Google Doodle rayakan musim mudik Lebaran 2017hari ini (19/06/2017) dengan menampilkan ikon dari tradisi mudik lebaran. Google Doodle ini adalah logo-logo atau illustrasi khas buatan perusahaan mesin pencari Google yang dimodifikasi sedemikian rupa dan ditampilkan pada saat ada peringatan atau event tertentu pada setiap negara yang support Google. Sudah sejaklama koleksi google doodle yang dimiliki Google sendiri mulai diadakan.
Memang, mudik lebaran sudah menjadi tradisi tersendiri bagi masyarakat Indonesia di tiap tahunnya. Maklum saja, setiap orang Indonesia yang beragama Islam sangat mengidam-idamkan berkumpul dengan orang-orang tercinta khususnya keluarga di kampung halaman saat Hari Raya Idul Fitri. Melihat tradisi yang dilakoni oleh mayoritas masyarakat di negara Muslim terbesar di dunia ini, Google pun ikut merayakannya tahun ini dengan menayangkan doodle mudik lebaran yang tayang (19/6/2017).
Tampilan Google Doodle kali ini begitu unik dan pastinya menyentuh sekaligus mengingatkan masyarakat yang mungkin sedang atau masih dalam rencana mudik. Dalam google Doodle tersebut, google menampilkan satu keluarga yang melakukan perjalanan mudik menggunakan mobil dan di bagian atap mobil terlihat beragam ukuran kotak yang ditumpuk bertuliskan "Google". Sungguh pemandangan yang 'Indonesia banget'.
Tidak hanya itu saja, di sebelah illustrasi mobil tampak pula seorang pengendara motor lengkap dengan barang-barang yang ditumpuk di belakangnya. Jelas itu semua adalah gambar orang yang sedang mudik, walau tak harus dijelaskan lebih panjang. Selain itu, kita juga dapat melihat beberapa kendaraan seperti bus, bajaj, dan kereta api yang turut meramaikan perjalanan mudik di google doodle tahun ini.
"Doodle hari ini menandakan dimulainya titik awal puncak arus mudik, sebuah tradisi tahunan di Indonesia," tulis Google tentang doodle itu.
Lanjut dari pada itu, Google juga menuliskan bahwa pemudik melakukan perjalanan ke kampung halaman, baik menggunakan kendaraan pribadi, bus, sepeda motor dan kereta. Oleh karena itu, penggunaan listrik di Jakarta diperkirakan akan menurun hingga 70 persen saat mudik. Google pun tidak lupa mengingatkan dan berharap para pemudik menjaga keselamatan dalam perjalanan.
Seperti google, kami pun mengingatkan saudara-saudara kaum muslimin untuk senantiasa berhati-hati saat perjalanan mudik tahun ini. Semoga sampai di kampung halaman dengan selamat dan bisa merayakan hari raya idul fitri dengan penuh suka cita.
Media sosial facebook kembali digemparkan dengan sebuah foto. Foto tersebut mirip-mirip permohonan THR yang berbau 'pungutan liar' (15/6/2017). Betapa tidak, foto yang diunggah oleh salah satu pengguna facebook ini adalah foto dari surat resmi berkop surat Pemerintah Desa Tambak, Kabupaten Serang ini berisikan permintaan Tunjangan Hari Raya (THR). Permintaan THR tersebut ditujukan kepada pemilik toko/kios dan pedagang kaki lima.
Foto Surat Permintaan THR Kepada Pedagang di Desa Tambak Kabupaten Serang (Foto: INT)
Dalam foto tersebut, jelas terlihat surat edaran bernomor 400/31/DS.2008/VI/2017/Pem lengkap dengan kop dan stempel Pemerintah Desa Tambak. Kesan lucu yang ditimbulkan dari foto ini pun sontak menjadi menarik perhatian netizen dan viral.
“Mengingat telah memasukinya bulan suci Ramadan 1438 Hijriyah, kami Pemerintah Desa Tambak memohon partisipasi dari semua pedagang Kaki lima maupun pedagang toko/kios dalam membantu tunjangan hari raya (THR) untuk aparatur Pemerintah Desa Tambak. Adapun ketentuannya, untuk toko/kios di minta partisipasi sebesar Rp. 350.000 dan untuk pedagang kaki lima Rp. 150.000,” demikian isi pengantar dari surat tersebut.
Menurut pengakuan salah seorang pedagang dalam laman kabar-banten.com, surat edaran tersebut biasanya keluar setiap kali bulan puasa menjelang hari raya, dan ini sudah menjadi kali ke tiga. Pada tahun lalu, kata dia, iuran yang diminta dalam surat tersebut mencapai Rp 450.000, sedangkan untuk tahun ini hanya Rp. 350.000. Biasanya para pedagang melakukan negosiasi atau penawaran terhadap nominal yang diminta dan mentok di angka Rp 250.000.
“Ini tiap puasa. Ini masih mending murah hanya Rp. 350.000. Kami belum bayar,” kata salah seorang pemilik kios yang enggan disebutkan namanya.
Para pedagang menganggap peruntukan pungutan ini dinilai tidak jelas, sebab berdasarkan surat tersebut, THR nantinya diberikan untuk aparatur pemerintah Desa Tambak yang seharusnya menjadi tanggung jawab pemerintah desa.
“Itu dari kopnya desa, siapapun itu. Itu buat THR karyawan desa, karyawan desa kerjanya di desa kenapa minta sama pedagang. Jadi kami keberatan,” tuturnya.
Setelah dikonfirmasi, Kepala Desa Tambak Jaenudin mengaku tidak tahu menahu tentang beredarnya surat tersebut. Menurutnya, surat tersebut dibuat tanpa sepengetahuan dirinya.
