Showing posts with label Viral. Show all posts
Showing posts with label Viral. Show all posts

Monday, July 31, 2017

Heboh, Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang Mengamuk Di Pasar Tradisional

Kehati-hatian mengontrol emosi seolah menjadi pekerjaan khusus bagi seorang pemimpin. Emosi yang tidak terkontrol bisa berakibat fatal bagi citra baik seorang publik figur. Seperti halnya yang dialami oleh seorang pria yang disebut-sebut merupakan Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang mengamuk di pasar Tradisional.

Sebuah video yang menunjukkan seorang pria berbaju merah yang mengamuk di pasar tradisional mendadak viral di dunia maya (30/7/2017). Di tengah suasana pasar yang memang terlihat semrawut, pria tersebut membanting buah pisang dan melempar keranjang hingga dua kali. Tak hanya sampai di situ, ia juga menuding-nuding seseorang dengan ekspresi wajah kesal.
Heboh, Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang Mengamuk Di Pasar Tradisional
Pria berbaju merah yang mengamuk dalam sebuah video viral diduga kepala Dinas Perdagangan Kota Padang (Photo: FB)

Akibat aksi pria itu, pengunjung pasar yang sedang melintas terlihat ketakutan. Seorang wanita paruh baya berbaju merah juga terlihat sibuk merapikan barang dagangannya yang terbongkar. Setelah mengamuk, pria itu kemudian pergi dengan mobil hitam berplat merah.

Baca juga: Dikenal Sebagai Pemimpin Yang Baik, Rumah Kepala Desa Ini Malah Dirobohkan Oleh Warganya Sendiri


Video tersebut diunggah oleh akun Facebook Hanna W Mona, yang hingga Senin (31/7/2017) telah dibanjiri komentar dan telah dibagikan lebih dari 34.800 kali.

"Kejam banget nih Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang, krn mobilnya mau lewat pasar, krn dianggap menghalangi dan bikin susah lewat dagangan para pedagang dari rakyat kecil ini diobrak abrik...dilempar dibuang....ckckckckck. Orang kaya mau lewat orang kecil harus minggir...ckckckkck," tulis akun Hanna W Mona atas video yang diunggahnya.

Ragam Respon dan komentar dari pengguna media sosial Faceebook pun bermunculan atas kejadian dalam video ini.

Probo Yosvidar, "g ada belas kasihan nya itu org apa bukanya.ko tega sekali sih.g segitu jg x," komentar Dhe Lia.
"Viralkan.. biar terkenal.. pencitraan baik tuh. Calon kpla daerah yg tegas persis preman pasar," 

Randy Adi Tama, "..... 100 % tidak mendidik. Bikin Malu Caranya Menertibkan.... emng ngk ada cara halus yah.... Kota Yang Identik Dengan kesejukan dan Keadilan Jadi Tercoreng Colek Pak Walikota Walikota Mahyeldi."

Feti Ressusanti, "Keras dan tegas itu beda, walaupun tipis skali prbedaannya. Banyak cara yg harus dlakukan untk mnrtipkan para PKL tp tdak dg mncampakan dagangan orang macam itu. Apakah pemerntah tau bagaimna dagangan itu bsa ada, darimana mrka mmperoleh dagangannya? Tdkkah para pimpinan tdak brfkr ksana?... itu bkn cara pimpinan untuk mnrtipkan kora khususnya bagi Pdgang kaki lima."

Ochi Callysta, "Jd yg ngehujat ga tau masalah sebenarnya kl orang dablek ya wajar di diperlakukan gt apa lg itu jalanan umum jd berkomentar jgn cm liat satu sisi aja,".

Baca juga: Patut Dicontoh, Perjuangan Petani Yang Menghabiskan 36 Tahun Membuat Irigasi Untuk Menyelamatkan Kampungnya

Pakar Komunikasi Politik dari Universitas Andalas, DR. Asrinaldi mengatakan bahwa secara otoritas, Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang, Endrizal punya kewenangan untuk melarang PKL berjualan di badan jalan.

"Saya rasa caranya yang tidak tepat. Kan bisa memakai cara persuasif, tidak harus seperti itu," ungkap Asrinaldi (30/72017).

Sementara itu, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Pusat Perjuangan Rakyat (Pospera) Sumatera Barat, meminta Kapolda Sumbar segera menangkap Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang. Desakan ini disampaikan Ketua DPD Pospera Sumbar, Taufik Ronaldo sebagai bentuk pernyataan sikap dengan tindakan kasar yang dilakukan Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang, terhadap para pedagang kaki lima (30/7/2017). Menurutnya, tindakan tersebut merupakan sebuah tindakan yang tidak bisa dibenarkan dan dianggap sebagai perbuatan melawan hukum.

