi itu telah terjadi, dan kejadian di atas memungkinkan adalah kelanjutan dari tanda yang keempat:
Salju turun di Arab, ini sudah terjadi sejak 2009 dan sampai tahun 2016 lalu salju juga turun di Arab Saudi.
Bumi akan dipenuhi huru hara dan peperangan dan kezaliman yang semakin lama semakin meningkat sehingga hari hari ke depan akan terasa semakin berat. Banyak terjadi pembunuhan seperti di yang saat ini terjadi di Yaman, Suriah, Palestina, Mesir dan lainnya.
Banyak fitnah/kezaliman yang terjadi di negeri Syam seperti yang terjadi saat ini di Suriah oleh rezim Basar As’ad atau kekejaman di Palestina oleh Israel
Wafatnya seorang Raja Arab lalu 3 putera mahkotanya saling ribut atau konflik. Saat ini Raja Abdullah di Arab Saudi telah wafat dan 3 putra mahkota berikutnya saling gaduh karena memiliki perbedaan prinsip dan karakter. Tiga putra mahkota tersebut yaitu Raja Salman, Thalal dan Mukrim. Raja Salman dilantik menggantikan mendiang Raja Abdullah pada Januari 2015. Beliau termasuk orang sholeh dan anti maksiat dan hafidz Quran. Sedangkan Thalal memiliki kekuatan ekonomi bahkan salah satu orang terkaya dunia. Namun ia ahli maksiat. Sementara itu Mukrim loyalitasnya lebih ke Yahudi dan Amerika. Raja Salman telah mengusir Thalal dari kerajaan sedangkan Raja Salman membiarkan Mukrim tetap di kerajaan namun telah mencabut hak beliau sebagai raja berikutnya. Namun ke depannya, kegaduhan antara 3 putra mahkota tersebut akan terus terjadi.
Fakta-fakta di atas menjadi referensi bagi kita untuk senantiasa mengingat hari kiamat dan semoga menambah keyakinan serta keimanan kita, dalam rangka mempersiapkan diri menhadapi dunia selanjutnya dengan ketaqwaan kepada Allah SWT.
Dunia hiburan tanah air kembali dihebohkan dengan meninggalnya Julia Perez. Betapa tidak, artis hiburan papan atas Indonesia ini meninggal sepekan setelah artis sinetron Yana Zein lebih dulu dipanggil oleh Yang Maha Kuasa. Bagi publik, pelantun 'Aku Rapopo' ini dikenal penuh sensasi dan tidak pernah lepas dari pemberitaan media. Namun bagi para sahabatnya, Julia Perez alias Jupe adalah sosok yang sangat baik. Kebaikan itu dinilai oleh sahabatnya, dari bentuk kepedulian Jupe saat sahabat-sahabatnya tertimpa masalah. Sebagai publik figur, ada beberapa fakta, sensasi dan pesan setelah kepergian Julia Perez yang menarik perhatian publik.
Foto Mendiang Julia Perez (INT)
Benar saja, sepeninggal mantan kekasih Gaston Castano ini, banyak cerita yang layak untuk kita simak. Mulai dari cerita sesaat sebelum meninggal sampai kontroversi yang sempat ditorehkannya semasa ia mengisi panggung hiburan. Kesemuanya itu, kini tinggal kenangan setelah dirinya menghembuskan nafas terakhir. Seperti yang diketahui, Jupe meninggal setelah mengidap penyakit serviks.
Ada beberapa fakta sekaligus sensasi yang ditinggalkan oleh wanita yang dikenal penuh canda ini:
Meninggal dalam Keadaan Tersenyum
Sebelum jenazah Jupe dibawa menuju masjid Al-Iklas dan kemudian dimakamkan di TPI Pondok Rangon Jakarta Timur, para pelayat masih sempat melihat pemandangan dari senyum Jupe. Dari beberapa keterangan sisebutkan bahwa wajah Jupe meninggal dalam keadaan tersenyum seakan menandakan dirinya ikhlas. Salah satu sahabat Jupe, Ustadz Zaki Mirza, angkat bicara tentang tetesan air dan arti senyum di wajah pelantuh Belah Duren itu.
"Tak ada yang bisa kita berikan selain doa, doa, dan doa. Semoga amal beliau diterima di sisi Allah SWT," ujar Ustaz Zacky Mirza sebelum menyalatkan Jupe.