“Intinya saya tidak tahu (ada surat edaran tersebut). Karena itu tidak sepengetahuan saya,” ujarnya.
Menindaklanjuti foto surat yang meresahkan publik ini, pihak Jaenuddin pun sudah membuat surat klarifikasi nomor 400/32/Ds.2008/VI/2017/Pem. Dalam surat klarifikasi ini, pemerintah desa telah mencabut surat edaran permintaan THR tersebut. Surat klarifikasi itu pun langsung ditandatangani oleh dirinya selaku kepala desa, dan ditembuskan kepada Bupati Serang dan unsur Muspika Kecamatan Kibin.
“Jadi kan itu memang tanpa sepengetahuan, tidak ada konfirmasi dulu kalau tahun kemarin (2016) itu enggak ada masalah. Biasalah mendekati pilkades jadi saling menjatuhkan itu biasa kang. Terus juga enggak ada konfirmasi, dan salahnya disitu doang,” ujar Jaenudin (16/6/2017).
Dirinya pun tidak menahu hingga akhirnya surat tersebut beredar di media sosial dan sempat membuat heboh. Namun menurutnya, seharusnya apapun yang dilakukan wajib untuk melakukan konfirmasi terlebih dahulu dengan dirinya.
“Karena memang tidak ada konfirmasi dulu, saya itu baru tahu suratnya saat muncul, jadi walaupun di sumpah saya siap. Karena saya tahunya setelah ramai. Tapi pembuatannya dan tandatangannya enggak tahu, tahu-tahu sudah nyebar,” katanya.
Sementara itu, dalam laman detik.com Jaenuddin membeberkan bahwa surat permintaan THR tersebut dilakukan oleh stafnya sendiri.
"Surat edaran itu itu dibuat Pak Sekdes. Itu tanpa sepengetahuan saya, tanpa koordinasi dengan saya," katanya, Jumat (16/6/2017).
Menanggapi kejadian ini, Camat Kibin Raden Lukman Harun mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan pemanggilan terhadap kades dan sekdes Tambak. Keduanya diminta untuk membuat surat edaran penarikan yang ditandatangani oleh kades dan bahkan kejadian itu pun sudah dilaporkannya ke pimpinan.
“Yang jelas sudah saya panggil, bahkan saya minta inspektorat juga telefon supaya dipanggil,” katanya.
Ia mengatakan, kejadian itu bukan yang pertama kali terjadi. Sebab pada tahun lalu pun sudah sempat terjadi, dan dirinya pun sudah sempat memperingati.
“Ya itulah kondisinya sudah berkali kali terjadi seperti itu tapi tetap mereka melakukan. Tahun kemarin sudah saya kasih tahu undang-undang gratifikasi, mereka juga enggak ngerti, cuman susah saja, tadinya saya juga mau biarin saja biar kena saber pungli sekalian. Ramai di medsos enggak papa, yang penting enggak ada perintah,” tambahnya.
Kejadian di atas menjadi pelajaran tersendiri bagi kita, khususnya pemerintah. Bahwa pungutan liar adalah perilaku menyimpang yang masih sering terjadi di lingkungan birokrasi negeri ini. Tidak sedikit dari kejadian-kejadian tersebut dibungkus dengan cara-cara yang halus, kadang-kadang pula memanfaatkan celah hukum untuk membenarkannya. Apakah menurut anda, oknum-oknum pejabat seperti kejadian di atas bisa disebut terlalu kreatif untuk bisa memakan rasuah? Silahkan memberi jawaban pada kolom komentar.
Segera dibentuk Negara antariksa pertama bernama Asgardia. Sejak diumumkan oleh sekelompok miliuner Rusia dan ilmuwan di Paris, Prancis, Oktober tahun 2016 lalu, antusiasme yang tinggi itu menuntut pengelola Asgardia mengubah konstitusi seleksi warga. Hingga kini, sudah ada setengah juta penduduk bumi yang mendaftar menjadi warga negara antariksa itu.
Tim Asgardia sudah hampir selesai memverifikasi 200 ribu lebih calon warga negara mereka yang datang dari sekitar 200 negara. Calon warna negara Asgardia yang lolos verifikasi nanti akhirnya bisa mengantongi Sertifikat Asgardia. Tiap Asgardian, sebutan bagi warga negara, nantinya juga diminta memberikan suaranya untuk perumusan dasar konstitusi negara antariksa pertama itu.
Rancangan Negara Asgardia (Foto: asgardia)
Dengan antusiasme masyarakat yang begitu tinggi itu, pengelola Asgardia kini lebih ketat dan selektif dalam memilih warga negara mereka. Asgardia tidak akan menetapkan seseorang menjadi warga negara jika tidak memberikan informasi data diri, juga menolak warga negara non-manusia semisal robot dan hewan.
Para pemimpin proyek Asgardia sempat membahas tempat tinggal futuristik yang dapat menampung 150 juta jiwa dalam sebuah konferensi pers di Paris Prancis pada Oktober 2016 lalu. Rencananya, satelit pertama Asgardia akan diluncurkan pada tahun ini, dan merupakan awal dari sebuah proyek jangka panjang.
Latar Belakang Serta Misi Asgardia
Seperti yang dituliskan sebelumnya, nama negara pertama yang akan dibentuk di luar angkasa ini bernama Asgardia. Adapun latar belakang nama Asgardia diambil dari nama rumah para dewa Nors, Asgard. Menurut kepala tim dan pencetus konsep Asgardia, Igor Ashurbeyli, misi Asgardia adalah menjadi lokasi yang demokratis.