"Meskipun para PKL itu melakukan salah, tidak serta-merta tindakan pengrusakan itu bisa dibenarkan, harusnya dia, (Kadis Pergangan,red) tidak perlu ngamuk, tapi harus melalui jalur pendekatan dialog atau pemberitahuan," ungkapnya.

Menanggapi beredarnya video yang membawa namanya, Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang, Endrizal mengatakan bahwa dirinya tidak bersalah.

“Saya tidak mempermasalahkan video yang beredar tersebut. Karena saya yakin apa yang telah dilakukan tidak salah,”ujarnya (30/7/2017).

Endrizal menjelaskan bahwa kejadian tersebut berada di Pasar Raya tepatnya di depan Blok III, sekitar pukul 10.30 WIB. Pada saat itu, mobil yang sedang melewati pasar tidak sengaja hampir menabrak barang dagangan pedagang. Pedagang tersebut langsung marah dan memukul-mukul mobil. Melihat aksi pedagang yang marah tersebut, supir kendaraan turun. 

“Dengan penuh emosi pedagang tersebut langsung memarahi supir dan terus memukul mobil,” tambah Endrizal. 

Berikut potongan video viral yang menggemparkan netizen itu:
Melihat kejadian di atas, menjadi pelajaran bagi kita bahwa saling memahami posisi dalam bernegara amat penting. Pemerintah sabar mengayomi rakyatnya, rakyat juga harus taat pada peraturan yang telah ditetapkan.

Sumber: harianhaluan.com 
Read more

Sunday, July 30, 2017

Mengenal Lebih Dekat Si Pria Gimbal, Imam Shalat Bersuara Merdu Asal Tidore

Bagi kebanyakan orang, tampilan sangar dengan rambut gimbal menjuntai adalah ciri-ciri yang menggambarkan perangai yang jahat atau santer disebut preman. Namun video viral Sofyan Alop seolah membantah anggapan tersebut. Betapa tidak, dalam video yang telah ditonton lebih dari 400 ribu orang di salah satu akun youtube ini (31/07/2017) menampilkan peristiwa yang diluar dugaan. Sofyan Alop atau yang akrab disapa Cupink Topan dalam video tersebut tengah memimpin shalat dengan penampilan ala "Bob Marley'. Namun jangan salah, suara dari pria yang juga adalah aktor laga ini ternyata membuat orang terkesima saking merdunya. Penasaran dengan sosoknya? mari mengenal lebih dekat Si Pria Gimbal, imam shalat bersuara merdu asal Tidore ini.
Mengenal Lebih Dekat Si Pria Gimbal, Imam Shalat Bersuara Merdu Asal Tidore
Sofyan Alop alias Cupink Topan (33) (Photo: jawapos.com)
Setelah viral, ragam komentar pun bermunculan atas video ini, salah satunya dari Gubernur Maluku Utara KH Abdulgani Kasuba yang saat itu juga menyaksikan putra Tidore ini menjadi Imam shalat. Menurut pengakuan Sofyan, sang gubernur kagum dengan suara merdunya walaupun awalnya sang gubernur sempat memandang sebelah mata karena penampilannya.
"Saya disuruh jadi imam, ya sudah saya maju dan kebetulan ada Pak Gubernur Maluku Utara yang sedang salat jamak. Pas saya maju jadi imam, Pak Gubernur ini biasalah dengan ekspektasi negatif atau apa. Lalu pas saya baca surat Al-Fatihah beliau kagum dan mundur ke belakang duduk," ungkap Sofyan.
Mendengar suara indah Sofyan melantunkan surat Al-Fatihah dan Al-Jumuah dengan tartil dan qiraah yang bagus dalam video tersebut, banyak netizen yang penasaran dengan metode belajar 'Si Gimbal Qari' ini. Merespon pertanyaan tersebut, Sofyan mengaku belajar secara otodidak dari kebiasaannya menonton video di Youtube dari suara imam-imam besar seperti imam besar Masjidil Haram Abdurrahman as-Sudais, Anas Bourak, hingga Syaikh Misyari Rasyid. 
"Saya nggak tahu karena bakat alam atau apa. Setelah ke sini-sini, saya tuh selalu setiap hari dengar YouTube imam-imam besar, saya coba ikutin irama mereka, tapi saya coba pakai irama sendiri," ujar Sofyan dalam laman detik.com , Sabtu (29/7/2017).
Sofyan menambahkan bahwa pengamalan dan membiasakannya dalam shalat menjadi kunci utama dalam mempelajari metode membaca alqur'an dari para imam besar tersebut.
"Saya punya ciri khas sendiri, dan saya kolaborasi suara mereka. Itu kalau salat magrib, biasanya saya di rakaat pertama dan kedua sengaja tidak sama nadanya. Misalnya rakaat pertama saya bikin imam Abdurrahman as-Sudais rakaat kedua imam Syaikh Misyari Rasyid," tutur Sofyan.
Adapun Video dari Sofyan Alop ini pertama kali diunggah oleh akun Facebook milik sahabatnya, Iqchalcedony Obi. Video itu diambil ketika Sofyan sedang memimpin salat berjama’ah di Hotel Bidakara. Hingga Senin (31/7) pukul 07.41 WIB pagi, video Cupink Topan tersebut sudah diputar lebih dari 4 juta kali, dibagikan 5.570 ribu orang.
"Subhanallah.. Sahabatku ini Cupink Topan Putra Tidore yang juga aktor film laga. Qiraahnya luar biasa. Beliau menjadi imam di Hotel Bidakara. Gubernur Maluku Utara KH Abdulgani Kasuba sampai terkesima mendengarkan suaranya," tulis Iqchalcedony Obi.
Siapa Sofyan Alop?