Meninggal Di Bulan Ramadhan
Bulan Ramadhan adalah bulan suci dan diagungkan oleh umat muslim di Seluruh dunia. Bulan ini dipenuhi keutamaan dalam tiap detiknya, tergantung bagaimana manusia memanfaatkan waktu tersebut. Namun, disaat manusia lain sedang menikmati bulan ini, Jupe harus terbaring sakit dan akhirnya meninggal di bulan ramadhan. Tepatnya di Tanggal 15 Ramadan, pukul 11.05 di Rumah Sakit Cipto Mangun Kusumo (RSCM) Jakarta. Banyak kalangan yang mendoakan dan berharap, meninggalnya Jupe di bulan ini menadi tanda yang baik bagi dan jalan khusnul khatimah. Baca juga: Heboh, Fakta Di Balik Pemakaman Yana Zein
Tetapi, dalam kajian Islam, meninggalnya seseorang dalam bulan Ramadhan bukan menjadi ukuran sesorang itu disebut khusnul khatimah. Semua tergantung amal ibadah yang telah dilakukannya selama hidup di dunia. Selain itu, ucapan 'Lailaha Illalah' menjadi sebab lain dijaminkannya surga atas dirinya.
Sepeti yang dikatakan sebuah hadits, dari Hudzaifah Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullahi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan tentang orang yang meninggal dalam kondisi beramal.
“Siapa yang menyatakan Laa ilaaha illallah ikhlas mengharap wajah Allah, dan dia akhiri hidupnya dengan ikrar ini, maka dia masuk surga"
Sahabat Terbaik Di Mata Jupe
Nia Anggi, adik dari Julia Perez (Jupe) mengungkapkan bahwa, sosok sahabat terbaik di mata Jupe itu merupakan pria yang luar biasa. Pria yang selama ini selalu ada dan memberikan dorongan luar baginya sehingga bisa bertahan hingga saat menjelang kepergiannya. Bahkan, di akun Instagram Jupe, menganggap sosok tersebut dianggap selayaknya 'True Angels'.
Sosok yang bagaikan malaikat yang selalu memberikan yang terbaik buatnya dan selalu menghiburnya dalam suka dan duka. Sosok tersebut tak lain adalah Ruben Onsu.
Seputar Perselisihan Jupe dengan Dewi Persik dan Nikita Mirzani
Jupe memang dikenal beberapa kali memiliki masalah dan perselisihan dengan sahabatnya. Diantaranya adalah Dewi Persik dan Nikita Mirzani. Sepanjang Tahun 2017 ini, masalah Jupe dengan Nikita memang sempat memanas. Masalahnya dengan Nikita yang bergulir sejak Desember 2016 itu, memuncak karena mereka saling laporkan, meski kemudian mereka berdamai. Begitupun dengan Dewi Persik, Jupe pernah berselisih paham dengan artis dangdut yang satu ini. Namun hal itu menjadi masa lalu bagi mereka, semua terselesaikan dengan kata maaf. Terbukti, Dewi Persik hadir dalam tahlilan Jupe dengan raut wajah yang penuh kesedihan.
Dibalik Kanker Serviks
Penyakit ganas yang diderita Jupe ini muncul sejak September 2014. Kala itu publik terkejut ketika dia mengatakan mengidap kanker serviks. Usaha penyembuhan pun dilakukannya, sampai-sampai harus bolak-balik berobat ke sebuah rumah sakit di Singapura. Hingga pada akhirnya tahun 2017 Jupe mengungkap kanker yang dideritanya sudah masuk stadium 4 dan harus beristirahat total di rumah sakit. Dalam proses itu pula, Jupe sempat menjalani operasi syaraf tulang belakang.
Dibalik kanker serviks yang diderita Jupe sebelum meninggal ini, para ahli kesehatan pun angkat bicara dan mengingatkan kepada setiap wanita untuk antisipasi dini atas penyakit ini. Dari data yang diperoleh, diperkirakan tiap 1.000 perempuan, terdapat satu pengidap kanker serviks seperti Julia Perez alias Jupe. Kematian akibat penyakit ini bisa dicegah antara lain dengan deteksi dini.
"Dengan deteksi dini, kejadian kanker dapat ditemukan lebih awal sehingga keberhasilan pengobatannya semakin besar," kata Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kementerian Kesehatan, drg Oscar Primadi, MPH.
Menurut Oscar, deteksi kanker serviks maupun kanker payudara sudah masuk dalam pembiayaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Karenanya, masyarakat diimbau tidak perlu khawatir harus membayar mahal.
Selain deteksi dini, drg Oscar juga mengingatkan pentingnya fase emas pengobatan. Ketika kanker serviks sudah terdeteksi, seringkali masyarakat tergoda oleh pengobatan alternatif yang belum teruji kemanjurannya. Akibatnya, pertolongan secara medis terlambat diberikan.