"Tiap individu dapat mengembangkan teknologi luar angkasa temuan mereka di sini," ujarnya, seperti dilansir laman asgardia.space.
Ashurbeyli mengatakan pesawat induk Asgardia akan terbang di bawah ataupun di luar orbit bumi. Untuk menjadikan negara-bangsa ruang angkasa ini diakui, dia dan tim setidaknya membutuhkan puluhan ribu warga sebelum mereka mendaftarkan diri sebagai sebuah negara ke Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB). Baca juga: Lucunya 'Rumah Abu Nawas' Di Kalimantan Selatan
Untuk itu, saat ini warga dunia sudah dapat melamar untuk menjadi satu dari 100 ribu warga pertama melalui laman situs web asgardia.space. Setiap warga yang terpilih ini harus memenuhi semua persyaratan untuk menjadi warga bangsa Asgardia, salah satunya harus berasal dari negara yang memperbolehkan memiliki status dwi-kewarganegaraan.
Asyubeli berharap 2 persen dari populasi umur produktif dan kreatif di bumi (sekitar 150 juta) dapat bergabung menjadi warga Asgardia. Dan, status warga negara akan diberikan kepada siapa pun yang mengembangkan dan berinvestasi dalam teknologi antariksa.
"Asgardia merupakan refleksi cermin dari bumi di ruang angkasa tanpa batas. Tak ada kendala agama dan batas negara, sebagai individu yang independen, bukan mewakili negara," ucap Ashurbeyli.
Ram Jakhu, Direktur Institut Hukum Udara dan Ruang Angkasa Universitas McGill di Montreal, Kanada, sekaligus tim ahli hukum Asgardia mengatakan bahwa harus ada empat elemen agar Asgardia diakui PBB sebagai negara. Keempat elemen tersebut adalah para penghuni, sistem pemerintahan, infrastruktur pesawat induk ruang angkasanya sebagai fungsi negara, serta pengakuan negara-negara anggota PBB.
"Visi Asgardia sangat jelas: pertama, membantu melindungi bumi dari serangan ruang angkasa ataupun asteroid. Kedua, membuka akses ke negara yang tak memiliki infrastruktur untuk dapat pergi ke antariksa," kata Jakhu.
Sementara itu, Joseph Pelton, direktur emeritus Badan Penelitian Ruang Angkasa dan Sistem Komunikasi Lanjutan Universitas George Washington sekaligus anggota tim proyek Asgardia mengatakan negara antariksa Asgardia juga akan melindungi bumi dari asteroid dan debu antariksa.
"Bumi membutuhkan pesawat ruang angkasa yang besar untuk pertahanan dari semua hal tersebut" ujar Pelton.
Dengan membaca keterangan dari para ahli dan pencetus negara Asgardia di atas, kita mungkin masih menganggap itu semua hanya buaian imaginasi. Namun, bukan tidak mungkin hal itu bisa terwujud suatu saat seiring perkembangan teknologi yang mutakhir.
Izza dan Ibunya Saat Menghadiri Talkshow Di Salah Satu Stasiun TV Swasta (Foto: INT)
Kabartenar.blogspot.co.id - Musa Izzanardi Wijanarko, demikianlah nama lengkap dari seorang bocah yang beberapa hari ini jadi perbincangan. Betapa tidak, remaja ini masih berusia 14 tahun tahun namun sudah lulus dalam Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) Tahun 2017. Remaja yang akrab disapa Izzan ini lulus sebagai calon mahasiswa baru Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) Institut Teknologi Bogor (ITB) melalui jalur SBMPTN. Seperti yang kita ketahui, jalur ini adalah seleksi yang terbilang ketat dan tidak sedikit alumni setingkat sekolah menengah atas yang ingin seperti Izzan, lulus dan diterima oleh perguruan tinggi favorit.
Luar biasanya lagi, anak kedua dari pasangan Yanti Herawati (46) dan juga Mursid Wijanarko (46) ini ternyata tidak pernah bersekolah formal seperti anak-anak kebanyakan. Ia hanya memiliki ijazah paket C yang didapatkannya pada tahun 2015 lalu, sekaligus menjadi modalnya untuk mengikuti SBMPTN 2017 di ITB tahun ini. Sementara di waktu SD, ia mengambil paket A saat usia masih 8 tahun.
“Ijazah paket A (SD) diambil waktu dia umur 8 tahun,” ungkap Yanti (14/6/2017).
Menurutnya Yanti, Izzan adalah anak yang jenius dan mulai terlihat sejak usia 3 tahun. Buku-buku tentang tokoh-tokoh fisika dan matematika merupakan buku-buku yang sudah jadi bahan bacaan sehari-harinya.
“Izzan pernah enggak naik dari TK A ke TK B karena waktu di sekolah alam cuma main terus enggak mau belajar dan tidak mampu mengikuti kegiatan di kelas. Akhirnya saya ajari sendiri di rumah,” tambahYanti.
Keseharian Izzan di rumah pun, ternyata sangat unik dan berbeda dengan anak-anak kebanyakan. Izzan sangat menyukai aktivitas rutin berupa permainan asah otak semisal catur. Yanti sendiri, mengajari Izzan membaca dan menjadikan catur sebagai hobi mereka di waktu senggang. Setelah menginjak usia 6 tahun, kecerdasan Izzan makin terlihat dengan kemampuannya mengkonstruk materi dan teori ke dalam aktivitas sehari-harinya, seperti hukum gravitasi yang kerap ia praktikkannya.
“Izzan anaknya enggak bisa diam, tetapi kalau belajar matematika dia bisa tenang. Ternyata mengamati bagian dari belajar yang dilakukannya. Dia senangnya nabrak anak lain sampai jatuh. Dia juga sering nanya teori Newton tentang hukum benda-benda angkasa,” jelas Yanti.