Sebelum viral di media sosial, tak banyak yang tau siapa Sofyan Alop kecuali sebagai pemain film laga semata. Dia pernah terlibat dalam film The Raid Redemption (2011). Sedangkan bakatnya melantunkan ayat suci Alquran berkembang saat menjalani pendidikan Bahasa Arab di Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, meski berhenti kuliah pada 2006. 

Sebelum menjadi mahasiswa di UIN Alauddin Makassar, Sofyan mengenyam pendidikan menengah di SMK Tidore jurusan Akuntansi. Awalnya, ia ingin berkuliah di jurusan Ekonomi Islam, namun dia justru terdampar di Pendidikan Bahasa Arab (PBA). Ia akhirnya memutuskan pindah fakultas di semester lima karena mengaku kewalahan harus selalu menggunakan bahasa Arab di setiap presentasi. Berharap lebih baik namun nasib berkata lain, proses kepindahan jurusan itu justru membuatnya terpaksa drop out dari bangku kuliah pada 2006 silam.

Baca juga: Tak Pedulikan Cibiran Netizen, Pasangan Ini Umbar Foto Mesranya

Adapun jiwa entertaiment dan kemampuan acting Sofyan didapatkan dari pengalamannya bermain teater saat masih berstatus mahasiswa. Pentas teater berjudul Kertas Kosong oleh Himpunan Pelajar Indonesia Nuku Makassar (HIPMIN) saat itu menjadi awal perkenalannya dengan dunia peran.
“Di sanalah saya pertama belajar teknik olah pernapasan, olah vokal, intonasi, aksi, reaksi, improvisasi juga artikulasi,” ungkap Cupink.
Dari situ, pria 33 tahun ini akhirnya memantapkan pilihannya pada seni peran, walau sebelumnya tidak pernah menyangka bahwa dirinya akan menginjakkan kaki di dunia akting. Cerita itu bermula dari niatnya merantau ke kota besar hanyalah mendapatkan ijazah untuk bekerja. Namun pada akhirnya Sofyan Alop terjebak dalam dunia acting saat dipaksa temannya untuk mengikuti lomba modelling tahun 2007 silam..
“Pada akhirnya berakting dan menjadi aktor adalah passion saya,” tambahnya.
Dari situ, ia lantas mulai tawaran beberapa judul film, salah satunya pernah terlibat dalam film The Raid Redemption (2011). Namun sayang, hingga kini perjalanan karir sebagai aktor laga ini belum sepenuhnya memberikan yang terbaik untuk Sofyan.

Berikut video Sofyan Alop yang telah berhasil mencuri perhatian sosial media Facebook:
Melihat cerita Sofyan Alop di atas, kita bisa belajar bahwa penampilan seseorang tidak mutlak menjadi ukuran atas kepribadian dan sifatnya. Maka, saling menghargai dan menghormati adalah jalan awal yang mesti ditempuh untuk sepenuhnya mengenal orang lain.
Read more

Tuesday, July 18, 2017

Heboh! Berawal Dari Besi Buatan Calon Mertua, Seorang Pria 62 Tahun Nikahi Gadis Cantik 18 Tahun