Di luar dari fakta di atas, kita mengenal Jupe sebagai artis yang telah berhasil menghibur masyarakat Indonesia. Walaupun banyak pemberitaan miring yang dituai di masa lalunya, namun sebagai sesama manusia kita patut untuk mendoakan dan mengingat kesan baik yang ditinggalkannya. Oleh karena kitalah yang harus bijak mendidik diri sendiri dalam menanggapi setiap kejadian di dunia hiburan. Yang baik kita contoh, dan yang kurang baik kita tanggalkan dan cukup jadi referensi.
Menjadi pemain terbaik dunia memang menjadi obsesi semua pemain sepak bola profesional yang ada di jaga raya ini. Tak terkecuali bagi sosok Harry Kane. Ujung tombak Spurs ini mengungkapkan obsesinya yang ingin dapatkan Ballon d'Or sebagai ajang penghargaan pemain terbaik dunia. Tetapi menurut Kane, ia harus memulai usahanya itu dengan memulai memenangkan trofi besar bersama klub dan negara yang dibelanya. Selain itu, Cristian Ronaldo menurutnya saat ini menjadi sosok panutan untuk menggapai harapan besar itu. Dirinya mengatakan ingin meniru mentalitas permainan Cristiano Ronaldo yang sangat besar.
Harry Kane saat Menerima Premier League Golden Boot (Foto: LAURENCE GRIFFITHS/GETTY IMAGES)
Bahkan, saat menjelang Kualifikasi Piala Dunia Inggris melawan Skotlandia, Harry Kane secara blak-blakan mengatakan bahwa bintang Real Madrid Cristiano Ronaldo adalah sosok panutan. Dia berharap bisa meniru penampilannya dalam setiap ajang besar sepak bola.
"Anda bisa melihat dia di setiap pertandingan, pertandingan di final, di semifinal," ungkap Harry Kane.
Saat ini, dalam data statistik terakhir di liga Inggris,Kane mencetak 29 gol dalam 30 penampilan untuk Tottenham Hotspur. Dengan capaian ini, dia berharap bisa memenangkan Ballon d'Or seperti Ronaldo.
"Siapa yang tidak ingin memenangkan piala emas besar itu? Ini pasti sesuatu yang ingin saya lakukan, "kata Kane
Namun menurut Kane, tim yang dibelanya harus mulai tampil di turnamen besar
"Melakukan itu, Anda harus memenangkan turnamen besar, untuk klub dan negara. Ronaldo memenangkan Euro dan Liga Champions... sama halnya (Lionel) Messi dalam situasi yang sama"
Bagi Kane, untuk mendapatkan penghargaan pemain terbaik tersebut bukan semata menjadi urusan pribadi tetapi menjadi bagian yang harus dicapai oleh timnya.
"Untuk melakukan itu, bukan hanya individu, saya pikir ini adalah bagian dari tim, juga memenangkan piala tim. Mudah-mudahan apa yang bisa kita lakukan di Tottenham" tambah Kane.
Memang, saat ini Kane mampu mendapatkan prestasi individu yang cukup membanggakan. Dirinya berhasil meraih gelar pencetak gol terbanyak Liga Premier Inggris, walaupun harus mengakhiri liga di bangku cadangan akibat cedera. Timnya sendiri, Tottenham Hotspurs mengakhiri musim sebagai runner-up di bawah Chelsea. Ini adalah raihan kedua berturut-turut spurs setelah musim lalu (2016-2016) menyelesaikan runner-up di bawah Leicester City.
Selain di Club, saat ini Harry Kane tampil sebagai andalan di lini depan tim nasional Inggris. Hal itu terlihat saat pelatih The Three Lions, Gareth Southgate, memercayakan kapten Inggris kepada Kane setelah Rooney tidak bisa bermain pada pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2018 melawan Skotlandia, Sabtu (10/6/2017). Baca juga: Nasib Barca dan Real Madrid Ditentukan di Pekan Terkahir La Liga
Meski baru mengantongi 17 caps di tim nasional, Kane dengan percaya diri mengungkapkan bahwa dirinya pantas menjadi suksesor Rooney sebagai skippers The Three Lions.
"Saya menilai diri saya sendiri sebagai sosok pemimpin di tim. Saya berharap bisa punya jabatan secara resmi. Walau saya masih 23 tahun, Inggris punya banyak pemain lebih muda dan saya akrab dengan mereka semua," Ungkap Kane.