Karena ketekunan Izzan dalam belajar disertai perhatian Yanti dalam mengajari anaknya di rumah, akhirnya Izzan mampu menyelesaikan berbagai macam soal dan rumus matematika yang dipelajari siswa di bangku SMA. Bahkan menurut pengamatan Yanti, Izzan hanya menempuh waktu 1 Tahun untuk memahami pelajaran Matematika kelas 1 SD sampai kelas 1 SMA. Di usianya menginjak usia 7 tahun, Izzan sudah menyelesaikan soal Fisika kelas 3 SMP.
Hal itu berlanjut seterusnya hingga usia 8 tahun, Izzan sudah menyelesaikan matematika kelas 3 SMA. Di beberapa kesempatan, Izzan mempertanyakan tentang penyelesaian masalahan matematika yang rumit dari sudut bola, yang sewajarnya pelajaran itu dipelajari saat tingkat 3 kuliah astronomi.
Melihat potensi yang dimiliki anaknya ini, Yanti pun harus berkonsultasi dengan dosen-dosen ITB. Namun dosen-dosen yang ditemuinya tidak mampu memberikan banyak solusi. Salah satu dosen yang ditemui Yanti yaitu Oki Neswan hanya menyarankan Izzan mengikuti SBMPTN agar bakatnya bisa diasah di ITB. Pada akhirnya, Yanti dengan penuh kesabaran berusaha membimbing Izzan agar bisa lulus ijazah paket A sampai C di tingkat sekolah menengah. Tahun 2016 lalu, Izzan juga sempat ikut seleksi namun gagal, dan baru di tahun ini berhasil lulus SBMPTN dan diterima oleh ITB.
Kisah inspiratis dan luar biasa di atas, menjadi pelajaran bagi kita semua, bahwa pendidikan itu tidak bertumpu pada kegiatan belajar serius di bangku sekolah. Namun, lebih banyak dipengaruhi oleh kondisi lingkungan dan didikan keluarga. Bakat pada anak adalah potensi yang hanya bisa dikembangkan dengan perhatian serius dari orang tua, sekolah dan lingkungan.
Jangan sepelehkan gejala penyakit yang terjadi pada usus anda. Bila terjadi kejanggalan yang anda rasakan diluar dari biasanya pada perut anda, maka ada baiknya untuk secepatnya dideteksi dini ke dokter atau klinik terdekat. Hal ini bisa saja menjadi ancaman besar bagi kesehatan anda, dan apabila tidak ditangani lebih awal bisa berakibat fatal. Seperti yang terjadi pada salah seorang pria di Cina. Setelah bertahun-tahun sembelit pria ini harus kehilangan 30 inci dari ususnya.
Ahli Bedah Memperlihatkan Hasil Operasi (Foto: INT)
Normalnya, sembelit atau diare yang berlangsung satu atau dua hari sering hilang tanpa komplikasi. Namun, diare atau sembelit yang mengalami konstipasi selama lebih dari seminggu bisa menjadi pertanda berbahaya. Lalu bagaimana dengan Pria di Tiongkok ini? Ternyata, ia telah mengalami konstipasi selama bertahun-tahun, dan sudah hampir terlambat ketika dia memeriksakan tubuhnya ke dokter.
Ahli bedah di China yang memutuskan memotong usus dari pria ini menyatakan telah melakukan prosedur yang sangat tidak biasa untuk menghilangkan 30 inci usus besar pria tersebut. Hal itu dilakukan setelah kondisi langka menyebabkan konstipasi parah terus berkembang selama beberapa tahun. Rupanya, pria itu menderita penyakit Hirschsprung, yaitu penyakit yang menyebabkan usus seseorang tidak bisa bekerja dengan baik kurangnya saraf pada beberapa otot di dalam usus besar. Baca juga: Terjawab, Tips Rahasia Temudah dan Terbukti Paling Ampuh Untuk Jaminan Kesehatan Anda Hari Ini
Akibatnya, perut pria ini mulai menegang dan membesar, tampak seperti seperti seorang pria yang sedang hamil. Dokter Yin Lu dan tim ahli di Rumah Sakit Rakyat Shanghai yang ke-10, di China Timur, bertemu dengan pria itu dan mengklaim bahwa mereka tertegun dengan ukuran perut pria itu. Ia mencatat bahwa sepertinya perut pria tersebut bisa meledak kapan saja.
Usus yang dibuang berdasarkan hasil operasi atas pria Tiongkok yang mengalami konstipasi
Terbukti, jika dokter tidak melakukan operasi secepatnya dalam beberapa hari saja, usus pria ini benar-benar akan meledak. Hal itu bisa dilihat dari hasil operasi. Pria tersebut menjalani operasi selama tiga jam dan dokterpun akhirnya mengeluarkan usus besarnya sebesar 76 sentimeter (30 inci) dengan berat 13kgs. Setelah operasi, pasien pria ini sudah stabil dan diharapkan bisa sembuh total.
Kejadian unik dimana spanduk tolak wenger dikibarkan saat demonstrasi anti Trump ini terjadi (20/01/2017) silam. Saat itu, beberapa kelompok warga di London turun ke jalan melampiaskan kemarahan mereka pada pemimpin yang dianggap egomaniak yang haus kekuasaan dan tidak sadar yang tidak terlihat sesuai dengan skala pekerjaan yang dia temukan. Ribuan orang berbaris melintasi London dan bagian lain Inggris melawan undangan Theresa May kepada pemimpin Republik, yang sempat diperdebatkan di parlemen Inggris (19/01/2017). Demonstrasi tersebut sekaligus aksi protes dan perlawanan massa terhadap Donald Trump, presiden Amerika Serikat.