Kalau jodoh tak akan kemana. Demikian peribahasa yang pantas disandarkan pada pasangan beda usia ini. Berawal dari besi buatan calon mertua, seorang Pria 62 Tahun nikahi gadis cantik 18 tahun. Pasangan ini adalah Diana Daeng Ngani (18) dan Sulaeman Daeng Ngampa (62) telah melangsungkan pernikahan dengan sebuah ikrar suci sehidup semati Minggu (16/7/2017) di Moncongloe. Diana adalah putri dari Daeng Caco dan Daeng Ngisa, warga Dusun Moncongloe, Desa Paccalekang, Kecamatan Pattalasang, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. 
Heboh! Berawal Dari Besi Buatan Calon Mertua, Seorang Pria 62 Tahun Nikahi Gadis Cantik 18 Tahun
Sulaeman Daeng Ngampa (62) dan Diana Daeng Ngani (18) saat bersanding di pelaminan (Foto: INT)
Staf Desa Paccellekang, Irnawati saat ditemui di kantor desa, Senin (17/7/2017) membenarkan kabar yang menggemparkan sosial media Facebook ini.
"Iya kemarin acaranya. Saya juga dapat undangan, tapi tidak kesana karena baru dari Malino," kata Irnawati.
Baca juga: Heboh, Cerita Dibalik Pernikahan Bocah 16 Tahun Dengan Nenek 71 Tahun


Bukti lain yang bisa membenarkan peristiwa ini yaitu dengan masuknya surat keterangan nikah Diana di kantor desa setempat.
"Hari Selasa (11/7/2017) kemarin, dia datang urus keterangan nikahnya. Datang sendiri-ji. Cantik memang. Sempat tanya, 'suka-ji sama itu calonnya?'. Katanya panjang ceritanya. Begitu-ji. Tidak dijodohkan-ji juga," tambahnya.
Seolah telah menjadi trend, pernikahan dengan perbedaan usia yang terpaut jauh tidak lagi menjadi kejadian langka. Diana membuktikannya dengan memilih membangun rumah tangga dengan pria yang lebih tua 44 tahun darinya. Uniknya, hubungan keduanya dimulai Sulaeman Gg Ngampa (62) yang sehari-harinya bekerja sebagai petani berkunjung kerumah kerabatnya, Daeng Caco yang tak lain adalah ayah Diana.
"Awalnya saya suka sama besi yang dibuat oleh bapaknya, lama-lama saya suka juga sama anaknya," ungkap Sulaeman Daeng Ngampa saat ditemui dipelataran rumah mertuanya, (17/7/2017).
Kisah kedua pasangan di atas menjadi inspirasi bagi kita, utamanya para jejaka dan perawan bahwa kita tidak boleh menyerah hanya karena adanya perbedaan dengan kekasih idaman. Menikah adalah jalan untuk merekatkan perbedaan dan menyempurnakan kekurangan masing-masing?.

Sumber: kompas.com
Read more

Thursday, July 6, 2017

Insiden Penamparan Petugas Avsec Bandara Sam Ratulangi Manado Disorot Media Asing

Insiden penamparan petugas Aviation Security (Avsec) Bandar Udara Sam Ratulangi Manado (5/7/2017) viral di media sosial. Selain itu, kejadian ini juga menjadi sorotan dari berbagai media, termasuk beberapa media asing.
Insiden Penamparan Petugas Avsec Bandara Sam Ratulangi Manado Disorot Media Asing
Penamparan yang dilakukan oleh seorang wanita berinisial JW ini disebabkan oleh hal sepeleh. Wanita yang mengaku istri pejabat di Indonesia ini secara arogan menampar petugas keamanan dengan alasan yang sangat sepele. JW tidak terima saat petugas memintanya untuk melepaskan jam tangan di Security Check Point (SCP) 2.

Baca juga: Setelah Viral, Wanita Nyaris Bugil Di Jakarta Akhirnya Ditangkap Polisi

Pasca insiden ini, petugas Avsec Bandara Sam Ratulangi Manado, EW (21) dan rekannya AM yang menjadi korban penamparan telah melaporkan hal ini kepada polisi.
"Semua yang saya lakukan sudah sesuai aturan demi keselamatan penerbangan," ucap EW (6/7/2017).
Sorotan Media

Kejadian yang direkam melalui video amatir dari sebuah ponsel di atas pun jadi viral hingga menjadi sorotan media asing. Media Coconuts milik Filipina misalnya. Media ini menyebutkan bahwa penamparan kepada pihak bandara ini dilakukan oleh istri seorang jenderal.
"Istri seorang jenderal merasa bahwa dirinya lebih tinggi daripada hukum dan prosedur standar bandara," tulis media Coconuts.
Di Australia, media ABC News dalam tagline beritanya menyebutkan kejadian ini dalam tagline beritanya.
"Sebuah rekaman amatir wanita menampar petugas bandara menjadi viral," sebut ABC News.
Begitupun dalam News of Today yang mengambil video milik ABC News. Mereka juga memberikan keterangan tentang apa yang terjadi dalam video tersebut.
"Seorang perempuan menyerang petugas keamanan bandara setelah diminta untuk melepas jam tangan dan meletakkannya ke mesin X-Ray" jelas laman News of Today.
Tulisan yang sama pun diungkapkan oleh News Locker yang merupakan situs yang dikenal rutin menyuguhkan berita-berita viral dari dunia.