Menurut Kane, dia tidak akan kesulitan membangun relasi dengan para kompatriotnya di tim nasional.
"Saya punya hubungan baik dengan para pemain, baik yang lebih muda maupun yang lebih tua. Di Inggris juga ada beberapa pemain Tottenham Hotspur yang biasa bermain dan berlatih dengan saya. Kami kenal baik di lapangan maupun di luar lapangan," katanya.
Pencapaian Harry Kane di atas seolah menjadi angin segar bagi para fans, bahwa bukan tidak mungkin seorang Harry Kane bisa menggantikan Cristian Ronaldo mengangkat tropy Ballon d'Or di masa mendatang.
Smartphone saat ini seolah menjadi 'saudara kembar' atau kebutuhan primer bagi setiap orang di era digital. Bahkan tidak sedikit orang menjadikan smartphonenya sebagai barang kesayangan. Hampir setiap pemilik smartphone pun merasakan hal yang sama, jika melihat smartphone kesangannya itu terjatuh dan rusak. Salah satu kejadian yang sering terjadi adalah layar pecah atau retak. Saat ini, bagian layar adalah salah satu kelemahan desain utama smartphone. Layar ini lebih banyak dibuat dari bahan atau materi yang mudah retak, terutama dari silikon. Selain mudah pecah, material ini juga cukup mahal. Hal inilah yang membuat para ahli berpikir untuk menemukan material yang lebih baik untuk layar smartphone ini. Namun jangan khawatir, pasalnya kini ada penemuan terbaru yaitu layar smartphone anti retak.
Sebuah penelitian kolaborasi antara ilmuwan di Queen's University Belfast, Sanford University, University of California, Berkeley, California State University, dan National Institute for Materials Science di Jepang telah menemukan jawaban untuk masalah ini. Hasil karya yang dipublikasikan di jurnal ACS Nano ini suatu saat akan menghilangkan masalah layar retak di smartphone kesayangan anda.
Claudia Ojeda-Aristizabal dari California State University, Long Beach, salah satu peneliti yang berpartisipasi dalam penelitian tersebut mengatakan bahwa material layar smartphone terbaru yang saat ini bisa dikembangkan ini dibuat dengan layering hexagonal boron nitride (h-BN), graphene, dan C60, yang juga dikenal sebagai Buckminsterfullerene, atau "Bola-Bucky", karena kemiripannya dengan struktur kubah geodesik milik arsitek Buckminster Fuller. Material baru yang sedang dikembangkan ini selain tahan retak juga hemat energi serta konduktor listrik yang cepat. Hal ini dikarenakan C60 di dalamnya, yang biasa digunakan pada sel surya. Bahan ini suatu saat akan membuat layar handphone anda sekaligus dapat digunakan sebagai alat untuk isi ulang daya baterai smartphone. Baca juga: Harga iPhone Merah Terbaru Stabil, Sebagian Keuntungan Untuk Amal
Pembuatan material ini dimulai dari graphene, bentuk karbon 2D, jauh lebih kuat dari baja, meski tetap dengan ultra-ringan. Bahan ini juga sangat konduktif. HBN membantu elektron bergerak di antara graphene dan C60, bahan super konduktif lainnya. Saat bahan ini disusun berlapis satu sama lain, maka sifat ketiga bahan transparan ini bisa menyatu. Sifat konduktif dari C60 dan graphene, yang dibantu oleh hBN, menghantarkan listrik di layar bergerak sangat cepat. Itu, dikombinasikan dengan daya tahan graphene dan kemampuan pengisian solar C60. Hal inilah yang membuat ketiga bahan ini menjadi kombinasi ideal untuk sebuah layar ponsel.
Materi tersebut juga memiliki beberapa sifat yang mirip dengan silikon. Elton Santos dari Jurusan Matematika dan Fisika Queen's University mengatakan dalam sebuah pernyataan pers.
"Bahan ini berbahan kimia yang stabil, ringan, dan fleksibel" ungkap Elton Santos
Ojeda-Aristizabal menambahkan bahwa materi baru tersebut bisa menghasilkan banyak aplikasi selain layar smartphone, suatu saat kita akan melihat kaca depan rumah dan jendela kantor yang bertenaga surya.
Material ini tidak berarti tidak memiliki kekurangan. Seperti yang diketahui, graphene tidak memiliki "bandgap," yang berarti konduktivitas dan sinyal listriknya tidak dapat dinyalakan dan dimatikan. Tetapi, jika masalah itu terpecahkan, di masa depan tidak akan ada lagi orang yang akan meratapi ponsel kesayangannya yang retak.