Seorang fans Arsenal berpartisipasi dalam aksi demonstrasi saat kunjungan kenegaraan presiden AS di Inggris saat itu. Uniknya, ia justru mengibarkan sebuah spanduk anti-Arsene Wenger di tengah kerumunan pengunjuk rasa anti Trump.
Aksi Demonstrasi Anti Trump dan Spanduk Tolak Wenger (Foto: thesun.co.uk)
Dalam kejadian tersebut, jelas fans Arsenal sekaligus ingin menyampaikan pendapat mereka mengenai posisi Wenger di klub Arsenal yang musim ini berakhir tanpa gelar. Memang, Arsene Wenger, pelatih berkewarganegaraan Prancis ini telah berada di Arsenal selama lebih dari 20 tahun. Sehingga banyak fans yang menganggap Wenger sudah cukup lama melatih dan tidak mampu mengubah nasib tim. Hal ini, menjadi bahan olok-olokan bagi fans Arsenal kontra Wenger. Menurut mereka, Wenger lebih kejam dari pada Trump, sebab ia bisa bertahan lebih lama dari pada Trump yang baru menjadi presiden lebih dari sebulan.
Memang saat itu, Fans Arsenal sempat terbelah saat masa depan Arsene Wenger masih jadi tanda tanya. Sebagian menginginkan perubahan dan merasa era Wenger sudah seharusnya diakhiri. Namun, ada juga yang masih percaya bahwa Wenger masih merupakan pilihan terbaik.
Wenger Perpanjang Kontrak
Semua teka-teki soal masa depan Wenger itupun akhirnya terjawab pada (31/5/2017). Fans yang menginginkan manajer baru harus melupakan obsesinya untuk tidak melihat Wenger lagi di kursi pelatih musim ini. Hal ini lantaran Wenger kembali perpanjang kontrak dengan Arsenal, tim asal London ini memberi Wenger kontrak baru berdurasi dua tahun.
Pasca kesepakatan perpanjangan kontrak ini, Wenger pun berharap mulai dari sekarang fans Arsenal harus kompak mendukung tim dan tak lagi membahas dirinya.
"Pesan untuk fans adalah bantulah klub. Mari bersama-sama dukung para pemain kita, dukung klub, dan berikan yang terbaik agar berada di level yang kita inginkan," pungkas Wenger.
Pria berusia 67 tahun itu yakin Arsenal bisa naik level meskipun dipastikan absen di Liga Champions musim depan.
"Kami bisa naik ke level berikutnya, saya yakin akan hal itu, dengan yakin kepada cara main yang kami inginkan dan mendukung pemain-pemain yang sudah kami miliki," ungkapnya.
Menurut Wenger, semua pihak termasuk fans 'The Gunners' harus mendukung caranya untuk mengembangkan tim.
"Tentu saja kami akan berusaha untuk memperkuat skuat kami agar lebih tangguh pada musim depan, tapi kami ingin yakin kepada cara main yang kami inginkan. Kami ingin mendukung cara main ini bersama-sama," kata Wenger.
Dengan keputusan manejemen tim ini, fans mau tidak mau harus menerima kembali Wenger melatih Arsenal. Seperti halnya masyarakat Inggris yang terpaksa harus menerima kenyataan bahwa Trump terpilih secara demokratis di negara adidaya Amerika Serikat.
Dalam beberapa hari terakhir, pemberitaan tentang memanasnya hubungan Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA) dan Mesir. Renggangnya hubungan beberapa negara teluk itu diterangarai berawal dari sebuah keterangan yang diduga palsu yang menyeret nama Emir Qatar (22/5/2017). Pernyataan kontroversial itupun dengan cepat dipublikasikan oleh saluran TV Al-Arabiya (milik Arab Saudi), Sky News Arabia (milik UEA) serta saluran satelit dan media elektronik Mesir.
Peta Negara Qatar (Foto: INT)
Pernyataan yang diduga palsu tersebut berisi tuduhan sebagai berikut:
Hubungan yang memburuk antara Qatar dengan Trump di Washington.
Seruan dari Qatar ke Mesir, UEA dan Bahrain untuk meninjau kembali sikap anti-Qatar mereka.
Pernyataan Qatar yang menyebutkan bahwa Iran mewakili kekuatan regional serta kekuatan Islam, dimana kekuatan itu tidak boleh diabaikan.
Alhasil, meski pernyataan tersebut berasal dari media resmi Qatar News Agency (QNA), namun para pejabat pemerintah enggan mengakui keaslian pernyataan tersebut dengan menyatakan bahwa situs QNA telah diretas. Walau telah dibantah, media Saudi, UEA dan Mesir menganalisis bahwa pernyataan tersebut asli. Akibatnya, pemberitaan terhadap pernyataan itu terus menerus dimuat dan mendominasi berita serta komentar di media-media tersebut selama berhari-hari. Serangan terhadap Qatar pun terus berlanjut, sehingga mengindikasikan adanya kesepakatan di level pemerintahan Arab Saudi dan UEA. Hal ini dikarenakan Pangeran Mahkota Abu Dhabi dan Arab Saudi, Mohammed Bin Zayed dan Mohammed Bin Salman sejak lama diketahui memiliki hubungan erat dengan media-media tersebut.
Ketegangan ini terjadi hanya dua hari setelah para pemimpin Arab Saudi, UEA, Mesir dan Qatar berkumpul di KTT Arab-Islam-Amerika di Riyadh, dengan Donald Trump dan puluhan pemimpin negara Arab dan Islam lainnya berkumpul. Apakah pertemuan ini terkait dengan ketegangan tersebut? Jika bukan karena sebab ini, mengapa gencarnya pemberitaan di media-media massa baru terjadi pasca pertemuan itu? Sedangkan pernyataan yang diduga palsu itu sudah bergulir sebelumnya?