Aturan Melepas Jam Tangan Di Bandara

Aturan melepas jam tangan saat berada di Security Check Point di sebuah bandara memang menjadi aturan yang harus ditepati penumpang. Berdasarkan Peraturan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Tahun 2010, tata cara keamanan penumpang, personel pesawat udara, dan barang bawaan yang diangkut harus melalui dua security check point. Penumpang harus melakukan pemeriksaan sebelum melakukan check-in dan sesaat sebelum melakukan boarding.

Setiap penumpang, personel udara, dan orang perorangan wajib melepas jaket, ikat pinggang, jam tangan, dan mengeluarkan semua barang yang mengandung unsur logam dan meletakkan ke dalam wadah (tray) yang disediakan dan diperiksa melalui mesin X-ray.
Dalam lama hews.detik.com, pengamat penerbangan Alvin Lie mengatakan bahwa peraturan ini ada dalam surat edaran tertulis yaitu melalui Peraturan Menteri (Permen) Perhubungan Nomor 127 Tahun 2015 terkait dengan program keamanan penerbangan nasional.
"Ada dalam surat edaran berikutnya, sebetulnya kan itu cukup jelas. Jadi masalah jam yang secara tertulis ada, itu hanya penegasan, bahwa untuk melaksanakan itu semua dicopot, termasuk jam tangan juga," jelas Alvin (6/7/2017)
Melihat perilaku wanita yang tidak mematuhi aturan dan menampar petugas bandara di atas, bagimana menurut anda?. Silahkan berkomentar di kolom komentar.

Read more

Tuesday, July 4, 2017

Heboh, Cerita Dibalik Pernikahan Bocah 16 Tahun Dengan Nenek 71 Tahun

Peristiwa unik kembali menggemparkan jagad sosial media. Peristiwa kali ini datang dari kisah cinta antara seorang bocah 16 tahun, Selamet Riyadi dengan seorang nenek 71 tahun, Rohaya. Keduanya pun akhirnya membuktikan cintanya dengan sebuah ikatan pernikahan yang digelar di kediaman Kuswoyo, Ketua RT I Dusun I Desa Karangendah, Kecamatan Lengkiti, Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan (2/7/2017).

"Cinta itu buta dan tuli, tak melihat tak mendengar, namun datangnya dari hati, tidak bisa dipungkiri, itu benar memang benar", lirik lagu milik Ahmad Al Ghazali ini mungkin pantas untuk menggambarkan kisah kedua pasangan yang telah resmi menjadi suami istri di atas. Kisah cinta keduanya bersemi 6 bulan lalu sejak Selamet dirawat oleh Rohaya. Hubungan itupun berbuah manis, akhirnya Selamet meminang Rohaya sebagai istrinya. 
Heboh, Cerita Dibalik Pernikahan Bocah 16 Tahun Dengan Nenek 71 Tahun
Pasangan Suami Istri Selamet (16) dan Rohaya (71) ( Foto: INT)
Pernikahan beda usia yang didasari rasa saling cinta tersebut bukan tanpa halangan. Dari pengakuan ketua RT setempat, Kuswoyo, cinta keduanya ditentang pihak keluarga perempuan. Namun, Selamet dan Rohaya datang kembali kepada Kuswoyo dan meminta solusi. Keduanya bersikeras dan mengancam akan bunuh diri jika tidak ada jalan keluar.
"Mereka sempat bilang mau bunuh diri. Karena sudah cinta sehidup-semati. Jadi kalau mati satu, harus mati dua-duanya," ungkap Kuswoyo (3/7/2017).
Dalam laman detikNews (4/7/2017), Selamet mengaku bersyukur telah melangsungkan akad nikah dengan Rohaya, wanita yang dicintainya.
"Alhamdulillah sudah resmi menikah," ungkap Selamet.
Selamet menambahkan bahwa dirinya sebelumnya telah meminta restu kepada anak Rohaya, yang usianya 3 tahun lebih tua dibanding dirinya.
"Anaknya bilang boleh, tapi tanya dulu sama Pak RT atau Pak Kepala Dusun," tambahnya.
Setelah mengucap janji suci di depan Petugas Pembantu Pencatat Nikah (P3N), perangkat desa, dan sejumlah warga kini Selamet hidup di rumah istrinya, Rohaya.

Proses Ijab Qabul

Proses ijab qabul pasangan Selamet dan Rohaya ini dilangsungkan di malam hari dan dipadati warga sekitar yang ingin menyaksiskan pernikahan yang tak lazim ini. Dalam prosesi tersebut, Selamet rupanya tanpa ragu-ragu berikrar dengan suara lantang dan disambut sorakan "Sah!" oleh saksi dan puluhan warga yang hadir. Setelah dinyatakan sah, Selamet pun tampak terharu dan meneteskan air mata.

Baca juga: Cerita Mengharukan Novi yang Menikah di Samping Mayat Kakaknya


Dalam pernikahan tersebut, Selamat memberikan mahar senilai 200 ribu rupiah kepada istrinya Rohaya binti Kiagus Muhammad Jakfar, sekaligus sebagai bukti kesungguhan dan cintanya.

Berikut video detik-detik ijab qabul pernikahan Selamet dan Rohaya:

Respon Publik

Kisah cinta yang tak biasa dari Selamet dan Rohaya di atas pun mengundang respon publik. Salah satunya, datang dari seorang seorang psikolog perkawinan dari Tiga Generasi, Pustika Rucita MPsi. Bagi Wanita yang akrab disapa Cita ini, membina rumah tangga tidak semestinya melibatkan ancaman, apalagi ancaman bunuh diri.
"Karena itu kan menunjukkan juga kematangan emosi seseorang sebenarnya," kata Cita.
Cita menambahkan bahwa menikah itu bukanlah perkara yang mudah. Bekal yang perlu dipersiapkan tentu selain cinta adalah kematangan usia. 
"Bahwa menikah itu lebih banyak lagi ups and downs-nya, jadi sebaiknya tentu memasukinya dengan emosi yang matang," tutupnya.
Sementara itu, Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Ambar Rahayu mengungkapkan bahwa kejadian di atas adalah pelajaran, dimana remaja perlu diberi pembekalan untuk merencanakan hidup lebih baik.
"Saya rasa ini merupakan fenomena yang terjadi dan harus segera disikapi. Artinya apa, para remaja ini harus diberikan pembekalan tentang bagaimana merencanakan kehidupan berkeluarga," ungkapnya (3/7/2017).
Baca juga: Nikahi Dua Perempuan Sekaligus, Pria Ini Bikin Baper

Ambar menambahkan bahwa akan banyak permasalahan yang dialami oleh sepasang suami istri yang menikah dengan usia yang sangat terpaut jauh. Pasangan yang berusia lebih muda pun rentan berpaling di kemudian hari.
"Kalau istrinya 71 kan susah punya keturunan kan. Harusnya punya keturunan yang nantinya melahirkan anak yang berkualitas, mereka nanti bisa mendidik anak. Nah kalau kesenjangan umurnya sangat tinggi kan pasti tidak bisa mendidik anak, tidak punya anak bahkan kalau istrinya 71 tahun" tambahnya.
Di tempat lain, Ketua KPAI Asrorun Niam menilai Selamet adalah contoh kasus bagi remaja yang lain. Dalam hal ini, remaja yang masih berusia 16 tahun sepatutnya belum layak menikah.
"Anak usia 16 tahun harusnya masih dalam taraf belajar di bangku sekolah. Belum patut untuk masuk jenjang pernikahan," ujar Asrorun Niam dalam (3/7/2017).
Niam menambahkan bahwa setiap anak memiliki hak dasar yang harus dipenuhi, di antaranya hak pendidikan dan hak sosial. Terkait dengan pendidikan, negara telah mengatur wajib belajar 12 tahun.
"Dengan asumsi awal masuk sekolah usia 17 tahun, maka untuk menuntaskan wajib belajar 12 tahun, berarti sampai usia 19 tahun, usia anak adalah usia belajar," tambahnya.
Mengamatika kejadian di atas, bagaimana menurut anda? Silahkan memberikan komentar pada kolom komentar dalam artikel ini.

sumber: detik.com
Read more

Saturday, June 17, 2017

Aneh, Kala THR Berbau 'Pungutan Liar'

Media sosial facebook kembali digemparkan dengan sebuah foto. Foto tersebut mirip-mirip permohonan THR yang berbau 'pungutan liar' (15/6/2017). Betapa tidak, foto yang diunggah oleh salah satu pengguna facebook ini adalah foto dari surat resmi berkop surat Pemerintah Desa Tambak, Kabupaten Serang ini berisikan permintaan Tunjangan Hari Raya (THR). Permintaan THR tersebut ditujukan kepada pemilik toko/kios dan pedagang kaki lima. 