Jawaban atas pertanyaan itu, bisa kita sandingkan dengan sebuah pemberitaan dari surat kabar Inggris, The Guardian yang memberitakan kejadian renggangnnya hubungan Trump dengan Qatar. Guardian The Guardian (1/6/2017) menyebutkan bahwa Trump saat itu tengah menghadapi tekanan di dalam negeri AS (mungkin dipimpin oleh agen pro-Israel) untuk meninjau aliansi Washington dengan Qatar. Qatar disebut telah memberi dukungan kepada Gerakan Perlawanan Islam (Hamas) dalam melawan pendudukan Israel, serta mendukung Ikhwanul Muslimin (IM).
Guardian dalam hal ini mengutip pernyataan mantan Menteri Pertahanan AS Robert Gates, yang mengkritik dukungan Qatar kepada Hamas dan IM. Begitupun dengan ketua Komite Urusan Luar Negeri Dewan Perwakilan AS, Ed Royce, yang juga mengatakan akan mengajukan undang-undang untuk menghukum negara-negara yang mendukung kedua kelompok tersebut termasuk Qatar.
Memang, Trump pernah menyinggung hal ini dalam pidatonya pada pertemuan para pemimpin di Riyadh. Saat itu, Trump menyandingkan Hamas dengan ISIS dan Al-Qaidah sebagai kelompok teroris. Pidato itu pun membuka peluang bagi Arab Saudi dan UEA untuk melancarkan serangan kepada Qatar. Dalam hal ini, Trump mungkin hafal betul kondisi persaingan dari ketiga negara ini di wilayah Timur Tengah?
Saat ini, Amerika Serikat (AS) sendiri masih mempertimbangkan hubungan dengan Qatar, kerena kepentingannya yang begitu besar atas negara ini. Qatar memang menjadi tuan rumah pangkalan Angkatan Udara terbesar Amerika di Timur Tengah sehingga dengan adanya ketegangan dari negara-negara ini menjadi peluang besar bagi Trump untuk meredam tekanan pada pemerintahannya (tanpa campur tangan secara langsung).
Sementara itu, ketegangan Arab Saudi dan UEA terhadap Qatar juga memiliki latar belakang lain. Arab Saudi dan UEA mulai khawatir tentang aset-asetnya di Yaman dan Tanduk Afrika, dana besar pun dialokasikan Arab Saudi untuk mendukung kebijakan Trump. Di sisi lain, Saudi juga saat ini tengah berharap mendapatkan dukungan dari presiden AS untuk menaikkan Putra Mahkota Mohammed Bin Salman ke takhta kerajaan. Seperti yang diketahui, orang-orang AS memang lebih menyukai Muhammad bin Nayef untuk memimpin Saudi dari pada Mohammed Bin Salman.
Sebelumnya, ketegangan memang pernah terjadi antara Arab Saudi-UEA-Mesir dan Qatar yaitu ketika Qatar memberi dukungan terhadap Ikhwanul Muslimin pasca kemengan Muhammad Mursi. Saat itu, Arab Saudi menarik duta besarnya dari Doha, begitu pun UEA. Hal ini pula yang membuat gencarnya kampanye berita di internet oleh situs UEA dan Mesir terhadap Qatar serta memutuskan untuk memblokir puluhan situs Qatar, termasuk Al-Jazeera.
Selain permasalahan di atas, munculnya ketegangan saat ini pun ditengarai berasal dari tingkat tertinggi di UEA, termasuk dari Menteri Luar Negeri Anwar Gargash dan Wakil Kepala Polisi dan Keamanan Publik di Dubai, Dhahi Khalfan. Para pengamat menyebutkan kekhawatiran UEA dalam beberapa pekan terakhir mengenai tanggapan Qatar terhadap plot “kudeta Aden” (upaya membagi Aden), yang akhirnya direspon oleh media UAE dengan serangan ganas terhadap jaringan Al-Jazeera yang berbasis di Doha.
Adapun hal lain yang mulai dipertanyaan yaitu tentang rekening keuangan swasta Putra Mahkota Saudi, untuk mendukung kemitraan pribadinya dengan UEA. Dalam hal ini, Mohammed Bin Salman diketahui telah lama menjalin dukungan dengan UEA untuk memperkuat posisinya di kerajaan.
Kompleks dan adanya pertalian permasalahan di atas menjadi beberapa faktor yang mungkin dapat menjelaskan skenario memanasnya hubungan Saudi-UEA terhadap Qatar. Adapun beberapa efek yang mempertegas memanasnya hubungan Arab Saudi-UEA atas Qatar ini diantaranya:
Arab Saudi dan negara-negara pendukungnya memutuskan hubungan diplomatik Qatar serta memblokir puluhan situs Qatar, termasuk Al-Jazeera.
Di dunia pendidikan, semua buku karya Yusuf al-Qaradhawi dikeluarkan dari universitas dan perpustakaan di Arab Saudi dan beberapa negara pendukung.
Adanya prokontra dari berbagai negara (ancaman munculnya faksi-faksi)
Respon Publik
Ketegangan antara Arab Saudi-UEA dengan Qatar berdampak buruk pada beberapa negera serta menimbulkan kontroversi yang meluas dan ragam respon publik. Ketegangan tersebut telah membuat terputusnya hubungan diplomatik antara Arab saudi-UEA dan negara-negara pendukungnya terhadap Qatar. Tak terkecuali bagi negara-negara di Afrika seperti Mauritania. Negara di Afrika Barat yang juga anggota Liga Arab, ikut memutuskan hubungan dengan Qatar pada hari Selasa (06/06).