Aneh, Kala THR Berbau 'Pungutan Liar'
Foto Surat Permintaan THR Kepada Pedagang di Desa Tambak Kabupaten Serang (Foto: INT)
Dalam foto tersebut, jelas terlihat surat edaran bernomor 400/31/DS.2008/VI/2017/Pem lengkap dengan kop dan stempel Pemerintah Desa Tambak. Kesan lucu yang ditimbulkan dari foto ini pun sontak menjadi menarik perhatian netizen dan viral.
“Mengingat telah memasukinya bulan suci Ramadan 1438 Hijriyah, kami Pemerintah Desa Tambak memohon partisipasi dari semua pedagang Kaki lima maupun pedagang toko/kios dalam membantu tunjangan hari raya (THR) untuk aparatur Pemerintah Desa Tambak. Adapun ketentuannya, untuk toko/kios di minta partisipasi sebesar Rp. 350.000 dan untuk pedagang kaki lima Rp. 150.000,” demikian isi pengantar dari surat tersebut.
Menurut pengakuan salah seorang pedagang dalam laman kabar-banten.com, surat edaran tersebut biasanya keluar setiap kali bulan puasa menjelang hari raya, dan ini sudah menjadi kali ke tiga. Pada tahun lalu, kata dia, iuran yang diminta dalam surat tersebut mencapai Rp 450.000, sedangkan untuk tahun ini hanya Rp. 350.000.  Biasanya para pedagang melakukan negosiasi atau penawaran terhadap nominal yang diminta dan mentok di angka Rp 250.000. 
“Ini tiap puasa. Ini masih mending murah hanya Rp. 350.000. Kami belum bayar,” kata salah seorang pemilik kios yang enggan disebutkan namanya.
Para pedagang menganggap peruntukan pungutan ini dinilai tidak jelas, sebab berdasarkan surat tersebut, THR nantinya diberikan untuk aparatur pemerintah Desa Tambak yang seharusnya menjadi tanggung jawab pemerintah desa.
“Itu dari kopnya desa, siapapun itu. Itu buat THR karyawan desa, karyawan desa kerjanya di desa kenapa minta sama pedagang. Jadi kami keberatan,” tuturnya.
Setelah dikonfirmasi, Kepala Desa Tambak Jaenudin mengaku tidak tahu menahu tentang beredarnya surat tersebut. Menurutnya, surat tersebut dibuat tanpa sepengetahuan dirinya.
“Intinya saya tidak tahu (ada surat edaran tersebut). Karena itu tidak sepengetahuan saya,” ujarnya.
Menindaklanjuti foto surat yang meresahkan publik ini, pihak Jaenuddin pun sudah membuat surat klarifikasi nomor 400/32/Ds.2008/VI/2017/Pem. Dalam surat klarifikasi ini, pemerintah desa telah mencabut surat edaran permintaan THR tersebut. Surat klarifikasi itu pun langsung ditandatangani oleh dirinya selaku kepala desa, dan ditembuskan kepada Bupati Serang dan unsur Muspika Kecamatan Kibin.
“Jadi kan itu memang tanpa sepengetahuan, tidak ada konfirmasi dulu kalau tahun kemarin (2016) itu enggak ada masalah. Biasalah mendekati pilkades jadi saling menjatuhkan itu biasa kang. Terus juga enggak ada konfirmasi, dan salahnya disitu doang,” ujar Jaenudin (16/6/2017).
Baca juga: Luar Biasa, Remaja Ini Lulus SBMPTN Di Usia 14 Tahun

Dirinya pun tidak menahu hingga akhirnya surat tersebut beredar di media sosial dan sempat membuat heboh. Namun menurutnya, seharusnya apapun yang dilakukan wajib untuk melakukan konfirmasi terlebih dahulu dengan dirinya. 
“Karena memang tidak ada konfirmasi dulu, saya itu baru tahu suratnya saat muncul, jadi walaupun di sumpah saya siap. Karena saya tahunya setelah ramai. Tapi pembuatannya dan tandatangannya enggak tahu, tahu-tahu sudah nyebar,” katanya.
Sementara itu, dalam laman detik.com Jaenuddin membeberkan bahwa surat permintaan THR tersebut dilakukan oleh stafnya sendiri.
"Surat edaran itu itu dibuat Pak Sekdes. Itu tanpa sepengetahuan saya, tanpa koordinasi dengan saya," katanya, Jumat (16/6/2017). 
Menanggapi kejadian ini, Camat Kibin Raden Lukman Harun mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan pemanggilan terhadap kades dan sekdes Tambak. Keduanya diminta untuk membuat surat edaran penarikan yang ditandatangani oleh kades dan bahkan kejadian itu pun sudah dilaporkannya ke pimpinan. 
“Yang jelas sudah saya panggil, bahkan saya minta inspektorat juga telefon supaya dipanggil,” katanya.
Ia mengatakan, kejadian itu bukan yang pertama kali terjadi. Sebab pada tahun lalu pun sudah sempat terjadi, dan dirinya pun sudah sempat memperingati. 
“Ya itulah kondisinya sudah berkali kali terjadi seperti itu tapi tetap mereka melakukan. Tahun kemarin sudah saya kasih tahu undang-undang gratifikasi, mereka juga enggak ngerti, cuman susah saja, tadinya saya juga mau biarin saja biar kena saber pungli sekalian. Ramai di medsos enggak papa, yang penting enggak ada perintah,” tambahnya.
Kejadian di atas menjadi pelajaran tersendiri bagi kita, khususnya pemerintah. Bahwa pungutan liar adalah perilaku menyimpang yang masih sering terjadi di lingkungan birokrasi negeri ini. Tidak sedikit dari kejadian-kejadian tersebut dibungkus dengan cara-cara yang halus, kadang-kadang pula memanfaatkan celah hukum untuk membenarkannya. Apakah menurut anda, oknum-oknum pejabat seperti kejadian di atas bisa disebut terlalu kreatif untuk bisa memakan rasuah? Silahkan memberi jawaban pada kolom komentar.