“Negara bagian Qatar telah menghubungkan kebijakannya untuk mendukung organisasi teroris dan penyebaran gagasan ekstremis,” kata pernyataan dari kementerian luar negeri Mauritania yang diterbitkan dalam bahasa Arab oleh Badan Informasi Mauritania.
Adapun dukungan Israel mencuat atas sikap Arab Saudi- UEA dan beberapa negara lain atas Qatar. Pihak Israel merilis pernyataan dan sikap dukungannya atas langkah yang memusuhi Qatar. Menteri Pertahanan Avigdor Lieberman bahkan menyebut perkembangan geo-politik Timur Tengah itu sebagai “peluang” bagi Israel.
Di pihak, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan yang sejak lama dikenal anti Israel merilis pernyataan yang menegaskan ketidaksetujuan negaranya atas langkah pemutusan hubungan diplomatik berikut sanksi yang dijatuhkan terhadap Qatar. Menurutnya, kawasan Timur Tengah saat ini sangat membutuhkan persatuan dan kerjasama yang lebih erat dari sebelumnya. Selain Turki, Iran juga telah merilis pernyataan yang senada dengan mengkritik langkah penjatuhan sanksi terhadap Qatar.
Berkenaan dengan tuduhan Teroris atas Hamas yang menjadi salah satu sebab ketegangan ini. Sosial media Twitter di negara-negara Timur Tengah dibanjiri Tagar "Hamas Bukan Teroris". Viralnya tagar ini paling banyak ditemukan di Palestina, Qatar, Yordania, Mesir, Aljazair, Oman dan Libya.
Para pengguna media sosial menekankan bahwa perlawanan adalah milik rakyat Palestina untuk mendapatkan kemerdekaan dari penjajahan Israel, Hamas bukan Teroris (Foto: INT)
Aksi protes ini pun diikuti oleh sejumlah tokoh di dunia Arab. Salim al-Menhali seorang profesor hubungan internasional yang berbasis di UAE misalnya. Ia mengatakan:
“Wajar apabila Hamas adalah perlawanan, bukan terorisme, karena tidak satupun orang yang diserang; Mereka membela bangsa Palestina dari penjajah. Justru sangat tidak wajar bila Hamas diserang untuk menyenangkan musuh.”
Begitupun dengan seorang aktivis perjuangan Palestina dan mantan tahanan Israel Mahmoud Merdawe. Ia angkat bicara dan menyatakan bahwa “penjajah (Israel) bersenang-ria atas posisi resmi beberapa negara Arab yang menyatakan bahwa Hamas sebagai gerakan teroris.”
Adapun Perdana Menteri Iraq Haidar Abadi menyatakan sikap netralnya dengan mengatakan bahwa Iraq tidak ingin berpihak dalam krisis hubungan diplomatik di beberapa negara atas Qatar ini. Abadi menambahkan negaranya ingin mempunyai hubungan yang baik dengan semua pihak. Bagitupun dengan Raja Maroko, Mohammed VI yang bahkan menawarkan diri sebagai penengah perselisihan diplomatik antara Qatar dan negara-negara Teluk tersebut. Kementerian Luar Negeri dan Kerjasama Internasional Maroko (11/6/2017) mengatakan bahwa pihaknya siap untuk memainkan peran mediator atas krisis ini.
“Jika para pihak menginginkan, Kerajaan Maroko siap menawarkan jasanya untuk mendorong dialog yang jujur dan menyeluruh atas dasar campur tangan dalam urusan internal dan perang melawan ekstremisme agama,” katanya.
Hal ini disampaikannya karena, Maroko memiliki hubungan yang baik dengan para pemimpin pemerintahan di negara Teluk, terutama Raja Arab Saudi dan Emir Qatar. Atas hal itu, Mohammed VI memilih sikap netral dan tidak berpihak pada salah-satu pihak.
“Karena ikatan pribadi yang kuat dari persaudaraan dan pertimbangan bersama yang tulus, Kerajaan Maroko telah berhati-hati untuk tidak memberikan pernyataan publik dan tergesa-gesa yang hanya memperkuat perselisihan dan memperdalam perbedaan,” paparnya.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Jerman, Sigmar Gabriel menuduh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengendalikan konflik di Timur Tengah yang terjadi saat ini. Ia mencurigai bahwa putusnya hubungan diplomatik negara teluk dengan Qatar berkaitan erat dengan kunjungan Trump ke Saudi lalu. Menurutnya, kedatangannya tersebut bertujuan untuk meminta negara-negara Muslimin bersatu melawan “ekstremisme”.
“Kontrak militer raksasa Presiden Trump dengan kerajaan (Saudi) teluk baru-baru ini akan meningkatkan risiko penjualan senjata,” kata Gabriel dalam sebuah wawancara dengan Handelsblatt (7/6/2017).
Tanda Akhir Zaman
Di luar kondisi politik dan urusan kenegaraan yang terjadi antara Arab Saudi dan negara-negara Teluk dengan Qatar di atas. Beberapa kejadian, permasalahan dan sebab terjadinya konflik di atas bisa saja menjadi indikasi dan asumsi bahwa ini semua menjadi permulaan dari ramalan datangnya akhir zaman. Terutama adanya keterlibatan pangeran mahkota Kerajaan Arab Saudi serta keterlibatan AS. Adakah itu pasti? Tanda-tanda akhir zaman atas kejadian ini memang memungkinkan untuk dibenarkan.