Read more

Tuesday, June 6, 2017

Setelah Viral, Wanita Nyaris Bugil Di Jakarta Akhirnya Ditangkap Polisi

Apotek Roxy di Jalan Mangga Besar, Tamansari, Jakarta Barat beberapa waktu lalu  dihebohkan oleh kehadiran seorang pengunjung wanita tanpa busana yang datang membeli obat (5/6/2017). Aksi wanita tanpa busana ini terekam pada Jumat malam lalu dan viral di media sosial. Setelah viral, wanita nyaris bugil ini pun akhirnya ditangkap polisi. Seorang saksi mata yang berada di lokasi kejadian, Rohman, menuturkan bahwa wanita tersebut terlihat sedih dan berjalan tergesa saat menuju taksi mewah yang hendak ditumpangi saat video tersebut direkam.
Setelah Viral, Wanita Nyaris Bugil Di Jakarta Akhirnya Ditangkap Polisi
Penampakan wanita nyaris tanpa busana di Jakarta (INT)
Dalam rekaman video yang beredar, terlihat wanita yang melakukan aksi tak senonoh tersebut bukanlah wanita yang memiliki gangguan kejiwaan. Hal ini terlihat dari perilakunya setelah keluar dari apotek, wanita yang diduga berkewarganegaraan asing ini sempat memberikan uang kepada seorang pengemis, lalu pergi meninggalkan apotek dengan menggunakan taksi mewah.
"Yang saya lihat, dia langsung jalan cepat, terus ditutupi gitu mukanya, terus masuk ke dalam taksi hitam," kata Rohman, seorang penjaga warung rokok di lokasi tersebut.
Dalam video itu juga terdengar ucapan keheranan yang diduga merupakan sosok yang mengabadikan peristiwa tersebut. Dia berujar mengapa perempuan tersebut tidak menggunakan busana saat berbelanja.

Baca juga: Makin Meresahkan, Sejumlah Gay Ditangkap Polisi Saat Pesta Seks

Setelah videonya viral, akhirnya Polisi berhasil menangkap VM (5/7/2017) yang diduga perempuan yang nyaris telanjang tersebut. Polisi mengamankan wanita berinisial VM (25) pada Senin, 5 Juni 2017, malam sekitar pukul 19.00 WIB. Ia diamankan saat berada di apartemen bilangan Kuningan, Jakarta Selatan, seorang diri. VM pun digelandang ke RS Polri Kramatjati guna menjalani tes urine dan tes kejiwaan. 
"Sudah dilakukan tadi bersama dengan Polda Metro Jaya Direktorat Narkoba, hasilnya negatif narkoba tetapi positif untuk obat penenang," kata Kapolsektro Tamansari AKBP Erick Frendriz, di Jakarta, Selasa (6/6/2017).
Wanita yang juga terekam jalan kaki tanpa busana pada siang hari itu akan menjalani serangkaian pemeriksaan lebih lanjut.
"Dia dibawa ke Rumah Sakit Kramatjati. Akan diperiksa kejiwaannya," tambah Erick.
Selain itu kata Erick, penyidik juga akan memeriksa keluarga VM untuk menjelaskan kondisi kejiwaan VM beserta bukti medis yang mengarah pada pengobatan VM. Dari hasil pemeriksaan kejiwaan tersebut nantinya pihak penyidik akan menentukan langkah penyelidikan, apakah pihak kepolisian akan mengambil langkah hukum atau tidak terhadap kasus ini.

Kejadian di atas menjadi satu dari sekian contoh perubahan yang sangat signifikan terjadi dalam perilaku bermasyarakat di Indonesia, khususnya di Ibu kota Jakarta. Budaya malu dan budaya ketimuran semakin hari semakin terkikis. Tata krama dan sopan santun dalam berhias (khususnya wanita) bukan lagi pertimbangan utama sebelum mengenakan pakaian.

Sumber: liputan6.com 
Read more