Kajian dari Ust. Zulkifli Muhammad, Lc, MA melalui video berikut mungkin bisa menjadi penjelasan tentang Akhir Zaman, dimana gejalanya sudah sedemikian rupa terjadi satu persatu.
Dari kutipan ceramah di atas, Nabi Muhammad saw menyatakan, zaman umat Islam akan dibagi menjadi 5 periode atau masa:
Masa Kenabian yaitu periode yang berlangsung sekitar 23 tahun dan telah berakhir sejak wafatnya Nabi Muhammad saw.
Masa Kekhalifahan yaitu umat Islam dipimpin 4 Khalifah yakni Abu Bakar, Utsman bin Affan, Umar bin Khaththab dan berakhir di Ali bin Abi Thalib.
Masa Mulkan Adhon atau kekhalifahan dengan sistem kerajaan yang menurut pakar sejarah, periode ini telah berakhir sejak diruntuhkannya kekhalifahan Usmaniyah di Turki pada 13 Maret 1924 oleh Kemal At Taturk.
Masa Mulkan Jabariyya (Diktator) yaitu periode dimana saat ini kita berada. Pada masa ini, umat Islam mengalami zaman yang paling gelap dalam sejarah karena tidak punya kepemimpinan dan dunia dikuasai oleh bangsa bangsa kafir.
Masa kembalinya Khalifah Islamiyyah yaitu masa sebelum akhir zaman akan muncul kembali periode terakhir yaitu kekhalifahan seperti sistem kenabian dimana umat Islam akan kembali memimpin dunia. Masa kelima ini tidak akan berlangsung lama karena satu atau dua periode setelah itu akan muncul tanda tanda kiamat besar.
Dalam ceramah itu pula kata Zulkifli Muhammad, Kiamat akan terjadi dengan ditandai 10 peristiwa. Tanda-tanda kiamat poin 1 sampai 4 akan terjadi pada masa keempat yang kita jalani kita saat ini, yaitu:
Munculnya Dajjal
Turunnya Nabi Isa AS ke bumi
Munculnya Yajuj dan Majuj dalam jumlah banyak. Sebagai perbandingan, saat itu 1 manusia berbanding dg 999 Ya’juj dan Ma’juj
Masa-masa aman saat dunia kembali dipimpin oleh khalifah Islam.
Matahari terbit dari barat
Keluar binatang besar
Angin lembut yang mematikan seluruh umat Islam sehingga dunia hanya dipenuhi oleh orang-orang kafir saja.
Tenggelam dan hancurnya bumi sebelah timur
Tenggelam dan hancurnya bumi sebelah barat
Tiupan sangkakala dan munculnya api yang akan menggiring manusia berkumpul di Syam menanti detik-detik musnahnya alam semesta
Adapun tanda-tanda besar kiamat ke 8,9 dan 10 hanya dirasakan oleh orang-orang kafir karena orang-orang mukmin sudah dimatikan oleh Allah swt. Salah satu tanda Dajjall akan muncul adalah saat sungai/danau Tiberias kering. Dan faktanya, saat ini debit airnya sudah menurun secara drastis.
Sebelum turun Dajjal, maka Al Mahdi akan muncul terlebih dahulu. Siapa Al Mahdi? Al Mahdi berasal dari keturunan kandung Nabi Muhammad saw, keturunan Fatimah yaitu dari Hasan bin Ali RA, namanya mirip nama Nabi yaitu Muhammad dan nama ayahnya juga sama dengan nama ayah Nabi yaitu bernama Abdullah.
Saat ini, tanda-tanda akan segera muncul Al Mahdi itu telah terjadi, dan kejadian di atas memungkinkan adalah kelanjutan dari tanda yang keempat:
Salju turun di Arab, ini sudah terjadi sejak 2009 dan sampai tahun 2016 lalu salju juga turun di Arab Saudi.
Bumi akan dipenuhi huru hara dan peperangan dan kezaliman yang semakin lama semakin meningkat sehingga hari hari ke depan akan terasa semakin berat. Banyak terjadi pembunuhan seperti di yang saat ini terjadi di Yaman, Suriah, Palestina, Mesir dan lainnya.
Banyak fitnah/kezaliman yang terjadi di negeri Syam seperti yang terjadi saat ini di Suriah oleh rezim Basar As’ad atau kekejaman di Palestina oleh Israel
Wafatnya seorang Raja Arab lalu 3 putera mahkotanya saling ribut atau konflik. Saat ini Raja Abdullah di Arab Saudi telah wafat dan 3 putra mahkota berikutnya saling gaduh karena memiliki perbedaan prinsip dan karakter. Tiga putra mahkota tersebut yaitu Raja Salman, Thalal dan Mukrim. Raja Salman dilantik menggantikan mendiang Raja Abdullah pada Januari 2015. Beliau termasuk orang sholeh dan anti maksiat dan hafidz Quran. Sedangkan Thalal memiliki kekuatan ekonomi bahkan salah satu orang terkaya dunia. Namun ia ahli maksiat. Sementara itu Mukrim loyalitasnya lebih ke Yahudi dan Amerika. Raja Salman telah mengusir Thalal dari kerajaan sedangkan Raja Salman membiarkan Mukrim tetap di kerajaan namun telah mencabut hak beliau sebagai raja berikutnya. Namun ke depannya, kegaduhan antara 3 putra mahkota tersebut akan terus terjadi.
Fakta-fakta di atas menjadi referensi bagi kita untuk senantiasa mengingat hari kiamat dan semoga menambah keyakinan serta keimanan kita, dalam rangka mempersiapkan diri menhadapi dunia selanjutnya dengan ketaqwaan kepada Allah SWT.